Halaman

“Kami adalah The Voice of Truth — berdiri atas kebenaran Kristus

Bermakna bahwa setiap suara, ajaran, dan langkah kami berpijak hanya pada kebenaran yang berasal dari Kristus, bukan dari pendapat manusia.

Kebenaran yang Ditanam di Awal Penciptaan

Sejak di taman Eden, Tuhan tidak hanya menciptakan manusia untuk hidup, tetapi juga untuk mengenal; sebab di antara pohon kehidupan dan pohon pengetahuan, Ia meletakkan pilihan moral yang melahirkan kesadaran akan kebenaran

Kebenaran tidak pernah gugur bersama manusia, sebab Tuhan tetap berdiri sebagai sumbernya

Kejatuhan manusia tidak menghapus terang kebenaran, karena kebenaran tidak bergantung pada makhluk, tetapi pada Sang Pencipta yang tidak berubah

Ketika nubuat menjadi wujud, maka iman berjumpa dengan bukti; dan dalam pribadi Kristus, bukti itu berbicara melalui kasih dan kebenaran

Menggambarkan bahwa penggenapan nubuatan adalah jembatan antara iman dan realitas yang hidup dalam Kristus.

Konsistensi Tuhan menjemput umat-Nya adalah cermin dari natur Ilahi yang tak berubah; seperti kebenaran, Ia tidak goyah oleh zaman

Filsafat ini menegaskan bahwa ketetapan Tuhan dan kebenaran adalah satu sifat yang sama, kekal dan tidak berubah

Jumat, 10 April 2026

HO LOGOS, EN ARCHE & QUANTUM (Yoh 1)

 Salam Tuhan Echad dalam nama Yesus Kristus...


      Beberapa hari lalu , saya menyimak perdebatan antara Saksi Yahova dan Partner saya Jesus only, dan dari pihak Saksi Yahova nyeletuk "kalau tau Fisika, pasti kalian mengerti Tuhan " . But Why hasilnya kok Yesus ciptaan dan Yesus masih ada Tuhan lain , ada Tuhan besar dan tuhan kecil yang berbeda ? Justru dengan hadirnya yang bernama "Fisika  Quantum,  semakin mencerahkan dibagian Omnipresent (mahahadirnya Tuhan) , seperti salah satu peristiwa Yordan dalam penglihatan roh, ada suara Bapa, ada Anak yang berfisik dan Roh Kudus (Ruakh Haqodesh) yang menyerupai burung merpati adalah Keberadaan Yesus sendiri yang melampaui ruang dan waktu. Yesus yang ada sejak permulaan dan melaluiNYalah segala sesuatu diciptakan.

En Arkhe En ho Logos (Yoh 1)

       Arkhe adalah titik awal, titik berangkat, titik mula sekali sebelum segala sesuatu ada, sumber, prinsip pertama, unsur dasar, sesuatu yang menjadi pertama dalam satu rangkaian. Rangkaian alam semesta dan segala apapun yang ada, realita yang ada saat ini berasal dari 1 Sumber , berangkat dari penyebab pertama. sejajar dengan bahasa Ibrani : Bereshit (  Bet (ב), Reish (ר), Aleph (א), Shin (ש), Yod (י), Tav (ת)

Reish dari akar kata R - a - Ah (kepala, sumber ) Sebelum ada Waktu, Dia ADA.

       Seorang ilmuwan Niehl Bohr bilang bahwa segala sesuatu yang kita sebut nyata terbuat dari hal hal yang tidak dapat dianggap nyata. Tidak nyata bukan berarti tak ada. Nyata : Gamblang, Berfisik, bisa dilihat, disentuh , Jelas, tidak samar samar, dialami langsung , bukan just imajinasi. Bahasa Niehl Bohr jika dikonversi :  sesuatu yang ada ini berasal dari sesuatu yang  samar- samar, Tidak diketahui , Tidak terlihat. Ini yang dalam Bahasa Ibrani ,disebut EINSOF ( tidak terbatas ,infinity, tidak terhampiri;  1 tim 6:16 ) Tepat disebut Alpha Omega,  yang terdahulu dan terkemudian (Yesaya 48:12) , Rishon dan Acharon . 

Yesaya 44:6 (Ani Rishon V'ani Acharon)

Yesus adalah Keberadaan sang Einsof , yang awal dan akhir tersebut. Ini salah satu yang membuat Farisi dan ahli taurat murka, karena Yesus jatuh pada penistaan agama.

------------

Segala sesuatu muncul dari alam yang tak terlihat, sama seperti organisme hidup lainnya. Proses mistis ini bisa disebut Ekologi Quantum, karena ia dibangun dari dalam dirinya sendiri

    Segala sesuatu berasal dariNya, dan kembali padaNya. hanya Dia yang tercatat yang  memberikan nafas kehidupan (Nishmat Hayim) pada Adam.

Bicara Quantum, saya kutip kalimat ini  :" ....tidak dapat dijelaskan berdasarkan sains semata, artinya tidak dapat dijelaskan dengan pikiran sadar, karena pikiran sadar pada dasarnya berfungsi berdasarkan asumsi bahwa realitas kita bersifat fisik ."

Yap..sementara kita juga punya pikiran alam bawah sadar, ada realitas yang bukan fisik. bukan tidak ada, tapi tidak kelihatan

       Yang diluar jangkauan dan realitas fisik ini yang disebut EINSOF (Terang yang tidak terhampiri) . Dia ada dalam ketidakadaan waktu. Kita bisa mengingat peristiwa kemarin sebagai bentuk kenangan dari pengalaman sebelumnya, dan itu tidak ada dalam pola linear ( garis lurus) . Dalam fisika klasik, waktu berjalan satu arah : dari masa lalu ke masa depan ,dalam fsika Quantum itu tidak ada. Masa lalu sekarang dan masa depan itu non linear, bersamaan. melampaui batas waktu. kita tau waktu karena ada waktu itu sendiri. manusia mengalami kebosanan karena tau waktu. Dan di Surga tidak ada waktu. Dimensi atas bicara quantum dan dimana Sesuatu bisa berada dalam beberapa keadaan waktu sekaligus. untuk itu Yesus adalah sang Maha Hadir yang  melampaui waktu dan jarak. Waktu yang ada pada kita saat ini seperti ilusi.  Bagi Dia, 1000 tahun waktu kita sama sperti 1 hari WaktuNya (2 Petrus 3:8) 

Untuk itu Alkitab mengkonfirmasi tentang penebusan itu : Kita dikuduskan sekali untuk selamanya ( Ibrani 10:10) dan kurban itu sekali untuk selamanya ( 1 Petrus 1:18-19)

Yang ada adalah SAAT INI.

