Halaman

Rabu, 29 Juli 2026

KESELAMATAN PART 1 : HELKUO (Ditarik)



Ambiguisme Keselamatan.

Pertanyaan dan Pembahasan klasik : Adakah Keselamatan diluar Yesus?

‎Latar belakang penulisan ini berawal dari  perdebatan saya di media sosial mengenai konsep keselamatan (soteriologi) dalam iman Kristen. Ironis saat kita mengklaim diri sebagai  Kristen, bersliweran sebagai Pengajar ,tapi  berbicara tentang keselamatan dengan sikap yang ambigu , tidak tegas, ‎masih ada kerelativitasan , lalu  statement dari rabbi yahudi  yang tidak menerima Kristus dijadikan pijakan untuk keselamatan. 

Humanis Sekuler (Diperbudak Filsafat Dunia)

Banyak orang Kristen yang jatuh ke dalam pemikiran humanisme sekuler. Salah satu contoh yang cukup populer dari figur seperti Brian Siawarta. Pemikiran ini menyatakan bahwa “walaupun seseorang tidak percaya Yesus, asalkan ia berbuat baik, maka ia akan selamat.”

‎Penyimpangan ini biasanya dipicu dua faktor: 

‎ 1) Faktor Emosional:  pertanyaan sentimental seperti, "Bagaimana dengan orang-orang baik atau  yang berada di pedalaman dan belum pernah mendengar Injil?"
‎Dari sinilah tercetus gagasan keliru bahwa Tuhan akan memperhitungkan kebaikan moral manusia sebagai penentu keselamatan. Mereka sering kali menggunakan ayat-ayat dari Kitab Roma 2:16 secara keliru untuk berargumen bahwa Tuhan akan menghakimi orang-orang tersebut hanya berdasarkan hati nurani mereka.

Roma 2:16 " Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah , sesuai dengan Injil yang kuberitakan  akan menghakimi segala  sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus"

Ini yang sering disebut Kristen Progresif, sebenarnya lebih tepatnya Kristen Marketplace. Anugerah Tuhan diobral obral murah mirip barang cuci gudang diakhir tahun. Padahal Anugerah /Kasih Karunia Tuhan itu mahal. Tidak bisa disogok atau dibeli atau diusahakan. 

‎ 2)  Kubu Sinkretisme (Membawa pemahaman lain seperti  "Taurat Nuh" ke dalam Kekristenan)
‎Terjebak dalam sinkretisme (percampuran iman) ala Yudaisme, dengan kebablasan mengadopsi apa yang mereka sebut sebagai Taurat Nuh (7 Hukum Noahide).
Ketika 'Guru denial " menggurui di media sosial,  mereka yang sebenarnya masih dalam pencarian mengatakan kita terlalu dogmatik. Denial ( Penolakan akan fakta yang jelas terpampang didepan mata,karena  merusak ego ).  Repot ketika ego dan kepentingan tertentu yang bermain, hal yang biasa terjadi di mimbar - mimbar, politik dll dll, ketika diri overclaim menganggap sudah "master" lalu bersikap impulsif ketika buah pikirnya terkuliti di publik.
1 pertanyaan yang sering saya lempar : " Dimana posisi kita ?" Alam bawah sadar kita  harus tetap mensugesti " I'm Christian " .

Ya,  Beberapa tahun lalu saya sudah menyelesaikan 'fase' itu, dimana dulu banyak yang euforia menyebut diri adalah seorang "Freethinker " ( pemikir bebas )  , yang gemar memposisikan diri sebagai " Pembela Akal Sehat " , ini efek psikologis yang terkadang menjebak orang lain  dengan label " dogmatis " (yaitu  orang beragama itu mematikan nalar sehat) .
Itu separuh kebenaran, karena sering juga mereka yang mengatakan itu hanya sebagai bentuk pertahanan diri karena kurang ilmu. 
Yang benar adalah : Kita mempelajari ilmu-ilmu , sains, filsafat, dll tapi segala ilmu-ilmu harus korelasi ke Alkitab. Alkitab telah meletakkan dasar-dasar Pengetahuan ( Tentang Tuhan. Moral dan Etika, Psikologi,  Medis, Politik, Pengetahuan dunia, Tentang zaman , dll bahkan hal hal yang akan terjadi mendatang )

✍️ Bagi banyak orang Kristen, istilah "Taurat Nuh" mungkin terdengar asing. 

