Halaman

Rabu, 16 September 2026

TEFILLAH : YESUS BERDOA KE SIAPA?








‎DOA ( TEFILLAH ) 

Mazmur 72 :20 
"Sekian lah doa-doa ( Tephillah) Daud bin isai" 

Sebenarnya ada beberapa bahasa Ibrani untuk doa, Salah satunya Tefillah . 
Worldview (sudut pandang ) kita banyak dipengaruhi pengertian barat. Salah satunya tentang DOA. Dalam perspektif Ibrani arti doa itu lebih dalam dan menyentuh kebatin ,bukan hanya meminta.  Jadi ketika kita sudah tahu apa definisinya, maka itu akan sangat berpengaruh kepada tindakan dan Pemikiran yang lebih dalam untuk kita menjalani kehidupan. Sekaligus agar tidak bingung lagi" Tuhan kok berdoa ya ?"  Jika Yesus adalah Tuhan Allah yang kita panggil Bapa, lalu ke siapa Dia berdoa ? Apakah ada yang lebih tinggi dari Yesus ?
‎

‎DOA ( TEFILLAH ) berasal dari kata kerja palal
‎פָּלַל

‎yang secara harfiah berarti menghakimi dan bentuk reflektifnya menjadi l'hitpalel (lehitpalel) yang berarti menghakimi /menilai diri sendiri atau bercermin di hadapan Tuhan. Dalam tradisi Ibrani bukan sekadar meminta sesuatu kepada Tuhan, tetapi sebuah proses introspeksi diri, melihat posisi kita di alam semesta, dan menyelaraskan hati dengan dengan DiriNya.

‎
‎Pilar-Pilar Utama Doa Ibrani

‎✍️Berdoa dalam akar Ibrani bukanlah usaha untuk mengubah pikiran Tuhan, tapi cara  bagi manusia untuk mengevaluasi hati, menyelaraskan diri dengan kehendak-Nya, dan bertransformasi (berubah ) . Tokoh-tokoh Alkitab sering kali menunjukkan doa sebagai sebuah dialog yang jujur, bahkan pergulatan batin dengan Tuhan (seperti Yakub yang bergulat dengan Tuhan atau doa-doa keluh kesah dalam Kitab Mazmur. Tefillah disebut sebagai Avodah sheba-lev, yang berarti "ibadah atau pelayanan di dalam hati" . 
Jadi di dalam hati pun , diperhitungkan. Walaupun suara tidak keluar menggema  seperti sinetron Indosiar ya pemirsa..😁

‎Ikatan Hubungan (Connection).

Kata lain yang dekat dengan konsep doa dalam pemikiran Ibrani adalah toref, yang berarti mengikat atau menyatukan. Tefillah berfungsi sebagai jembatan untuk mengikat jiwa manusia (mikrokosmos) dengan Tuhan (makrokosmos).
‎
‎Bukankah di dalam lini apapun yang paling utama dulu adalah hubungan atau relasi? baik di dalam pernikahan antara suami dan istri , di dalam dunia kerja antara bos dengan pegawai, di dalam gereja antara pendeta dengan jemaat, antara jemaat dengan jemaat juga, antara orang tua dengan anak , antara pertemanan, bukankah semuanya dimulai dulu dengan sebuah hubungan yang intim baru memahami banyak hal? 

Ambil contoh institusi pernikahan. Waktu pasangan suami-istri meningkatkan indeks keintiman, mereka berangsur-angsur memahami isi hati masing-masing (atau setidaknya, belajar menebak isi kepala saat pasangan berkata "Terserah"). 
Soalnya kata "Terserah " ini kadang sama sulitnya dengan menguak kasus pembunuhan berantai , kan? 😁Melalui mekanisme introspeksi berkala, komunikasi dalam  (deep talk), dan waktu berkualitas  (quality time), sebuah relasi dapat diselaraskan secara harmonis menuju visi bersama. Tanpa itu semua, pernikahan berisiko berubah menjadi sekedar joint venture ( kerjasama ) pengurusan cicilan rumah.