       Kenapa Tuhan tidak mengingat dosa lalu ?  karena tidak ada waktu linear di 'dunia'Nya. yang ada adalah "SAAT INI" . Dalam mekanika kuantum , dulu sekarang dan kedepannya terjadi BERSAMAAN. Semuanya itu terlihat di " SAAT INI"

       Anggap saja Kita saksi penyaliban, saat Yesus sebut "TETELESTAI"  , maka untuk Segala waktu didunia kita ( masa lalu, sekarang dan didepan ) adalah " SAAT INI ". Berlaku 1 KALI untuk segala zaman. "SAAT INI " Dia sudah menyelesaikan semuanya. orang orang pilihan sudah dikadoshkan. Tak mungkin ada penyaliban lagi. Status orang pilihan bukan lagi berdasarkan waktu lampau , sekali lagi, karena dalam Quantum : 

👉Waktu itu tak ada.

waktu lampau itu adalah waktu sekarang dan waktu sekarang adalah waktu didepan.

Ya sudah..Kalau Yesus bilang SUDAH SELESAI. itu melampaui segala zaman. Termasuk untuk Taurat Musa. Itulah sang Einsof  sebagai Sumber yang berada diluar pikiran dan waktu.

Tapi Alkitab dan hystori tentang ini tidak berhenti sampai situ.  Sang Awal menyatakan diri Nya. Hadir dalam realita kongkret sejak dari Perjanjian Lama. Einsof hadir bershekinah, masuk dalam dimensi kita, berdiam diri ditengah tengah bangsa Israel dan di konfirmasi ulang dalam Tulisan Yohanes,  bahwa Dia menyatakan/ memunculkan (ginomai) diriNya dalam daging (Yoh 1:14)

EHYEH ASHER EHYEH ( Aku Ada)

Einsof , sang Alpha yang dari Arche /Rishon dalam kitab Keluaran menyatakan diri sebagai SANG KEBERADAAN  (Ehyeh Asher Ehyeh ) pada Musa. "AKU ADA " / "AKULAH AKU"

✅Einsof : yang tak diketahui 

✅YHVH : penyataan diri Dia ADA

Untuk itu Yesus mengajak audience untuk pergi pada tulisan Musa. Musa lebih tau dari kita. Keberadaan yang nyata ini, ditulis kembali di

1 Yohanes 1:1 (TB)  Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami DENGAR, yang telah kami LIHAT dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami RABA dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 

👉itu maka Yesus menyebut dirinya KEBENARAN ( aletheia : Tidak tersembunyi, Kenyataan sebenarnya, realita kongkret ) . Sang Tidak terjangkau, menyatakan diri sebagai Sang ADA, sang ADA yang dipanggil BAPA oleh bangsa Israel, oleh Daud,  hadir dalam realita kongkret. 

👉Ingin melihat yang tidak terjangkau itu, lihat GAMBAR nya : YESUS.

Ia adalah GAMBAR (eikon) Allah yang tidak kelihatan.

Eikon (representation ) :  FIGUR. POTRET. dengan kata kerja EIKENAI : "Terlihat seperti". Ia terlihat seperti tiang awan, terlihat seperti tiang api, terlihat seperti manusia .

Benang merah ke filipi 2: 7 

" Menjadi sama dengan manusia " terjemahan yang tepat untuk EN HOMOIOMATI ANTROPON adalah  Menyerupai, mirip manusia ( laki-laki). Eikon berbicara tentang BENTUK. bukan Kodrat. Bentuk/penampilannya terlihat seperti manusia (laki laki).  Makanya Yesus tidak berdosa, karena hanya Mengambil Bentuk / Penampilan ,bukan Natur. SANG ADA yang ada sejak permulaan adalah Sang LOGOS / Sang Davar / Sang Firman , Sang "SUARA" itu sendiri. hanya ada DIA pada mulanya. 

Jesus said : " Jika kau tak percaya Akulah Dia, kau akan mati dalam dosamu " Kalimat yang lebih tepat untuk 

"Hoti ego eimi "  adalah "AKU ADA ", jadi terjemahannya : "kalau kau tak percaya AKU ADA" kau mati dalam doamu. Merujuk pada Sosok yang bertemu Musa dalam semak belukar, Adonai Abraham, Ishak, Yakub, Tuhan Israel. 

✅Aku sang keberadaan itu ;

✅Aku yang ada dulu, saat ini  dan masa depan ;

✅Aku yang Eksis sejak Awal 

Dalam filsafat Yunani awal , Arkhe bukan hanya bicara titik waktu, tapi Prinsip dasar atau bahan dasar alam semesta. Dalam Ibrani kuno, kata BAR dalam  bereshit (pada mulanya, dalam kitab kejadian ) adalah ANAK.

sang ANAK itu adalah ho Logos, adalah "Sang Ada" ( YHVH)

👉YHVH adalah Einsof ( Yang tak Terjangkau, Tidak terbatas . Alpha omega ) yang juga dipanggil Bapa. Yesaya 63:16  "Ya YHVH Engkaulah Bapa kami"

Yesus adalah Dia yang ada dalam dimensi yang begitu tinggi, juga berdiam dalam dimensi manusia, di segala zaman, coz DIA ADA melampaui jarak , ruang, waktu. Beberapa ayat yang menunjukkan Dia adalah Prinsip Awal itu : 

✅ Yesus adalah YHVH sang Firman sebagai Prinsip Dasar dari segala sesuatu ( 1 Kor 3:11)

✅Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu ( Kolose 1:17)

✅Sumber segala sesuatu

1 Kor 8:6 ( terjemahan yang pas : Allah itu Esa. Bapa yang dari padaNya segala sesuatu, Tuhan itu Esa , yaitu Yesus Kristus yang olehNya segala sesuatu dijadikan.

✅Kristus KEPALA SEGALA SESUATU baik yang di sorga maupun bumi ( Efesus 1:10)

Yesus Kristus adalah Allah dan Tuhan yang Esa ( 1 ), Esa ( echad ) yang  sudah di nyatakan dalam shema Israel. Filosofi angka 1 dalam perspektif Ibrani adalah Permulaan, Keutuhan, Sumber.

Silahkan dilihat tulisan saya di website ini  lengkapnya tentang ECHAD.

Yesus yg adalah YHVH sebagai Sang Keberadaan, sang eksistensi yang dipanggil Bapa itu adalah Sang LOGOS, yang melampaui waktu dan zaman,

Filipi 2:10

"...supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,"

           Amin..Tuhan Yesus memberkati








Senin, 23 Maret 2026

🧛‍♂️BERHALA (IDOL) DALAM KRISTEN PROTESTAN🕌

 

BERHALA (IDOL)

(Suatu Bentuk Penyimpangan Rohani)

 

“Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Imamat 20:6).

 

“Aku percaya kepada Allah”, mungkin adalah salah satu pernyataan yang paling tidak bermakna yang bias kita buat hari ini. Mungkin juga hanya berarti bahwa kita sedang memandang diri kita sendiri dalam suatu cermin yang besar. Beberapa orang menganggap bahwa Allah adalah suatu “energi fisik”, “sesuatu yang lebih kuat dari manusia”, ataupun “sesuatu kekuatan batin untuk memimpin manusia pada kesadaran yang lebih mendalam.

Donald McCullough mengatakan : “…. Kita lebih menyukai ilusi tentang seorang allah yang lebih aman, sehingga kita telah memangkas Alllah untuk mendapatkan proporsi yang lebih dapat kita kelola”.