Menurut Kristen abu-abu ini : Jika  di Israel ada Taurat Musa, maka untuk bangsa bangsa diluar Israel (goyim) ada Taurat Nuh sebagai panduan moral.  

Fakta :  Taurat Nuh adalah tradisi para rabi Yahudi yang mengatakan bahwa bangsa-bangsa di luar Israel diberikan 7  panduan moral dan nantinya akan dihakimi berdasarkan hati nurani mereka. Kubu sinkretisme ini membuat argumen yang membingungkan : “Yesus tetap menghakimi, tetapi standar penghakimannya memakai Taurat Nuh.” 

Ujung-ujung dari kedua pandangan di atas sama saja: mereka menyatakan bahwa ada keselamatan di luar Yesus. Mereka enggan menjadikan Kristus sebagai satu-satunya keabsolutan. Ketika ditanya, jawabannya selalu ambigu.

ini  contoh keambiguan itu : "Ya , memang Yesus yang menghakimi ,tidak ada yang menghakimi selain Yesus tapi Penghakiman itu didasarkan pada hari nurani yang dilandaskan pada Taurat Nuh itu.Taurat Nuh itu adalah panduan moral " 

jawab : Bukankah itu sama saja Yesus menghakimi dengan perbuatan  ?  Now, saya mau tanya apa Standar Kebaikan Manusia di Hadapan Tuhan?

✍️‎Satu hal yang perlu kita sadari: batas antara kebaikan dan kejahatan itu sering kali setipis tisu. Sebagai contoh, saya mungkin bingung ingin menyebut Hitler itu jahat atau baik ? antara kekejamannya ke bangsa lain VS banyaknya kontribusinya ke  negaranya  (salah satunya melarang kekerasan pada hewan). Lalu, mana yang sebenarnya lebih jahat : kaum agamawan amoral yang sengaja memelintir ayat demi membela dosa dan menjual nama Tuhan demi meraup mamon (kekayaan), konspirasi dan kelicikan para agamawan yang berbalut ayat atau...  Hitler yang memang sejak awal bukan orang religius?

‎standar "baik" dan "jahat" menurut dunia itu sangat relatif. Lantas, standar kebaikan seperti apa yang mau Anda tawarkan kepada Tuhan?🤷

Keselamatan karena perbuatan baik?

Jika Anda berpikir manusia bisa selamat melalui hati nurani dan perbuatan baiknya, perhatikan tiga poin Alkitabiah ini :

  • Tidak ada yang benar: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan ( bahasa asli :  mengalami penyusutan )  kemuliaan Allah." (Roma 3:23) . Kemuliaan : terang 
  • ‎Betapa liciknya hati manusia: Hati manusia itu lebih licik daripada segala sesuatu; tidak ada yang dapat mengetahuinya selain Tuhan (Yeremia 17:9)
  • ‎Kesalehan manusia itu cacat: "Segala kesalehan kami seperti kain kotor." (Yesaya 64:6) 

‎Dengan tiga realitas menggenaskan ini, bagaimana mungkin manusia bisa mencapai keselamatan dengan usahanya sendiri ?

‎ Kekeliruan Dogma "Taurat Nuh"

‎Mari kita bedah secara jernih mengapa konsep Taurat Nuh ini sangat berbahaya bagi iman Kristen.

1. Menghilangkan Makna Salib Kristus

‎Taurat Nuh (7 Hukum Nuh) adalah konsep buatan sekelompok rabi Yahudi yang menyatakan bahwa bangsa non-Israel yang menuruti hukum tersebut akan masuk ke dalam Olam Ha-Ba (dunia yang akan datang/kekekalan).

Pandangan ini secara total melenyapkan urgensi penyaliban Yesus. Jika manusia bisa selamat dengan melakukan Hukum Nuh, maka tidak perlu ada penebusan darah. Terserah orang mau melabeli saya apa, tetapi bagi iman Kristen saya: segala bentuk pendistorsian terhadap Salib Kristus—baik secara halus maupun kasar—adalah manifestasi Antikristus.

Sangat aneh ketika dogmatika krusial Kristen justru dibangun di atas fondasi pemikiran rabi Yahudi yang menolak Yesus sebagai Juruselamat. Ironisnya, saat kita menegaskan bahwa di luar Kristus , manusia pasti binasa, kita justru dituduh menghakimi. Edodoe... susah kalau sudah begini. Ini adalah sikap kompromistis dua kaki yang membuang  keabsolutan ( Absolut : tak ada tawar menawar ) . Terlalu Roma...keselamatan jadi mirip tawar menawar belanja cabe. Padahal, arti kata Aletheia (Kebenaran) adalah sesuatu yang mutlak, absolut, dan tidak mengenal kata relatif!