‎Begitu juga yang Tuhan harapkan dari kita paling utama adalah keintiman. Inilah kerusakan yang terjadi pada awalnya di Eden, karena  hubungan manusia dengan sang sumber terputus, maka yang terjadi adalah kemandirian moral, efeknya  sampai sekarang manusia cenderung memakai "pintar-pintarannya" sendiri, kita sering jadi mahluk otonom yang sok tau , sering merumuskan kebijakan-kebijakan sendiri tanpa peran Tuhan, thats why kebijakan dunia pun , program-program nya  bermuara ke  pemerintahan tunggal , Antikris ,bukan lagi visi Tuhan. 

Kenapa  banyak terjadi kekacauan di dunia?  karena ideal awal itu sudah rusak 
( akibat dosa ),  termasuk dalam soal pengetahuan , maka tugas kita adalah :
  1. Mengembalikan kemandirian itu berdasarkan pengetahuan dari Tuhan
  2. Meluruskan  defenisi-defenisi yang salah berdasarkan Alkitab
Kenapa Alkitab ? Ya, karena kita percaya pada Tuhan Musa yang orang Ibrani.
worldview Ibrani ada dalam Alkitab , karena Alkitab memuat sejarah dan saya memahami Kristen yang lahir di tanah Yahudi harus berangkat dari logika Ibrani.
( bukan berarti jadi yahudi oplosan ya) 


Yesus berdoa ke diri sendiri

Poin teologis yang penting :
👉Yesus sebagai Role Model Utama (Supreme Rabi)

Paraplesios Meteschen 

Sebelumnya, saya telah membahas Ibrani 2:14, khususnya frasa "paraplesios meteschen " (yang berarti "turut mengambil bagian" atau memiliki keserupaan dalam kebiasaan ). Konsep ini menunjukkan bagaimana Yesus mengambil cara hidup yang sama seperti bangsa Israel, sebab Ia hadir di tengah-tengah mereka, khususnya kebudayaan Yahudi. Jadi, Yesus pun bertefillah. Yah, simplenya anggap saja seperti misionaris yang sedang melayani ke satu daerah, apa yang dimakan di daerah itu , apa kebiasaan di sana ya itu yang diikuti misionaris itu. 

Tradisi Yahudi 

Seorang murid (talmid) memiliki kewajiban mutlak untuk mengikuti pengajaran, gaya hidup, dan seluruh tingkah laku gurunya (Rabi). Yesus bukan sekadar rabi duniawi biasa, melainkan Rabi Agung (The Ultimate Rabi),
Jadi, ditengah orang orang Yahudi harus jadi contoh utama.
Segala titah, prinsip, dan kode etik dari-Nya harus menjadi prioritas utama.
(Ada banyak Rabbi di zaman itu, dan Yesus harus jadi Rabbi role model utama ) 

👉Konsep Middle Reflesif ( Pelaku yang bertindak sebagai Subjek maupun yang menerima tindakan ) . 

Misalnya : Bunuh diri ( dia yang melakukan dia juga yang menerima tindakan ). 
‎Filsafat Paulus menegaskan  segala sesuatu berasal dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia, karena Dialah sumber segalanya, dan kepada-Nyalah segalanya akan kembali. Bahkan, Filipi 2:10 menegaskan bahwa segala sesuatu di langit akan bertekuk lutut di hadapan-Nya, sebab tidak ada yang lebih tinggi daripada Yesus.
‎Jadi sesuai namanya Middle Refleksif ( Refleksi diri yang mendalam) , dan karena tak ada yang lebih tinggi selain Yesus, maka Ia berbicara, berkomunikasi, berdoa pada Dirinya sendiri.
✍️Jadi  prioritas utama dalam doa ( Tefillah ) bukanlah sekadar "membawa daftar belanjaan" kepada Tuhan, melainkan proses koreksi diri, perenungan diri, menyatukan jiwa dan pikiran , bagaimana kondisi batin kita di hadapan Tuhan. Bagaimana kualitas relasi kita yang sesungguhnya dengan Sang Pencipta?
‎Bukan berarti kita dilarang meminta kepada-Nya—Tuhan adalah Bapa kita yang sangat mengerti kebutuhan anak-anak-Nya. Bahkan, seorang anak yang memiliki keintiman yang sehat dengan ayahnya tidak perlu cemas, karena sang bapa pasti tahu apa yang ia butuhkan bahkan sebelum ia memintanya, Tapi ini untuk memperbaiki kesalahkaprahan Makna DOA ( TEFILLAH) . 