Teolog Swiss, Karl Barth memberi tahu kepada kita bahwa ada 2 cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang Allah : pertama, adalah memulai dengan manusia dan akal sehat dan bergerak ke atas; yang kedua adalah memulainya dengan Allah dan menerima wahyu-Nya kepada kita.

Ketika kita memulai dengan manusia dan akal sehat dan bergerak ke atas, maka kita selalu menciptakan berhala. Godaan yang kita hadapi adalah mengundang gagasan-gagasan tentang Allah untuk masuk ke dalam benak kita yang sama sekali salah atau gagasan-gagasan yang mengececilkan keberadaan-Nya. Penyembahan berhala lebih dari sekedar menari di sekeliling sebuah patung yang terbuat dari perak atau emas; penyembahan berhala membentuk suatu gagasan mental tentang allah yang tidak mirip dengan Allah yang benar-benar ada.

Penyembahan berhala memberikan kehormatan kepada opini-opini kita sendiri tentang Allah, yang dibentuk sesuai dengan apa yang kita sukai. Penyembahan berhala menciptakan suatu gagasan tentang Allah menurut kehendak dan preferensi kita. Penyembahan berhala berarti memangkas keberadaan Allah pada “proporsi yang lebih dapat diatur”.

Berhala disebut dalam bahasa Ibrani sebagai “terāpîm”, bahasa Greek dipakai kata “eidōlon” dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan menggunakan beberapa sebutan yakni “idol”=sesuatu yang dipuja; “household idol”=penghuni rumah berhala; “cultic mask”=topeng pemujaan; “divine symbol”=sesuatu yang disimbolkan sebagai Tuhan/simbol keagamaan (Kejadiann 31:19); “phantom”=hantu, khalayan, bayangan, gambaran, angan-angan; “an appearance”=suatu penampakkan; “fancy”=fantasi; “an idea”=buah pikiran, paham, gagasan, rencana.

Pengertian dasar dari kata-kata tersebut di atas adalah sesuatu yang mengandung/berisikan/memiliki roh jahat/allah palsu/iblis. (I Raja2 11:5,30). Suatu imajinasi/ khayalan yang melambangkan, menggambarkan, memerankan, menyerupai, atau dianggap sebagai dewa/allah palsu/ilah (KPR 7:41; I Kor. 12:2; Wahyu 9:20; KPR. 15:20; Roma 2:20; I Kor. 8:4, 7; 10:19; 2 Kor. 6:16; I Tes. 1:9; I Yoh. 5:21).

Bertolak dari arti etimologi/studi kata di atas, maka “berhala” dapat didefinisikan sebagai :

F Patung dewa atau ukiran lainnya yang dipuja sebagai “allah” (Maz. 115:3-8). Dalam PB (Perjanjian Baru), seseorang dapat dituduh/disebut sebagai penyembah berhala bila mereka lebih mementingkan benda-benda (misalnya uang) daripada Allah yang dikenal dalam AnakNya, Yesus Kristus (Kolose 3:5).

F Terafim yang berbentuk patung milik satu keluarga tertentu (Hakim2 17:5; I Samuel 19:13) dan dianggap sakral oleh pemiliknya sehingga ia (berhala) tersebut harus disembah. Orang Kristen/umat Tuhan dilarang untuk menyembah benda-benda tersebut (I Samuel 15:23).

F Sesuatu yang dianggap/dipercayai memiliki roh supranatural melebihi kemampuan manusia yang dilambangkan sebagai “allah/ilah” dimana manusia dapat melakukan upacara ritual keagamaan ataupun mempercayakan/menggantungkan kehidupannya di masa yang akan datang (Imamat 20:6).

F Segala sesuatu yang merampas kesetiaan manusia, padahal kesetiaan itu adalah mutlak untuk TUHAN Allah (2 Tim. 2:11-13; I Tim. 5:12; 6:10-11).

Polemik PL menentang keberhalaan, kebanyakannya dilancarkan oleh para nabi dan para pemazmur. Dalam rangka penentangan itu dikemudian hari Paulus menegaskan : “berhala adalah omong kosong, namun demikian punya daya rusak rohani dari setan-setan yang harus diperhitungkan, justru berhala adalah ancaman rohani yang sangat berbahaya (I Kor. 8:4; 10:19-20). Jelas, berhala pada dirinya adalah lompong hampa – buatan tangan manusia (Yesaya 2:8); susunan dan tampangnya menyatakan kesia-siaannya (Yesaya 40:18-20; 41:6-7; 44:9-20); kebesarannya yang tanpa daya mengundang cemoohan (Yesaya 46:1-2); hanya mempunyai penampilan luar kehidupan (Maz. 115:4-7). Para nabi menyebut “mereka” (berhala) secara mengolok-ngolok dengan sebutan gillulim=butir-butir tahi dan elilim=dewa-dewa cilik (Kamus Koehler).

Walaupun segala sesuatu takluk kepada TUHAN (Maz. 95:3), toh ada daya rusak roh jahat, dan praktik keberhalaan menjerumuskan manusia ke dalam hubungan maut dengan “dewa-dewa”. Hubungan dengan dewa apa pun akan membutakan orang yang menghubunginya dengan kebutaan rohani yang mamatikan hati dan akalnya (Yesaya 44:18-20). Dewa atau ilah apa pun yang disembah – sekalipun hanya “abu”, toh itu penuh dengan bisa penipuan rohani. Siapa menyembah berhala, ia akan sia-sia seperti berhala (Maz. 115:8; Yeremia 2:5; Hosea 9:10). Karena realita kuasa kejahatan di belakang berhala itu, maka dia adalah kekejian bagi Yahweh (Ul. 7:25), suatu hal yang menjijikkan (Ul. 29:17) dan adalah dosa paling berat, yakni perzinahan rohani, mengikuti berhala-berhala (Ul. 31:16; Hakim-hakim 2:17; Hosea 1:2).

Perbedaan yang tajam antara TUHAN dan berhala-berhala haruslah dinalar berkaitan dengan hidup, aktivitas dan pemerintahan. Berhala mustahil meramalkan dan membuatnya menjadi kenyataan. Berhala seperti dongeng-dongeng tercecer dalam perjalanan sejarah yang hanya  bergaung dan sirna (Yes. 41:5-7; 46:1-2), tapi Yahweh adalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dan membuatnya benar-benar terjadi (Yes. 41:26-27; 44:7).

Penalaran dalam PB mempertegas dan memperjelas ajaran PL, dimana berhala-berhala adalah tidak berarti dan adalah racun/bisa rohani yang berbahaya. Sekalipun berhala itu bukan dalam wujud benda nyata : gabungan keberhalaan dengan dosa-dosa seks (Gal. 5:19-20; Ef. 4:19; 5:3; I Tes. 4:6; I Kor. 10:7,14) hendaknya dikaitkan dengan keserakahan (I Kor. 5:11; Ef. 5:5; Kol. 3:5).