‎2. Taurat Nuh bukan Perjanjian ke bangsa -bangsa lain 

Mazmur 147 : 19-20 "Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal"

Taurat ( Hukum ) hanya diberi ke Israel, itu adalah panduan dalam sistem kemasyarakatan, seperti bangsa indonesia yang punya Hukum ( UUD 45),Perjanjian YHVH ( Yesus ) ke Nuh adalah tidak adanya lagi banjir seluruh bumi dan diberikan "busur" Nya di langit. 
Kejadian 9:9-13 (TB)  👇

"Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,  Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."
Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi

sugesti ular tua yang ingin mengurangi bobot /nilai/makna salib ini masuk ke Kekristenen.  Perjanjian tak ada lagi air bah, diganti jadi perjanjian 7 Hukum.

KESELAMATAN YANG BENAR 

Yohanes 6 :44
" Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku ,dan Ia akan Kubangkitkan pada Akhir Zaman "
οὐδεὶς δύναται ἐλθεῖν πρός με, ἐὰν μὴ ὁ πατὴρ ὁ πέμψας με ἑλκύσῃ αὐτόν, κἀγὼ ἀναστήσω αὐτὸν ἐν τῇ ἐσχάτῃ ἡμέρᾳ.
"oudeis dunatai eltein pros me ean me ho pater ho pempas me helkuse auton kago anasteso auton em te eschate hemera 

HELKUSE ( Helkuo / Helko ) : Menarik, Menyeret .

Beberapa puluh tahun lalu , saya juga berpikir bahwa ketika Tuhan memanggil , maka itu juga tergantung respon kita. Ternyata bukan. Kalau Tuhan sudah memilih siapa yang Tuhan kehendaki untuk selamat, itu PASTI. Murni dari pihak Tuhan sendiri, tak ada sedikitpun intervensi kita. Benar benar DITARIK.

Ada 8 kali di alkitab : 

  1. Yohanes 6:44 ... Jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa  ." 
  2. Yohanes 12:32 " Dan Aku apabila Aku ditinggikan dari bumi , Aku  akan menarik semua orang kepada -Ku. 
  3. Yohanes 18:10 " Lalu Simon yang membawa  pedang ,  menghunus ( menarik ) pedang itu .."
  4. Yohanes 21: 6 " lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi,karena banyaknya ikan "
  5. Yohanes 21:11  " ....Simon Petrus naik ke perahu dan menarik jala ke darat " 
  6. Para Rasul 16:19 "....Mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret kedua duanya  ke pasar"
  7. Kisah Para Rasul 21:30  "mereka menangkap Paulus dan menyeret dia  keluar dari ..."
  8. Yakobus 2: 6 “ ...orang-orang kaya menindasmu, dan menyeretmu ke  takhta pengadilan?”
Jadi, ya Keselamatan itu digambarkan seperti orang menarik jala ke darat, yang berisi ikan. Bukan tawar menawar harus dengan persetujuan si ikan wkwk. Tuhan menarik,  menyeret siapa yang mau Dia tarik .Jadi , sesuai dengan Yohanes 6:44 , saat ini orang orang yang menjadi percaya dan berbuah untukNya, itu semata mata karena BAPA itu yang menarik, sedikitpun bukan karena usaha manusia. Inilah tafsir yang benar Keselamatan hanya ada melalui Dia.

Kisah rasul 4:12
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan " 

Lalu bagaimana ayat ini tadi ? bukankah katanya berdasarkan hati nurani ? 

Roma2:16 " Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah , sesuai dengan Injil yang kuberitakan  akan menghakimi segala  sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus"

itu korelasi ke Yeremia 31 
Yeremia 31:31: "Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum
 Yehuda."

31:33: "Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."

PERJANJIAN BARU (BRIT HADASSAH ) tergenapi di Salib.  Bukan lagi  ke  Taurat Musa / Hukum Fisik, yang peraturan dan tafsirnya banyak ditambah-tambah oleh Ahli Taurat. Bukan lagi  harus "nyontek " peraturan nomor sekian . Setelah  YESUS DISALIB  dan mengatakan TETELESTAI, maka Yesus menaruh Hukum ( TorahNya ) di hati / pikiran bangsa Israel dan orang -orang percaya. Yesus sendiri (atau Roh Kudus )  yang berbicara, menggerakkan dan memberi tanda melalui intuisi dan akal budi. 
 👉 Kebergantungan penuh padaNya ,seperti anak yang bergantung dan ikut arahan Bapaknya. Itu yang Yesus mau sejak di Eden tetapi  telah dirusak oleh Iblis. Kebergantungan pada Tuhan , Iblis alihkan ke kebergantungan akannya  melalui "Dunia " ( sistem ). Dan  Itu yang ingin dipulihkan melalui Salib.

