Halaman

Senin, 26 Januari 2026

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 2👉D]📕

 

D. KETERLIBATAN PELAYANAN LIMA JAWATAN

Ini merupakan salah satu yang penting untuk dipertimbangkan oleh para praktisi, jemaat dan para pengurus organisasi gereja. Kita harus ingat, sejarah Perjanjian Lama mencatat bahwa untuk melakukan pelayanan dalam Kemah Pertemuan (Tabernakel), suku Lewi dipisahkan dari sebelas saudaranya. Mereka secara khusus dipersiapkan untuk menjadi penyelenggara ibadah. Kemudian dari dalam Lewi sendiri diangkat imam dan imam besar yang akan bertugas sebagai “juru damai” antara umat Israel dan TUHAN, Allah. Sebagai “imbalan jasa” mereka (para Lewi) dapat “menyandarkan” kehidupan jasmaniahnya – sandang, pangan, papan – pada sebelas suku lainnya.

Sebagaimana kita ketahui, – sudah disebutkan di atas – Yesus membentuk gereja dan memberi lima jawatan pelayanan untuk pembangunan tubuh-Nya. Yesus adalah Imam Besar menurut aturan Melkisedek – tidak tunduk di bawah aturan keimaman Lewi karena tidak dilahirkan menurut silsilah Lewi – yang datang dari keturunan Yehuda.

Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang imam-imam.

Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek, yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.

Sebab tentang Dia diberi kesaksian: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

– Ibrani 7:14-17 –

Keimaman Yesus sangatlah berbeda dengan Harun dan anak-anaknya walau dalam penyebutan yang sama; Imam Besar. Lihat catatan Alkitab :

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. – Ibrani 4:14-15 –

Imam Besar Yesus menetapkan dan melantik Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, dan Guru untuk melayani jemaat-Nya sebagai suatu bentuk hirarkis organisasi yang secara langsung dipimpin dan dikontrolNya. Yesus tidak lagi memisahkan para Lewi atau melantik Imam-imam lain di bawahNya. Yesus Kristus membentuk organisasi baru dan membuat peraturan menurut kerelaan kehendakNya.

Mari kita lihat beberapa pengertian fungsional dari lima jawatan yang ditetapkan Yesus Kristus :

a. Rasul

Rasul mendirikan gereja-gereja baru (baca perjalanan misi Paulus), mengoreksi kesalahan dengan menegakkan tatanan dan struktur yang tepat (baca I Korintus), dan bertindak sebagai penilik, yaitu pelayanan sebagai bapa pelayanan-pelayanan lain (I Kor. 4:15; 2 Kor. 11:28). Rasul mendapat urapan wahyu (Efesus 3:5).

b. Nabi

Nabi adalah hamba Allah yang menerima karunia “nabi” (Efesus 4:11; I Kor. 12:28; 14:29; KPR. 11:27; 13:1). Nabi adalah pelayan yang sudah diurapi yang mempunyai karunia untuk melihat dan mengucapkan pikiran khusus Kristus kepada pribadi-pribadi, gereja-gereja, bisnis-bisnis dan bangsa-bangsa. Seorang nabi datang untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang. Tugasnya adalah memanggil mereka yang memberontak untuk kembali taat! Ia tidak disukai karena ia menentang mereka yang populer dalam moralitas dan kerohanian. Dalam masa para politikus yang tidak memiliki karakter yang baik dan pengkhotbah yang tidak bersuara, tidak ada kebutuhan bangsa yang lebih mendesak dibanding seruan kita kepada Allah untuk mengirimkan seorang nabi! Fungsi seorang nabi, seperti yang pernah dikatakan oleh Austin Sparks, “Hampir selalu untuk pemulihan.”

c. Penginjil

Pandangan tradisional tentang seorang penginjil adalah orang yang membawa “Kabar Baik”. Penginjil menyatakan Injil kepada dunia yang tidak percaya dan tersesat (KPR 8:5), bergerak dalam mujizat (KPR. 8:6), membebaskan orang dari setan-setan (KPR 8:7), menerima perintah-perintah dari malaikat (KPR 8:26) dan mempunyai hikmat wahyu (KPR 8:29).

d. Gembala

Gembala ditugaskan untuk menggembalakan “kawanan domba” atau jemaat, memberi makan dan memelihara kawanan itu, memberi nasihat atau memberikan pelayanan konseling guna pertumbuhan dan perkembangan jemaat. Gembala bukan hanya melakukan hal-hal yang berhubungan dengan penggembalaan, melainkan juga bergerak dalam anugerah-anugerah dan karunia-karunia adikodrati dari Allah (bernubuat, mengucapkan marifat/pengetahuan, menyembuhkan), menerima visi dan kesediaan untuk mengembangkan jemaat dalam karunia-karunia dan panggilan-panggilan mereka.

e. Guru

Seorang instruktur kebenaran (baca 2 Tim. 3:16). Guru tidak hanya mengajarkan hukum tertulis, tetapi juga melayani dengan kehidupan ilahi dan urapan Roh Kudus (2 Kor. 3:6). Ia menunjukkan pendalaman spiritual yang tajam dan wawasan ilahi terhadap Firman Allah dan penerapan pribadinya kepada orang-orang percaya.