Ada beberapa alasan mengapa orang Kristen secara sadar ataupun tidak, telah melibatkan diri dalam penyembahan berhala karena mempunyai begitu banyak gagasan yang sesat tentang Allah pada masa kini. Pertama, kita tidak sabar dengan kebungkaman-Nya dalam zaman yang serba membingungkan ini. Kita berpikir bahwa jika Alah itu mahakuasa, maka Ia akan mengakhiri penderitaan dunia ini, jadi kita membentuk seorang allah yang sabar terhadap kejahatan karena alasan-alasan yang sama dengan kita; ia tidak dapat berbuat banyak dalam hal ini. Atau kita berpaling dari kenyataan dan berkata bahwa iblis itu tidak ada. Hal kedua dalam penyembahan berhala adalah bahwa kita menginginkan Allah yang lebih toleran kepada kita, kurang menuntut, lebih tidak “menghakimi”. Suatu komitmen terhadap individualisme mendorong sifat alami kita yang ingin menyembah berhala. Alasan ketiga, sifat konsumerisme yang mendominasi kehidupan orang Kristen, berusaha menemukan allah yang paling sesuai dengan selera manusia.

Jadi, hakikat penyembahan berhala adalah menyenangkan pikiran-pikiran yang salah tentang Allah. Ketika kita menyusun suatu gagasan tentang Allah dari imajinasi kita, penyembahan berhala dalam hati ini sama buruknya dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh tangan kita.. Mereka yang terlibat dalam hal-hal seperti yang disebut di atas, secara sadar ataupun tanpa disadari telah sepakat dengan Thomas Paine yang berkata, “Pikiran saya adalah gereja saya”. Sehingga benarlah apa yang dikatan  teolog Perancis, J. Calvin : “pikiran manusia adalah pabrik berhala”. Dan setiap penyimpangan adalah pemberhalaan (I Yoh. 5:19-21).

 

🧏‍♂️SANGGAHAN TEOLOGIS PASKAH YESUS KRISTUS✝

 

BEBERAPA SANGGAHAN TEOLOGIS TERHADAP KEMATIAN YESUS KRISTUS PADA HARI JUMAT DAN KEBANGKITANNYA PADA HARI MINGGU

 

Setiap tahunnya, umat Kristen di seantero jagad raya ini merayakan Paskah Yesus Kristus. Ada dua babakan perayaan Paskah  yakni Kematian-Nya yang jatuh pada hari Jumat (biasa disebut Jumat Agung) dan Kebangkitan-Nya pada hari Minggu (pagi2 benar).

Namun, apakah tradisi gereja ini sudah sesuai dengan fakta sejarah yang tercatat dalam Alkitab?

Berikut ini pembuktian kekeliruan perayaan Jumat Agung dan Minggu Kebangkitan yang telah dianggap “benar” selama beberapa abad oleh gereja.

 

👉1.    Bila kematian Yesus pada hari Jumat maka perkatakan Yesus yang tercatat dalam Matius 12:40 tidaklah dapat dipercaya karena tidak cukup hari; 3 hari 3 malam (faktanya, 2 malam 3 hari; jadi tekor 1 malam)

👉2.    Bila kematian Yesus pada hari Jumat (yang disebut sebagai hari persiapan menjelang sabat - Luk. 23:54) maka terdapat beberapa keganjilan (sebagai keberatan) antara lain, setelah Yesus wafat pada jam 3 petang hari itu, Yusuf dari Arimatea datang kepada Pilatus menjelang malam meminta mayat Yesus diturunkan dan dikuburkan (Mat. 27:57-58; Mark. 15:42-43). Setelah permohonannya dikabulkan, Yusuf pergi membeli kain lenan untuk membungkus mayat Yesus (Mark. 15:45-46). Jarak antara Golgota ke rumah Pilatus diperkirakan 2 mil atau 3,2 km (Golgota berada di luar tembok Yerusalem kira2 300 m). Jalan menuju Golgota itu sempit dan terbuat dari batu-batu besar. Batu-batu ini semakin lama semakin licin dan membuat orang yang berjalan di atasnya mudah terpeleset. Waktu yang diperlukan oleh Yusuf utk tugas tsb. adalah kira2 1 - 1,5 jam. Sekembalinya Yusuf barulah mayat Yesus dapat diturunkan dengan sangat hati-hati, lalu dibersihkan (karena banyak darah di tubuh-Nya) kemudian di rempah-rempahi/dibalsem. Nikodemus telah menyediakan campuran minyak mur dan gaharu sebanyak 50 kati (Yoh. 19:39). 1 kati = 600 grm. 50 kati = (50 x 600)/1000 = 30 kg.  Waktu yang diperlukan, mulai dari menurunkan mayat Yesus, membersihkan, merempah-rempahi dan menguburkan kurang lebih 1,5 jam - 2,5 jam. Jadi, bila masa persiapan Sabat yang dimaksud adalah hari Jumat maka Yusuf, orang Arimatea, dkk tidak punya cukup waktu untuk menguburkan mayat Yesus karena sudah keburu masuk Sabat mingguan/Sabtu (perhatikan aturan Sabat; Kel. 20:8-10).

👉3.    Bila Jumat yang dimaksudkan sebagai masa persiapan Sabat mingguan (Sabtu adalah sabat mingguan bagi Yahudi) maka Imam2 Kepala dan para Farisi telah melanggar Taurat Musa tentang hari Sabat/Sabtu (Mat. 27:62). Mereka bukan saja melanggar Taurat tapi juga salah berhitung (Mat. 27:63-64) karena mereka kecolongan 2 hari (bahkan para penjaga  hanya berjaga-jaga 1 malam yakni hanya pada Sabtu malam; minggu pagi2 benar/hari masih sangat gelap Yesus sudah bangkit). Seharusnya, sebagai seorang Yahudi (yang sangat teliti dalam hal apa pun), para Imam Kepala dan orang2 Farisi mengatakan pada Pilatus seperti ini, “Tuan, perintahkanlah sejumlah pasukan/prajurit untuk menjaga kubur Yesus, si Penyesat itu hingga besok karena besok adalah hari ke tiga dimana Dia akan bangkit, seperti yang sering dikatakan-Nya. Waduh..., kami sudah salah hitung..., mestinya kubur itu sudah harus dijaga ketika Yesus dikuburkan pada hari pertama. Kami telah kecolongan... Murid-muridNya, bisa jadi telah mencuri mayat pada hari kemarin.” Tetapi Alkitab telah mencatat dengan tepat bahwa para prajurit Romawi telah menjaga kubur itu dari hari pertama. (Mat. 27:66)

👉4.    Bila kematian dan penguburan Yesus berlangsung pada hari Jumat maka Maria, ibu Yesus, dkk tidak akan sempat membeli bahan untuk rempah2, karena menurut penanggalan/kalender Yahudi, sejak jam 6 sore/matahari terbenam pada hari Jumat telah dihitung hari Sabat/Sabtu sehingga umat Yahudi tidak boleh lagi keluar rumah untuk kegiatan2 yang tidak bersifat rohaniah; mereka harus beristirahat menurut hukum Taurat. (Luk. 23:54-56b)