Untuk menyikapi zaman ini, perlukah nyontek ke Taurat Musa dengan segala aturan tambahan didalamnya ? 
" Oh peraturan nomor sekian kita jangan terima implan chip "
Tanpa anda lakukan itu, Ketika Yesus (Roh Kudus ) ada di dirimu, Roh Kudus memberikan pencerahan demi pencerahan yang melebihi dari aturan tertulis,
contoh sederhana : Memberi tempat duduk ke ibu hamil di bis, apakah ini ada dalam hukum formal yang tertulis di kertas (aturan tertulis ?  ) 
Tapi Kenapa hati nurani kita lakukan itu ? 

Begitupun cara kerja Tuhan. Tuhan berbicara dan memberi kode melalui hati nurani dan akal budi kita ,apa yang harus kita lakukan untuk Nya. Kalau hanya etika untuk mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakat, setiap negara sudah ada Undang-Undang, toh...

Tetap kuncinya Roma 2:16  adalah  PENEBUSAN , KEMATIAN, SALIB YESUS. Menerima Kristus.
Ini tidak boleh kita buat relatif hanya karena perasaan perasaan sentimentil : 
"bagaimana dengan orang di pedalaman yang belum mendengar Injil "?
" bagaimana dengan orang orang humanis , yang baik dll dll" ?

Kita ini rupanya mau menjadi Tuhan diatas Yesus lagi yang mengintervensi gerakan, keputusan dan caraNya. Kita rupanya mau membuat Tuhan yang tergantung pada kita bukan kita ciptaan yang bergantung penuh padaNya dan semua pemikiranNya.
🙋Kalau Tuhan mau , apa Tuhan kekurangan cara??
Kalau Tuhan mau, manusia yang hidup di pulau sentinel sana, apakah  Tuhan tak bisa datangkan misionaris ? 
Di tanah Batak , misionaris pertama Lymann Munson dimakan, dan 28 tahun kemudian datanglah Nomensen.
🙋Kalau Tuhan mau, bahkan tak perlu manusia lain,  Tuhan  bisa membuat seperti pengalaman  Paulus yang dijumpai secara pribadi dalam penglihatan supranatural. 
atau saat  si Polan tidur, Yesus datang dari mimpi . apa susahnya??
Coba baca kisah David Flood yang bermisi ke pedalaman Afrika yang hasil pelayanannya hanya 1 anak kecil penjual ayam dan telur.  Tapi setelah dewasa , anak itu menjadi penginjil , pemimpin gereja besar dan memenangkan ratusan jiwa di Zaire, punya 32 pos penginjilan , Rumah sakit dan Pusat Sekolah Alkitab.
🙋Kalau Tuhan mau, anda ada dibawah bunker 10000 meter pun, Tuhan akan tarik.
Bahkan saya pernah mendengar kesaksian seorang hamba Tuhan wanita sekaligus penyanyi rohani , dimana anaknya bertobat hanya karena melihat hewan-hewan.

Kenapa Sibuk memikirkan Cara Tuhan, kita harusnya disibukkan dengan apa kapasitas tugas kita? Tugas kita memberitakan saja.

Jadi KESELAMATAN , murni karena Bapa yang MENARIK/ MENYERET, 1% pun tidak ada karena usaha kita, atau karena kebaikan.  Ini ada hubungan dengan :
 ✅HYPERGRACE ( Kasih karunia yang melimpah versi Paulus yang benar, bukan versi Pseudo - expert / guru palsu yang bersliweran di media sosial yang mengajarkan bebas berbuat kejahatan sampai mati karena pasti selamat ) dan 
✅PREDESTINASI (versi Alkitab .  Berhubungan dengan GORAL atau TAKDIR  dalam perspektif Ibrani yaitu : Bagian yang ditentukan Tuhan ,  seperti undian yang dilempar tapi keputusan berasal dari Tuhan , Amsal 16 :33 ) 

sekali lagi, tugas kita hanya bekerja. 

Next time, saya bahas tentang Hypergrace dan Predestinasi . Yesus memberkati kita semua, tanx for all the support...


0 comments:

Posting Komentar