Mereka ditetapkan, dipanggil dan diposisikan sebagai “kawan sekerja” Allah (I Korintus 3:9) untuk melayani, membina dan mendidik atau mengajar jemaat supaya hidup sesuai dengan perintah Kristus Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.

Nampaknya dalam penetapan jawatan ini, Yesus tidak bermaksud untuk memberi penekanan lagi tentang keharusan membawa persepuluhan, seperti yang nampak berulang-ulang kali diingatkan pada Perjanjian Lama.

Sepertinya, Yesus sangat mengerti dengan kedudukan-Nya sebagai Imam Besar sepanjang masa, bukan untuk menerima persepuluhan seperti pada masa Imam Besar Harun dan anak-anaknya yang menerima persepuluhan dari persepuluhan yang diterima para Lewi melainkan memberi “makan” secara jasmani dan rohani pada gereja dan semua hamba-Nya. Sebabnya, sangatlah tepat Dia disebut sebagai Gembala Yang Baik, yang menyediakan dan memberi makan domba-dombaNya. Dia, sang Yahovah yireh – Allah menyediakan. Memang, cara memenuhi kebutuhan hidup para hambaNya, Yesus tidak “merobek” langit dan mencurahkan berkat-berkat itu – seperti yang pernah dialami oleh bangsa Israel ketika berada di padang gurun. Yesus memberkati umatNya dan memerintahkan mereka untuk melakukan pelayanan kasih yang tulus ikhlas kepada para hambaNya (simak Yohanes 10:10; 2 Korintus 8:7; 9:12). Dengan cara demikian maka mereka (yang termasuk dalam pelayan lima jawatan) dapat secara total memusatkan perhatian, tenaga dan seluruh kemampuan untuk mengemban misi penyelamatan manusia lain yang belum mengenal Kristus.

Bila Anda ragu, periksalah kembali sejarah kehidupan Yesus bersama para murid dan orang banyak yang berbondong-bondong datang padaNya. Kalau saya keliru dan salah membaca catatan Alkitab, maafkan saya. Tapi saya kira Anda pun tidak akan menemukan satu frase pun dalam deretan ayat-ayat Alkitab yang mengatakan “murid-muridNya bersusah payah mencari nafkah untuk menjamin kelanjutan pelayanan Yesus selama kurang lebih tiga setengah tahun”. Yang benar adalah ketika Yesus memanggil kedua belas muridNya, Ia menyuruh mereka meninggalkan pekerjaan, jabatan, profesi dan semua mata pencaharian lainnya supaya dapat memusatkan diri dalam pemberitaan Injil dengan jaminan bahwa semua yang menjadi kebutuhan pokok, sekunder, mewah mereka diberikanNya secara cuma-cuma, bahkan tidak hanya sampai disitu, mereka semua yang percaya padaNya dijamin masuk sorga. Jelas bukan …?

Alkitab berkata, Kristus adalah penggenapan hukum Taurat atau dalam perkataan lain, Yesus datang untuk menggenapi semua yang dituntut oleh Hukum Taurat dimana tidak seorang manusia pun yang dapat melakukannya secara sempurna.

Bila saja kita mau sedikit menggunakan daya nalar maka dapat dipastikan termasuk hukum perpuluhan – yang hingga kini tidak ada seorang pun yang dapat menghitungnya secara benar sesuai standar Alkitab.

Bila Anda tetap ngotot dengan sistem perpuluhan maka tolonglah berikan satu saja kutipan ayat Alkitab dalam Perjanjian Baru, baik secara implisit apalagi eksplisit, bahwa Gembala berhak menerima perpuluhan jemaat – sebab keempat jawatan lain secara tidak langsung telah “disadarkan” dengan hukum verbal gereja lokal bahwa mereka tidak punya hak untuk itu. Kemudian, maaf, kalau ada Gembala yang benar-benar jujur mau melakukannya maka ia seharusnya memisahkan perpuluhan dari perpuluhan yang telah diterimanya kemudian “dikirim” – bisa via pos atau gunakan kecanggihan fasilitas perbankan, seperti Credit card, transfer via ATM atau bisa langsung dari ponsel GSM – ke rekening perpuluhan Imam Besar Agung, Yesus Kristus. Karena hanya Yesus yang benar-benar berhak untuk menerimanya.