👉5.    Bila kebangkitan Yesus jatuh pada hari Minggu (hari pertama) maka seharusnya Malaikat TUHAN yang ditemui para murid di depan kubur Yesus yang telah kosong akan mengatakan, “TUHAN mu baru saja bangkit beberapa menit lalu. Mungkin Dia masih disekitar sini/belum terlalu jauh dari lokasi ini.” Atau “Dia baru saja bangkit dan sedang menuju Galilea beberapa menit... yach paling lama sekitar 1 jam lalu. Mungkin kalian dapat menyusul-Nya sekarang.” Tetapi sayangnya... malaikat TUHAN tidak mengatakan demikian. Malaikat TUHAN yang dijumpai para murid pada Minggu pagi itu berkata, “Dia telah bangkit dan telah mendahului kamu ke Galilea seperti yang pernah dikatakan-Nya”. (Mat. 26:32, 28:6-7; Mark. 16:7; Luk. 24:6) bdk. Mark. 16:9 versi MNT, TCNT, Clarke, Geneva Bible, Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus. Para murid tahu benar apa yang dimaksud malaikat TUHAN ketika ia berkata, “Dia/Yesus telah mendahului kamu ke Galilea”. Jarak antara Yerusalem ke Galilea lebih dari 45 km. Para murid Yesus mengerti bahwa bila Yesus telah mendahului mereka ke Galilea maka tidak mungkin Ia baru berangkat beberapa menit atau 1-2 jam sebelum kedatangan mereka di kuburan. Yesus telah mendahului mereka sehari perjalanan sebelumnya, yakni pada menjelang akhir hari Sabat/Sabtu. Mereka masih belum dapat bergerak karena aturan Taurat.

👉6.    Bila kebangkitan Yesus pada hari Minggu maka Ia sendiri (Yesus) tidak mampu membuktikan ucapan-Nya pada Ahli Taurat dan para Farisi bahwa “Ia-lah (Anak Manusia) adalah TUHAN atas hari Sabat” (Mark. 2:28; Mat. 12:8). Sabat dalam pemahaman Yahudi adalah hari perhentian/peristirahatan dari segala jenis pekerjaan yang bersifat jasmaniah (kepentingan diri sendiri). Yesus bangkit pada hari Sabat/Sabtu untuk membuktikan bahwa misi penebusan/penyelamatan umat pilihan-Nya telah selesai untuk kemuliaan Bapa-Nya (Yoh. 20:17). 

Dengan demikian, Yesus telah mengatup setiap mulut yang meragukan ke TUHAN-an Nya. Yesuslah TUHAN atas hari Sabat (hari yang diakui oleh bangsa Israel sebagai hari perhentian pekerjaan untuk memuliakan Yahweh/Jehovah).


Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.


💁‍♂️fides quaerens intellectum🧏‍♂️

✝KRONOLOGI PASKAH YESUS KRISTUS PADA PERAYAAN PASKAH YAHUDI🐑









Didasarkan pada perkataan nubuatan Yesus Kristus tentang kematian & kebangkitan-Nya sendiri :

👉For <gar> as <hosper> Jonas <Ionas> was <en> three <treis> days <hemera> and <kai> three <treis> nights <nux> in <en> the whale's <ketos> belly; <koilia> so <houto> shall the Son <huios> of man <anthropos> be <esomai> three <treis> days <hemera> and <kai> three <treis> nights <nux> in <en> the heart <kardia> of the earth. <ge> [Matius 12:40]

 

14 Nisan = Selasa sore/malam (jam 18.01 tlh dihitung Rabu) - Rabu siang/sore (Yom Revi'I / Hari ke-4)

Hari Persiapan Paskah [Musa dan bangsa Israel lakukan persiapan paskah, masih terhitung Selasa sore, 13 Nisan, sebelum jam 18.00] - Malamnya (Rabu, 14 Nisan) Yesus makan paskah. Itu disebut sbg Hari Sabat Besar/Paskah (Bangsa Israel keluar dari Mesir). Pd malam itu juga Yesus ditangkap, diadili dan sudah dianiaya. Esok pagi (masih dlm Rabu, 14 Nisan) DIA disesah, disalibkan (pd jam 9 pg) dan mati pada jam 15.00 (jam 3 petang hari Rabu itu).

 

15 Nisan = Rabu sore/malam (18.01 sdh masuk hari Kamis) - Kamis siang/sore (Yom Khamishi / Hari ke-5)

- Yesus dikuburkan pada jam 18.00 (jam 6 sore/tutup hari Rabu dan mulai hari Kamis) dimulailah perhitungan Hari pertama Yesus berada dalam perut bumi; 1 hari 1 malam – Mat. 12:40. Pada hari inilah Imam2 Kepala meminta Pilatus memerintahkan para prajurit Romawi menjaga kubur Yesus (Matius 26:62-66).

 

16 Nisan = Kamis sore/malam (18.01 sdh terhitung Jumat) - Jumat siang/sore (Yom Shishi / Hari ke-6)

Yesus masih berada dalam kubur. (akhiri hari pertama dan masuk pada hari kedua di dalam perut bumi; 2 hari 2 malam – Mat. 12:40)

 

17 Nisan = Jumat sore/malam (18.01 tlh dihitung sbg Sabtu) - Sabtu siang/sore (Yom Shabbath / Hari Istirahat)

Hari Sabat - Yesus masih berada dalam kubur (akhiri hari kedua dan masuk hari ketiga di dalam perut bumi; 3 hari 3 malam – Mat. 12:40). Dan sebelum Shabbath lewat/berakhir pada jam 18.00, Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Yesus pernah berkata bahwa Ia adalah TUHAN atas hari Shabbath (Mat. 12:8; Mark. 2:28; Luk. 6:5)

 

18 Nisan = Sabtu sore/malam (18.01 sdh dikatakan Minggu) - Minggu pagi/siang (Yom Rishon/Hari ke-1)

Kuburan Yesus telah kosong ketika dikunjungi oleh murid-muridNya pada pagi-pagi benar hari itu. (Mat. 28:6; Mark. 16:2-7; Luk. 24:22-24; Yoh. 20:1-8)

 

 

🙏Semoga bermanfaat ...

 

 

 

💁‍♂️fides quaerens intellectum🧏‍♂️

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉F - TAMAT]📕

 

F. INVESTASI KERAJAAN

Sekilas pemahaman “tabur-tuai” – yang sangat lazim di telinga para petani pada lahan pertanian – serupa dengan istilah yang populer dalam dunia bisnis “investasi”. Dapat dipastikan tidak ada seorang pun yang bergelut dalam dunia bisnis modern saat ini yang tidak tahu apa itu investasi. Sosialisasi istilah ini sungguh luar biasa; hingga para pedagang kaki lima – pedagang emperan toko bermodalkan gerobak – pun sudah tidak asing lagi. Bila dilihat dari harapan-harapan pencapaian hasil maksimal keduanya memiliki peluang yang sama – tabur-tuai dalam areal pertanian dan investasi dunia bisnis atau perdagangan. Perbedaan antara kedua istilah ini dapat Anda simpulkan sendiri setelah penjelasan berikut.

Investasi berasal dari kata invest (bhs. Inggris) yang dapat diterjemahkan dalam beberapa pengertian antara lain menanam (uang, modal), mencurahkan (waktu, uang), memberi kekuasaan atau hak kepada (mis. Mempercayakan penyelesaian kasus di pengadilan kepada Penasihat Hukum atau memberi kepercayaan pada seseorang untuk kepentingan usaha/perusahaan).