SUACH ( MENYENDIRI, MEDITASI  ) 

Ini juga mirip dengan Tefillah . Hanya 1 ayat di PL 
Kejadian 24:63 (ILT)  Dan pergilah Ishak ke luar untuk menyendiri (SUACH / 
MEDITATE  ) di padang saat menjelang sore hari. Ketika dia mengangkat matanya dan melihat, maka tampaklah sejumlah unta sedang datang.

SUACH /DU'A (Arab ) 
Memanggil atau Menyeru . Dalam tradisi Yahudi ada namanya doa Alam. Karena Alam dianggap sebagai manifestasi Tuhan. Bahasa sederhana yang saya pakai adalah Alam adalah karya Tuhan. Melalui alam Kita juga bisa merasakan kehadiran Tuhan. Ada dua penyataan Tuhan : umum dan  khusus .
Penyataan umum adalah ciptaan.  kita merasakan Tuhan ada, hadir melalui karya-karyaNya. Penyataan khusus adalah penyataan Tuhan secara personal misalnya melalui mimpi atau melalui penglihatan.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." 
Mazmur 19:2

Bahkan manusia bisa mempraktikkan doa ditengah - tengah alam, menyendiri.  Seorang Rabbi ( tentu saya memfilter, argumen mana yang sinkron dari tokoh manapun ) mengatakan.  : 
" Ketika seseorang berdoa di alam setiap helai rumput tumbuhan dan makhluk hidup ikut bernyanyi memberikan energi hidup dan membantu menguatkan doa orang tersebut ke sang  pencipta" mengapa Tuhan menciptakan Allah baru menciptakan manusia kenapa tuhan menyuruh ada untuk memelihara dan mengeluh alam dan juga ciptaan yang lain? "

Jadi praktik meditasi atau menyendiri di alam sudah dipraktekkan oleh Ishak. Tetapi ini sudah dibelokkan karena dosa, akhirnya para 'spiritualis' bermeditasi ke alam  tetapi bersekutu dengan roh-roh yang lain. 

 SUACH adalah percakapan intim dengan Tuhan di alam bebas.
Tefillah dan Suach saling terkait. 

Last...
Apa yang membuat saya mengangkat topik ini lebih dulu dibandingkan tema lain yang sudah masuk list ? 💌 Sign dari Nya.
Waktu saya scroll tiktok , saya melihat kegiatan dari komunitas sekolah Alkitab di kota saya dan iseng -iseng saya cari tau bagaimana cara membuka sekolah Alkitab. 
Tanpa sengaja saya diarahkan ke salah satu VT seorang Pendeta wanita dengan salah satu kontennya : bagaimana cara dia menyiapkan kotbah ( mungkin tiktok membaca kunci "sekolah alkitab " muncullah VT ini ).
Beliau menjelaskan struktur kotbah dll , yang kalau orang-orang STT pasti juga belajar 'keribetan' itu, dan dan sampailah ke part dia membuka laptopnya dan mengeluarkan beberapa terjemahan Alkitab , dimana dia memakai 3 versi terjemahan termasuk salah satunya Yunani ( Metodenya  kembali ke bahasa asli dan memakai beberapa terjemahan alkitab ) . Hanya beberapa orang yang menurut saya tertarik untuk mempelajari Metode-Metode itu ,  apalagi dia adalah seorang wanita di gereja 
👉 Kesukuan.

Lalu dia mengkritisi beberapa cara dan orang di gereja tersebut terkait etika dan liturgi ibadah  dan mengkritisi jargon-jargon yang mirip template capcut " Tuhan kan lebih melihat hati " untuk jadi pembenaran soal pakaian yang layak dipakai ibadah
 " ya kalau you doa sendiri, kamu pakai singlet saja ya silakan saja , tapi kalau di dalam ibadah komunal ada etika yang harus dijaga"  .
Ini penggebrak dan berani ,saya pikir. Bukan asal berani, tapi edukatif . Rasa kepo itu membuat saya cek cek VT lain, beberapa kontennya smart, inovatif , tegas , dan lisan yang tertata rapi.  noted : jarang -jarang saya temukan seperti ini di komunitas perdebatan media sosial ,mungkin hanya beberapa.  

