Halaman

Selasa, 25 Agustus 2026

BERTINDAK (Naaseh) dan MEMAHAMI (Nishma)






Salam sejahtera...

Seringkali pola yang kita jalani dalam pekerjaan Tuhan,  adalah pola yang Tuhan kasi juga ke bangsa Israel di masa lampau :  
Dimana Pemahaman didapat setelah Ada Tindakan . Sederhananya ,
Bertindaklah  nanti engkau akan mengerti. 
Beberapa bulan lalu saya membaca sebuah artikel tentang realitas bagaimana org Ibrani berpikir tentang ini : 
👉Bertindak - paham
👉Bergerak  - mengerti
Sebuah panggilan untuk melangkah terlebih dahulu, agar dari langkah tersebut pemahaman itu tersingkap.

Kisah Yosua pasal 6 Kenapa prajurit Israel harus 7 hari mengelilingi Tembok Yerikho?
Dan mereka bertindak saja.
Seperti kisah seorang misionaris yang digerakkan ke Afrika ( David flood ) sempat mengalami  kekecewaan dan meninggalkan Tuhan karena kehilangan istri dan anak .  apalagi hanya ada 1 anak kecil yg mendengarkan mereka di pedalaman zaire, Afrika. Tapi kemudian sejarah mencatat , anak itu menjadi penginjil luar biasa dan membangun sekolah, gereja dll
Ada hal kecil atau hal sederhana di hidup yang sering juga kita lakukan, yang adalah dorongan dari Dia dan itu digerakkan melalui intuisi.
Disini yang perlu adalah ketajaman hati apakah hanya dorongan emosional atau dorongan Roh Tuhan. dan dorongan Roh Tuhan lazimnya memberikan keberanian, siap menerima resiko, dan untuk tujuan yang mulia, dorongan kuat yg jika tak dilakukan terasa seperti hutang batin . Suara-suara itu kerap hadir dalam bentuk arahan sederhana : 
"Masuk kesana "
" Keluar dari sana "
"Pindah kesini "
"Perjuangkan ini"
" Bersuara untuk ini "

Dasarnya ada perbedaan pola barat dan Ibrani : 
✍️Pola Pikir Barat/Yunani : Memahami atau menganalisis secara rasional terlebih dahulu, baru kemudian memutuskan untuk berkomitmen atau bertindak.
✍️Pola Pikir Ibrani: Meletakkan tindakan (Na'aseh = kami akan melakukan) sebelum pemahaman (Nishma = kami akan mendengar/menyimak/memahami).

Pengalaman membentuk kesadaran. 

Dalam kata "Shema" ( dengarlah ) bukan hanya mendengar, tetapi juga melakukan apa yang didengar. Bagi orang Ibrani, kebenaran baru benar-benar dipahami setelah seseorang mengalaminya melalui ketaatan dan tindakan nyata. 

Sekilas, gagasan untuk "bertindak dulu  baru memahami " tampak berisiko, bahkan "ngeri-ngeri sedap". Jadi, kuncinya terletak pada keterhubungan dan kebergantungan yang intim dengan Tuhan.

Pikiran dan rasionalitas manusia rentan terdistorsi (menyimpang) oleh cara duniawi. Tindakan yang sekadar bersandar pada pembenaran diri sering kali berujung pada kekacauan. Dan pemulihan yang dikerjakan Kristus atas kejatuhan Adam pada dasarnya berpusat pada pemulihan hubungan dan kebergantungan mutlak. Ketika sebuah intuisi berakar dari otoritas Ilahi, orientasinya bermuara pada penggenapan rancangan-Nya yang lebih besar. 

Jika intuisi benar dari Tuhan, hasilnya akan mendatangkan rencana Tuhan yg lebih besar . Terlebih di zaman sekarang yg tidak bisa kita harapkan semakin baik,
Kejahatan meningkat, Emphaty terkikis. Sistem yang telah rusak dalam dunia agama ,dunia  kesehatan, dunia politik.
Keterhubungan yang erat dengan Tuhan, didukung oleh lingkaran komunitas yang sehat dan cerdas, akan menajamkan intuisi tersebut. Tuhan yang sama yang bekerja di zaman purba melalui tanda-tanda, hari ini pun sering kali memberikan CODE  CODE kepada kita, yang sayangnya sering kali terabaikan.

Nikmati journey denganNya...

Yesus Bapa memberkati 

0 comments:

Posting Komentar