Bila dalam artian etimologis di atas kata ini (investasi) kurang jelas bagi Anda maka mungkin Anda akan tertolong untuk lebih memahaminya dengan melihat ciri-ciri investasi sebagai berikut :

👉1. Investasi harus menghasilkan jumlah yang bertambah banyak secara kuantitas – urutan pertama dalam berinvestasi – dan juga kualitas. Misalnya, lebih signifikan membeli 5 ekor sapi lagi sebagai investasi daripada merawat 10 ekor sapi yang sudah ada agar menghasilkan susu lebih banyak.

👉 2. Investasi mengisyaratkan modal awal. Tanpa modal awal tidak ada investasi.

👉3. Investasi menuntut keahlian dan atau menghasilkan kemahiran. Seorang investor pasti memiliki keahlian dan pengetahuan, sedikit atau banyak, atas bidangnya sehingga investasi yang dijalankannya kemungkinan berhasil. Tak ada orang yang berani berinvestasi pada suatu bidang usaha tanpa lebih dulu mengetahui kondisi, seluk-beluk dan prospek dari bidang usaha tersebut.

Pada posisi lain, seseorang yang berinvestasi bisa mendapatkan hasil dalam bentuk ilmu atau pengalaman. Bersekolah dan mengikuti kursus-kursus dapat dikategorikan dalam investasi atau berinvestasi.

👉 4. Investasi selalu bersifat rasionil (masuk akal).

Melakukan investasi pada bidang usaha tertentu harusnya mengikuti skenario yang masuk akal. Memasukkan sejumlah uang dalam nominal yang cukup besar dalam sebuah drum dan berharap seminggu kemudian memperoleh hasil berlipat ganda, jelas bukanlah sebuah investasi karena caranya tidak masuk akal sehat.

Atau lebih baik jangan pula berharap semua investasi dapat menghasilkan jumlah yang berkali-kali lipat dalam waktu sesingkat-singkatnya kecuali bila terjadi mujizat.

👉 5. Investasi mengandung kepastian berhasil di atas 50%.

Hal ini perlu Anda tahu dan pahami secara benar untuk membedakan antar judi dengan investasi, karena judi cuma memiliki ciri-ciri menang-kalah berbanding 50%:50%. Investasi harus dapat menjanjikan kepastian beruntung lebih dari 50% kemungkinan bila tidak maka itu bukanlah investasi. Misalnya, Anda bermaksud membeli sebidang tanah sebagai investasi; Anda harus yakin bahwa nilai tanah tersebut pasti meningkat dalam kurun waktu mendatang. Tapi bila di kemudian hari ternyata tanah itu merosot nilainya karena situasi disekitarnya berkembang menjadi rawan dari sebelumnya aman, ini disebut sebagai resiko berinvestasi. Paling tidak pada awalnya segala faktor mendukung investasi ini menguntungkan di atas 50%.

👉 6. Hasil investasi tidak dapat diketahui sebelumnya.

Investasi selalu mengandung risiko. Hasil-hasil yang 100% pasti tidak dapat disamakan dengan investasi.

👉 7. Investasi tidak melanggar etika atau hukum.

Seorang investor yang taat hukum dan beretika tentu tidak akan menanam sejumlah uang (melakukan investasi) pada bidang usaha yang jelas-jelas melanggar aturan/hukum negara/pemerintah yang berlaku, merugikan kehidupan orang banyak, melanggar hak-hak azasi dan tidak bermoral. Seperti, menanam modal pada bisnis rumah bordil (pelacuran) atau berinvestasi pada lahan ganja, mendirikan pabrik obat-obatan psikotropika.

👉 8. Investasi – lazimnya – merupakan kegiatan memutar atau menjalankan “uang dingin”.

Ini merupakan ungkapan yang membedakan kegiatan berinvestasi dengan berdagang. Dalam dunia perdagangan arus perputaran uang jauh lebih cepat dan dalam jangka waktu yang singkat untuk meraih laba sehingga dikenal dengan istilah “uang panas”. Investasi menjalankan “uang dingin” karena dibiarkan mengendap dalam jangka waktu tertentu sebelum memiliki nilai tambah atau keuntungan.

Sebenarnya pedagang atau wirausahawan dapat dikatakan sedang berinvestasi bila memiliki usaha, gudang atau pabrik yang memenuhi syarat sebagai objek investasi.

👉 9. Investasi dijalankan dalam jumlah yang relatif besar.

Kegiatan investasi menekankan pada quantitas yang jauh lebih besar dari pada menyalurkan hobi. Misalnya, Anda memelihara sejumlah ikan hias pada sebuah aquarium di ruang tamu dalam rumah Anda tidak dapat dikatakan investasi melainkan penyaluran hobi sampai Anda pergi keluar dan membuat beberapa kolam dalam ukuran besar untuk berternak ikan hias tersebut.

👉 10. Investasi memerlukan waktu tunggu.

Sebagian orang mengira bahwa bila ia melakukan investasi untuk bidang usaha tertentu maka hanya dalam sekejap waktu telah dapat meraih laba sesuai perhitungan sebelumnya. Waktu tunggu menentukan mutu suatu investasi.

Andaikata suatu usaha sudah memenuhi beberapa syarat tersebut di atas – walau tidak seluruhnya terpenuhi – maka dengan sendirinya dikategorikan sebagai kegiatan investasi atau berinvestasi.

Bila Anda ingin melibatkan diri dalam dunia investasi maka perlu dipikirkan dan dipertimbangkan baik-baik bahwa kegiatan investasi bukanlah tanpa risiko – sama seperti berbagai jenis usaha bisnis lainnya; bahkan dapat menyebabkan seorang investor bangkrut atau pailit – tetapi hendaklah risiko-risiko tersebut telah diperhitungkan sebagai konsekuensi logis yang harus dapat disikapi atau ditangani secara profesional sehingga tidak berdampak psikologis yang dapat melemahkan atau mematahkan semangat bisnis seorang investor..

Risiko dalam dunia investasi secara umum dibedakan menjadi risiko potensial dan non-potensial. Risiko potensial adalah risiko yang bakal Anda alami yang berkaitan dengan kerugian berbentuk fisik atau materi jika investasi tersebut gagal. Misalnya, Anda membuka toko maka risiko potensialnya adalah rugi, bangkrut, terbakar dan sebagainya. Intinya adalah Anda harus mengeluarkan tambahan uang berkaitan dengan risiko tersebut. Jika Anda bermain saham maka risiko potensial adalah capital loss dan tidak mendapatkan deviden.

Risiko berikutnya merupakan non-potensial yang dapat Anda alami tetapi boleh jadi tidaklah begitu berarti dan tidak menyebabkan kerugian materi. Misalnya, risiko psikologis seperti stress, bosan, gelisah, waktu yang terbuang percuma dan sebagainya.