Dan lagi, dalam Efesus 4:11, jawatan Gembala berada dalam satu level dengan empat jawatan lainnya, tapi dalam prakteknya – semoga gereja Anda tidak – hasil pelayanan (biasanya hasil khotbah, entah dalam gereja yang bersangkutan atau pun pada gereja lain) keempat jawatan plus para diaken di bawahnya haruslah juga “disetorkan” perpuluhan mereka kepada Gembala. Bila “kewajiban terpaksa” ini tidak dilakukan maka akan muncul sebutan yang “merusak” telinga dan melukai perasaan – yang para buruh kasar pun tidak suka mendengarnya. Jadi dalam hal ini Gembala telah “merebut” kedudukan Imam Besar Yesus Kristus dalam hal penerimaan perpuluhan. Ternyata bukan dalam dunia politik saja yang memberlakukan “standar ganda”, gereja pun demikian.

Secara spontan, Anda akan berkomentar dan mengajukan keberatan karena merasa diintervensi “hak istimewa” Anda menyangkut persepuluhan atau Anda merasa prihatin dengan mereka yang telah biasa menerimanya, – semoga tidak sampai merusak buku ini – “yah itu semua terjadi karena Yesus hadir secara fisik, tapi bagaimana dan darimana seorang Gembala sidang jemaat mempertahankan kehidupan jasmani atau membiayai kelanjutan pelayanan pekerjaan Tuhan di zaman edan ini?”

Mohon maaf, saya belum akan menjawabnya pada bagian ini, karena Anda akan segera menemukannya bila tidak menjadi jemu dan kecewa menelusuri bagian-bagian penting lainnya.

Dr. Bill Hamon memberi bahan pertimbangan untuk membuka wawasan kita sehubungan dengan keterlibatan pelayanan lima jawatan dalam gereja lokal :

👉a. Pelayan-pelayan dalam lima jawatan terkait dengan kepemimpinan Yesus Kristus, Kepala Gereja.

👉b. Semua pelayan lima jawatan dipilih, diangkat/dilantik dan ditugaskan oleh Yesus Kristus untuk menghimpun, memimpin, mendasari dan mengajar/mendidik umat Allah, walaupun masing-masing diberi anugerah dan kemampuan khusus dalam satu bidang lebih daripada yang lainnya. Tetapi janganlah kita berkesimpulan bahwa ada batasan-batasan aktivitas setiap pelayan. Ini merupakan gambaran singkat dari setiap urapan besar dan kemampuan yang diberikan secara ilahi.

👉c. Memasukkan rasul, nabi, penginjil, gembala atau pengajar ke dalam suatu kotak urapan dan aktivitas terbatas tidaklah alkitabiah dan bijaksana. Tak satu pun ayat Alkitab menyarankan apalagi menyatakan bahwa pelayan-pelayan lima jawatan terbatas pada aktivitas-aktivitas pelayanan atau posisi-posisi kepemimpinan tertentu. Pelayan-pelayan lima jawatan bukanlah pelayan-pelayan independen yang terpisah satu dengan lainnya, tetapi merupakan bagian dari keseluruhan dan harus bekerja sama karena saling ketergantungan untuk menggenapi pelayanan tubuh Kristus. Tidak ada jawatan yang lebih tinggi dan yang lainnya lebih rendah.

👉d. Fungsi pelayan-pelayan lima jawatan akan menjadi kacau dan rusak bila kita melakukan penggolongan secara mendetail tentang kepribadian, kinerja dan kedudukan masing-masing jawatan.

👉e. Setiap pelayan lima jawatan sangat mengenal panggilan dan pelayanannya sendiri, dalam artian bahwa tidak terdapat “cross” – intervensi/silang otoritas – didalamnya. Seorang rasul – walau urutan pertama dalam sebutan – tidak diberi otoritas oleh Yesus untuk menjadi bapa dan direktur nabi. Demikian pula, seorang nabi tidak memiliki hak prerogatif untuk memberikan pedoman, arahan dan batasan pelayanan rasul. Seorang gembala tidak boleh menggurui pengajar dan seorang guru tidak boleh mendikte penginjil dalam pelayanan penginjilan. Betapapun juga, kita semua harus saling menerima untuk saling memperlengkapi.

Bila kita telah secara obyektif menarik kesimpulan dari lima wawasan tersebut di atas maka tentulah kita bisa menyamakan persepsi dari satu interpretasi bahwa bukan cuma dalam hal pelaksanaan tugas fungsional mereka – pelayan-pelayan lima jawatan – berada pada lini horisontal yang benar-benar sejajar, tidak terkotak-kotak dan saling melengkapi tapi dalam hal menikmati hasil pelayanan yang tersimpan dalam rumah perbendaharaan pun haruslah tidak terkotak-kotak dan diskriminatif.


berrsambung ... PARTISI 2 ðŸ‘‰E. KOMPLEKSITAS TUNTUTAN KEBUTUHAN MASA KINI

0 comments:

Posting Komentar