Dan sampailah ke salah satu kontennya tentang Kisah dibalik lagu :
" Mampirlah dengar Doaku " . Lagu lama dan lyrik sederhana yang sangat menyentuh.

lyric : Mampirlah dengar doaku, 
Yesus penebus
orang lain kau hampiri 
jangan jalan trus

yang ternyata diciptakan oleh seorang narapidana, akhirnya saya pun  tersentuh untuk membuat lagu tentang doa.
dan akhirnya menulis ini juga di website. 

Mungkin saat ini ada hal yang sepertinya di saya dan  anda ,  belum terjawab.  
Apakah Tuhan tidak tahu memberikan sesuatu kepada anakNya? sangat tahu,  oleh karena itu beberapa tahun belakangan, setelah belajar apa itu doa dalam perspektif Ibrani , itu mengubah pola saya. Dulu, di awal doa saya lebih banyak meminta untuk diri. Tetapi setelah memahami, saya selalu memulai doa saya dengan ucapan syukur dengan situasi apapun. Apapun yang terjadi Mengucap Syukurlah. Di saat saya sedang bergerak juga dibagian Edukasi Lingkungan Hidup dan UU untuk animal abuse, terkadang saya bertanya : 🧑‍💻Tuhan menyaksikan begitu banyak kejahatan dan kekejaman manusia di dunia, seperti kebakaran hutan yang begitu banyak korban satwa dan manusia, Animal abuse tadi dll , apakah Tuhan tidak mengetahui ? apa yang ingin kau harapkan Tuhan, dengan mengijinkan kami untuk melihat itu semua? 
Ada banyak comment di media sosial yang mental mereka menjadi terganggu melihat itu semua, kesedihan mendalam tapi bingung harus berbuat apa, bahkan saya mewajarkan banyak comment-  comment " I hate human " . Semua memang sedang kacau, baik dunia agama, politik, sosial, dunia kesehatan, musik dll siapa lagi yang bisa dipercaya, diharapkan ? Banyak manusia digiring ke energi hopeless.
Kepala dan batin berkecamuk, dan bagaimana menyelaraskan itu . Itulah Tefillah. 

Ternyata ini salah satu yang membuat saya secara pribadi untuk terpanggil kembali mensoundingkan nilai - nilai luhur Alkitab yang sempat terlupakan dan ikut bergerak didalamnya, melalui doa dan kontemplasi. Tuhan menyingkapkan kembali padaku  melalui kekacauan ini :
💌Bahwa membuat orang lain 'melihat' Yesus dan luhurnya nilai-nilai yang Dia beri,  bukan hanya dari setiap hari mulut kita berbuih - buih bicara Ayat , terkadang dari sesuatu yang sederhana. Ketika ada orang Kristen yang turut berempati, berkontribusi untuk alam , animal... secara tak langsung sedang memperlihatkan ajaran Tuhan kita, 'Memamerkan'  Alkitab yang segalanya telah disingkapkan dan diatur didalam. Tuhan Kristen, Tuhan Israel  sudah memberikan idealnya sejak awal , namun rusak,
Israel sedikit gagal menjadi berkat untuk dunia,  gagal mengenalkan Tuhan Yesus yang telah datang ke tanah mereka. 

Jika banyak yang gagal, kenapa kita harus ikut gagal? 
Jika banyak yang rusak , kenapa kita harus ikut rusak?

Justru tugas kita kembali pada ideal awal itu dan mengedukasi banyak orang. 

Bayangkan jika  banyak orang Kristen mengambil bagian dalam edukasi atau bergerak, dan membentuk komunitas, betapa dahsyatnya pengaruh yang diberikan orang Kristen di banyak bidang untuk dunia ini. Pengkotbah - Pengkotbah besar,  satu edukasi anda di mimbar , akan memberi restorasi. Thats why saya menulis tentang RADAH. 


Cobalah ketika masuk dalam Doa ( Tefillah ) yang benar, mungkin saja Tuhan memberikan visi yang lebih luas lagi melampaui titik anda saat ini.
Didalam Doa ( Tefillah ) dan  Menepi sejenak di Alam ( Suach ), kita terlebih dulu diajak untuk memahami dan mendalami sesuatu , mencari makna dan pemahaman spiritual yang lebih dalam, dan mungkin ada Panggilan besar menunggu didalamnya. 

lagu yang saya ciptakan boleh dilihat di sini, Tuhan Yesus memberkati




0 comments:

Posting Komentar