Selain kedua jenis risiko di atas, masih terdapat pula dua risiko lainnya yakni risiko sistematik dan non-sistematik (unique risk). Risiko sistematik adalah risiko yang dapat terjadi dan dialami setiap investor di mana faktor-faktor pencetus risiko tersebut berada di luar lingkungan intern perusahaan bahkan di luar jangkauan investor. Misalnya risiko akibat bencana alam, campur tangan pemerintah dalam sebuah kebijakan seperti pajak, kuota, proteksi, aneka peraturan tentang perdagangan saham, penetapan kurs devisa, suku bunga dan sebagainya.

Risiko non-sistematik atau unique risk adalah risiko yang dapat dialami investor dimana faktor-faktor pencetusnya berada di lingkungan internal perusahaan itu sendiri atau berada di dalam jangkauan investor. Risiko-risiko ini dapat berupa konflik internal perusahaan, ulah para pesaing, perilaku konsumen dan sebagainya yang tentunya akan bisa di atasi dengan strategi-strategi yang ada, seperti financial strategy atau diversifikasi.

Apa-apa yang barusan Anda baca mengenai sistem investasi yang diterapkan dalam dunia sekuler sekarang ini sebenarnya telah secara gamblang (jelas dan dapat dipahami) tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Yesus dalam beberapa pengajaran pernah mengisyaratkan adanya kegiatan penanaman modal/investasi antara lain seperti yang tercatat dalam Matius 25:14-25 :

👉 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

👉Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

👉 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

👉 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

👉Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

👉Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

👉 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

👉 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

👉 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

👉 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

👉 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

👉 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!”

Ciri-ciri yang menunjukkan adanya kegiatan investasi dalam dunia perdagangan bisa ditemukan dalam Lukas 19:12-13, 15-26 :

👉 “Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.

👉 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

👉 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

👉 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.

👉 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

👉 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.

👉  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.

👉 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.

👉Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.

👉 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.

👉Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.

👉 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.

👉 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.

👉 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.”

Dari kutipan ayat-ayat yang terdapat dalam Injil Matius dan Lukas di atas jelaslah bagi kita bahwa Yesus telah mengajarkan prinsip-prinsip investasi.

Marilah kita mulai - secara cermat - menguraikan atau mencocokkan pengertian dan ciri-ciri investasi yang telah dibahas di atas dengan pengajaran Kristus.

Pertama, seorang - sebut saja investor - memiliki sejumlah uang (modal) dan memberi kepercayaan pada orang lain untuk mengelolanya. Investasi membutuhkan modal yang relatif besar, mitra kerja/usaha (orang-orang yang akan mengelolanya) dan kepercayaan (Matius 25:14; Lukas 19:13).

Kedua, seorang investor harus memperhitungkan secara cermat pembagian modal yang akan ditanamkan (diinvestasikan), kemampuan pengelolanya, jangka waktu, analisa rugi-laba usaha serta risiko-risiko sebagai konsekuensi logis yang akan dihadapi kelak (Matius 25:15, 24-25; Lukas 19:13a, 20-21).

Ketiga, seorang investor tidak saja berhitung di atas kertas tentang risiko kerugian yang akan dideritanya tetapi harus juga bersedia menerima fakta buruknya dan mempersiapkan strategi untuk mengatasi keadaan tersebut sesegera mungkin (Matius 25:26-28; Lukas 19:22-24).

Keempat, bila investasi berhasil memperoleh laba maka sebagai investor yang baik tidak akan segan-segan memberi penghargaan pada mitra usahanya dan menanamkan modal yang lebih besar lagi untuk kelanjutan usaha tersebut atau mengembangkan usahanya pada bidang lain dengan prospek keuntungan yang lebih menjanjikan (lihat kembali, Matius 25:20-23; Lukas 19:16-19).

Selanjutnya, dari segi kebutuhan akan waktu untuk berinvestasi dapat dibagi atas investasi jangka pendek (seperti berdagang, bursa saham, perusahaan jasa) dan investasi jangka panjang (seperti gedung, tanah, mesin pabrik, pendidikan, asuransi) - walaupun ada investasi jangka menengah tapi tidak populer.

Bila kita “pinjam” istilah investasi berjangka waktu ini dalam kaitannya dengan berdiri, bertumbuh dan berkembangnya gereja hingga saat ini maka kita tidak boleh mengesampingkan adanya kegiatan investasi yang telah dirintis oleh “jemaat mula-mula” meskipun tanpa mereka sadari.

Perlu diingat, investasi tidak selamanya dalam bentuk uang tapi investasi pasti memerlukan modal awal.

Mari kita ikuti apa yang telah dilakukan oleh jemaat Makedonia berikut :

👉 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

👉 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

👉 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

👉 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

👉 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. – 2 Korintus 8:15 –

Jemaat Makedonia telah terlibat dalam kegiatan investasi jangka panjang Kerajaan Sorga lewat para Rasul pada waktu itu. Kalau keterlibatan secara perorangan memang tidak diperhitungkan sebagai investasi karena terlalu kecil jumlahnya. Tapi mereka melakukannya secara kolektif sebagai wujud kesatuan tubuh Kristus dengan bermodalkan kekayaan kemurahaan hati. Hasilnya luar biasa... fantastik. Anda telah mengetahui dan melihatnya bukan?

Contoh lain dari bentuk investasi kolektif jemaat lokal yang sangat menguntungkan pertumbuhan, perkembangan dan per-tambahan gereja bisa ditemukan dalam Kisah Para Rasul 4:32-35 :

👉 “Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

👉Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

👉 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.”

Ternyata, jemaat lokal gereja mula-mula telah menjadi investor-investor kerajaan tanpa mereka sendiri menyadarinya atau menyebutkan istilah ini. Fakta sejarah telah berbicara lebih kuat dari sekadar teori ekonomi sekuler saat ini tentang investasi.

Timbul pertanyaan dalam benak kita bersama, mengapa jemaat mula-mula yang jauh lebih primitif bisa mempraktekkannya; kemudian mereka yang bergelut dalam dunia bisnis sekuler pun dapat mengerti dan mengandalkannya untuk kemajuan bidang usaha mereka; tetapi kita, anak-anak Kerajaan tidak memahaminya bahkan cenderung untuk menghindari dan mengabaikan sistem bisnis seperti ini.

Seorang investor bisnis sekuler akan selalu mempersiapkan modal dan melihat lahan bisnis baru yang memiliki prospek yang menggiurkan dengan harapan-harapan perolehan keuntungan yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Ironisnya, kita yang menyebut diri sebagai anak-anak Kerajaan karena Kristus telah tersingkirkan dari arena bisnis seperti ini. Kita hanya bisa melihat diri kita dan “warung kecil sekitar dada” (biasanya dimiliki oleh para pedagang kaki lima) sambil tertunduk malu tanda tak berdaya menghadapi persaingan bisnis modern yang sarat strategi, visi dan misi ini. Pada hakekatnya kita telah mengecilkan status dan kemampuan atau potensi yang ada pada setiap kita dan demikian kita telah menyia-nyiakan berkat Bapa sekaligus mempermalukan Dia dihadapan para lawan-Nya.

