- 1 Februari — Yesus, Teladan Kesederhanaan
- 2 Februari — Hati yang Penuh Belas Kasihan
- 3 Februari — Yesus: Tergerak oleh Kasih, Bukan Kepentingan
- 4 Februari — Ketaatan Yesus Sampai Akhir
- 5 Februari — Belajar Mengampuni dari Sang Guru
- 6 Februari — Cara Yesus Melihat Orang Berdosa
- 7 Februari — Rendah Hati Seperti Kristus
- 8 Februari — Yesus yang Peduli pada Orang Kecil
- 9 Februari — Kesabaran Yesus Mengajar Murid-Nya
- 10 Februari — Ketegasan Yesus Melawan Ketidakbenaran
- 11 Februari — Yesus Mengajarkan Doa yang Benar
- 12 Februari — Kasih Tuhan yang Tidak Memihak
- 13 Februari — Hidup dalam Terang Seperti Yesus
- 14 Februari — Kasih Kristus yang Berkorban
- 15 Februari — Yesus Memulihkan, Bukan Menghakimi
- 16 Februari — Keteguhan Yesus Menghadapi Pencobaan
- 17 Februari — Waktu Sunyi Yesus Bersama Bapa
- 18 Februari — Yesus: Sumber Ketenangan di Tengah Badai
- 19 Februari — Prioritas Kerajaan Surga
- 20 Februari — Kepekaan Yesus pada Kebutuhan Orang
- 21 Februari — Kesederhanaan dalam Mengajar
- 22 Februari — Cara Yesus Mencintai Orang yang Sulit Dikasihi
- 23 Februari — Kuasa Yesus Menyembuhkan Hati
- 24 Februari — Tuntutan Yesus untuk Mengikut Dia Sepenuhnya
- 25 Februari — Yesus Turut Merasakan Luka Manusia
- 26 Februari — Kasih Kristus yang Tidak Pernah Berubah
- 27 Februari — Mengambil Salib Seperti Yesus
- 28 Februari — Menghidupi Perintah Kasih Sang Guru
- 29 Februari — Menjadi Cermin Kristus bagi Dunia
📅 1 Februari – Ps. Christian Moses
Yesus, Teladan Kesederhanaan
💬 Ayat Renungan:
> “Sebab anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani…”
— Markus 10:45
Renungan:
Ketika dunia memandang kemuliaan sebagai sesuatu yang gemerlap dan penuh sorotan, Yesus menunjukkan pola yang berbeda. Ia datang bukan sebagai raja dengan kemegahan dunia, tetapi sebagai seorang hamba yang berjalan dalam kesederhanaan. Ia hadir bukan untuk menuntut pelayanan, tetapi untuk melayani.
Kesederhanaan-Nya tidak berarti kekurangan, tetapi sikap hati yang tidak mencari pengakuan, pujian, dan pembuktian diri. Yesus tidak pernah merasa perlu membuktikan diri untuk diterima, karena Ia tahu identitas-Nya ada di dalam Bapa.
Kita sering merasa perlu terlihat “lebih” — lebih hebat, lebih rohani, lebih dihargai. Namun Yesus menunjukkan bahwa keagungan sejati terlihat dari hati yang rendah, bukan dari tampilan luar. Kemuliaan Tuhan justru terpancar ketika seseorang mampu berkata:
> “Aku tidak ingin terlihat besar. Biarlah Tuhan yang besar melalui hidupku.”
Ketika kita belajar hidup sederhana seperti Yesus, kita akan lebih bebas:
• Tidak berlomba-lomba terlihat unggul
• Tidak dikendalikan komentar orang
• Tidak hidup untuk kesan luar, tapi untuk Tuhan
Kesederhanaan bukan tentang apa yang kita punya, tetapi bagaimana kita memandang hidup.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarku berjalan dalam kesederhanaan seperti Engkau. Ubah hatiku supaya tidak mencari pujian dan pengakuan, tetapi menghidupi karakter sebagai seorang hamba. Pakai hidupku bukan untuk meninggikan diri, melainkan meninggikan Engkau. Amin.