Mungkin Anda berkata, saya tidak bisa berinvestasi karena modal awal terlalu kecil dan berbagai alasan klasik untuk menghindarinya, tapi sebenarnya Anda bisa secara kolektif melakukannya. Anda haruslah menyadari bahwa Anda terhisap dalam anggota tubuh Kristus yang sementara bergerak menuju lahan bisnis Kerajaan yang sangat menjanjikan pertambahan nilai atau labanya. Kristus berkata, “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”. Ini merupakan prospek bisnis yang pasti menguntungkan Kerajaan.

Yesus Kristus adalah seorang Investor Kerajaan yang tiada bandingannya. Ia menginvestasikan kekayaan, kemuliaan dan bahkan hidupNya untuk meraih laba maksimum demi kepentingan Kerajaan.

👉 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

👉 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

👉 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!” – Filipi 2:5-12 –

👉 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” – 2 Korintus 8:9 –

Seorang pemodal bila ingin berinvestasi dalam bidang perdagangan misalnya, haruslah memiliki keberanian untuk membeli barang-barang guna kepentingan usahanya. Seperti gedung serta segala isinya (barang-barang dagangan). Dalam kurun waktu tertentu, pemilik modal mengharapkan keuntungan dari apa yang telah diinvestasikannya. Alkitab mencatat bagi kita dengan jelas bahwa “kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”.

Kristus telah melakukan pembelian secara tunai dengan menggunakan alat pembayaran darahNya sendiri untuk memperoleh kita sebagai modal Kerajaan. Ia telah menginvestasikan hidupNya untuk memperoleh hidup kita seutuhnya. Keuntungan yang diharapkan dari sistem investasi ini adalah kita harus memuliakan Allah, Bapa di sorga dengan tubuh kita atau seluruh kehidupan kita dan memperlebar KerajaanNya.

Saya tidak bisa sendiri, Anda pun tidaklah sendiri. Kita tidak bisa melakukannya sendiri-sendiri. Ini lebih dari sekedar mega proyek. Kita perlu tim berinvestasi karena modal yang diperlukan tanpa batas.

Mungkin Anda yang sedang membaca buku ini adalah seorang investor dunia bisnis sekuler dan juga adalah anggota jemaat dari suatu gereja lokal. Maukah Anda melirik dunia bisnis rohani yang menjanjikan keuntungan kehidupan dalam kekekalan? Kristus sedang mencari para investor rohani yang berani mengambil keputusan untuk melibatkan diri dalam bisnis kekekalan ini. Inilah ajakan dan sekaligus tantangan berbisnis Yesus :

👉 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” – Matius 6:19-21 –

Paulus, sang rasul menambahkan :

👉 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

👉 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

👉 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. – I Timotius 6:17-19 –

Selanjutnya, penulis kitab Yakobus dengan tegas memberi peringatan karena kasihnya,

👉 “Hai kamu orang kaya, pergilah kamu menangis dan meraung sebab segala siksa yang akan datang ke atasmu.

👉 Maka kekayaanmu sudah binasa, dan pakaianmu sudah dimakan ngengat.

👉 Emas perakmu sudah berkarat dan karatnya akan naik saksi atasmu, dan memakan dagingmu sebagaimana api. Kamu sudah menghimpunkan harta pada akhir zaman.” – Yakobus 5:1-3 –

Setiap kegiatan investasi pasti memperhitungkan keuntungan akhir. Bila terjadi laba maka pasti menambah kekayaan atau harta dari pemilik modal atau investornya. Dalam banyak hal, dengan bertambahnya kekayaan membuat pemiliknya menjadi lupa diri bahkan tidak sedikit orang-orang kaya yang melupakan TUHAN dan selalu menghindar atau merasa menyesal jika sebagian hartanya dipakai untuk menopang pelayanan pekerjaan TUHAN. Ini adalah ancaman terbesar bagi keselamatan jiwanya.

Rasul Paulus benar dalam menanggapi fenomena pengejaran kekayaan duniawi yang sangat melelahkan manusia :

👉 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

👉 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. – I Timotius 6:9-10 –

Dan jauh sebelum Saulus si “pembantai manusia” bertobat dan menjadi rasul Kristus, seorang konglomerat yang hingga era paling modern ini belum ditemukan saingannya baik dalam harta kekayaan maupun dalam hikmatnya - raja Salomo - telah memberi tanggapan bijaknya,

👉 “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?” – Pengkhotbah 5:9-10 –

Kemudian, dari hasil pengamatan terhadap kehidupan orang-orang kaya pada masanya, raja bijak ini berkata,

👉  “Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

👉 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya. Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatu pun yang dapat dibawa dalam tangannya. Ini pun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikian pun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.” – Pengkhotbah 5:12-16 –

Penanaman modal (investasi) dunia bisnis sekuler berisiko rugi baik materil maupun imateril; tapi bila Anda, seorang investor, melibatkan diri dalam bisnis Kerajaan tidak akan pernah rugi. Coba pikirkan apa yang pernah dikatakan Yesus :

👉 “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." – Matius 10:42 –

Jika kita gunakan daya nalar maka akan terbentuk suatu pemahaman yang dapat diterima akal sehat. Sedangkan “secangkir air sejuk” dapat memberi keuntungan, apalagi jika sejumlah besar uang dan harta atau kekayaan kita diinvestasikan dalam bisnis Kerajaan Kristus? Ini bukanlah slogan hampa sekedar basa-basi seperti yang biasa disodorkan dunia bisnis sekuler. Ini adalah jaminan dari Yesus Kristus. Dia tidak mungkin berdusta atau ingkar janji.

Satu hal yang pasti “bersama Kristus kita melakukan perkara-perkara yang besar” untuk kepentingan Kerajaan.

👉 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!”

Kini, pilihan itu ada di tangan Anda. Melibatkan seluruh kemampuan pribadi dan modal yang Anda miliki dalam lahan bisnis paling menguntungkan yang ditawarkan Kristus atau harus kembali ke rumah Bapa tanpa laba dan tertunduk malu ????

Saya mengajak Anda, “bergabunglah dalam sistem investasi Kerajaan Kristus maka Anda - dan kita sekalian - akan segera melihat lahan-lahan bisnis subur yang memiliki nilai pertambahan menakjubkan. Jadilah salah satu pemegang saham dari total nilai bisnis investasi yang ditawarkan. Prospek perolehan keuntungannya sangatlah besar karena segala jerih payahmu tidaklah sia-sia.

Detik-detik sebelum Anda mengakhiri bacaan dan menutup bukunya, ijinkanlah saya menaruh kalimat-kalimat ini dalam benak Anda untuk direnungkan :

“Semua harta atau kekayaan jasmani yang kita tanam dalam dunia bisnis sekuler akan berbalik menanam kita ke lubang kubur dan semuanya berakhir di sana; kecuali kita mau sedikit menginvestasikannya dalam bisnis kekekalan Kristus dimana kita tidak akan pernah kehilangan apapun.”

Saatnya saya harus undur diri dari ruang baca Anda dengan sebuah pesan kebenaran, “berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

BAPA YESUS... TUHAN Allah yang kita imani pasti menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita semuanya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya supaya terpujilah kasih karunia-Nya atas kita. Amin.


THE END

NIL NISI CHRISTUM