Halaman

“Kami adalah The Voice of Truth — berdiri atas kebenaran Kristus

Bermakna bahwa setiap suara, ajaran, dan langkah kami berpijak hanya pada kebenaran yang berasal dari Kristus, bukan dari pendapat manusia.

Kebenaran yang Ditanam di Awal Penciptaan

Sejak di taman Eden, Tuhan tidak hanya menciptakan manusia untuk hidup, tetapi juga untuk mengenal; sebab di antara pohon kehidupan dan pohon pengetahuan, Ia meletakkan pilihan moral yang melahirkan kesadaran akan kebenaran

Kebenaran tidak pernah gugur bersama manusia, sebab Tuhan tetap berdiri sebagai sumbernya

Kejatuhan manusia tidak menghapus terang kebenaran, karena kebenaran tidak bergantung pada makhluk, tetapi pada Sang Pencipta yang tidak berubah

Ketika nubuat menjadi wujud, maka iman berjumpa dengan bukti; dan dalam pribadi Kristus, bukti itu berbicara melalui kasih dan kebenaran

Menggambarkan bahwa penggenapan nubuatan adalah jembatan antara iman dan realitas yang hidup dalam Kristus.

Konsistensi Tuhan menjemput umat-Nya adalah cermin dari natur Ilahi yang tak berubah; seperti kebenaran, Ia tidak goyah oleh zaman

Filsafat ini menegaskan bahwa ketetapan Tuhan dan kebenaran adalah satu sifat yang sama, kekal dan tidak berubah

Senin, 23 Maret 2026

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉B]📕

B. DISIPLIN HATI NURANI

Pertumbuhan dan perkembangan ataupun pergerakan jemaat mula-mula yang banyak diwarnai dengan aniaya dan penderitaan telah mengalami kemajuan yang pesat bahkan hingga saat ini menjadi mayoritas dari total penduduk bumi dan terbesar baik kuantitas pun kualitas secara keagamaan bila dibandingkan dengan berbagai-bagai bentuk agama dan aliran kepercayaan yang ada di jagad ini.

Alkitab telah mencatat dengan sangat baik sejarah pertumbuhan dan penyebaran gereja awal pada masa para Rasul dalam kitab Kisah Para Rasul.

Momentum sejarah berdirinya dan dimulainya pelayanan gereja ditandai oleh pencurahan Roh Kudus di Yerusalem dan khotbah apologetika Petrus ketika kerumunan orang dari berbagai suku, bangsa dan bahasa datang mendekat untuk melihat manifestasi pekerjaan Roh Kudus melalui kurang lebih seratus dua puluh orang yang terdiri dari para Rasul dan saudara-saudara seiman. Saya mengutip beberapa referensi ayat-ayat firman Tuhan untuk mempertegas pemahaman :

👉Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

👉Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.

👉Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

👉Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya.

👉Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

👉Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

👉Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

👉Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

👉Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

👉Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita :

👉kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

👉Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"

👉Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

👉Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka … (dan seterusnya hingga)

👉Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

👉Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. – Kisah Para Rasul 1:12-15; 2:1-11,41-42 –

Peristiwa spiritual supranatural di kota Yerusalem merupakan prasasti dimulainya perjuangan hidup-matinya gereja. Dari sanalah gereja mulai membelah diri dan terus bertambah walau masih berbentuk kelompok-kelompok kecil atau yang lebih populer saat ini adalah “komsel” (kelompok sel). Hingga suatu saat para “founding fathers” para Rasul ditangkap, diadili, diancam bahkan beberapa diantaranya menjadi martir. Tetapi pergerakan gereja tidak bisa dibendung atau pun dihentikan hanya karena para rasul ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara atau dibantai. Sidang jemaat yang “dilahirkan” dari pelayanan para rasul tersebut mengambil sikap dan memutuskan untuk proaktif (terlibat secara aktif) dalam misi pekabaran Injil. Walau rata-rata mereka tidak bisa berkhotbah seperti para Rasul dan bahkan banyak diantara mereka (jemaat) yang mengalami tekanan, hidup dalam berbagai penderitaan karena keadaannya yang sangat miskin namun roh mereka menyala-nyala dan limpah dengan kemurahan hati. Mereka bertekad membantu misi pelayanan penginjilan atau penyebaran Injil para Rasul dan Penginjil secara maksimal bahkan melebihi kemampuan finansial mereka. Beberapa kutipan ayat berikut adalah bukti sejarah perjuangan gereja yang militan pada masa-masa yang sangat sukar.

👉Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

👉Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

👉Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.

👉Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

👉Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

👉Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

👉Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

👉Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

👉Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."

👉Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. – Kisah Para Rasul 4:21-31 –

👉Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

👉Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. – 2 Korintus 8:1 –

Pada masa gerakan penyebaran gereja mula-mula yang selalu mendapat ancaman, aniaya dari pemerintah dan para pemuka agama Yahudi ternyata tidak menciutkan nyali para pemberita Injil dan jemaat. Para Penginjil dan Rasul terus bergerak dengan disponsori oleh jemaat-jemaat lokal yang sangat terbeban melihat keberanian mereka.

Bila Anda teliti membaca kutipan-kutipan ayat tersebut di atas maka marilah kita mulai membuat perhitungan ekonomis terhadap kemampuan ekonomi jemaat-jemaat di Makedonia. Paulus dengan sungguh-sungguh menegaskan bahwa mereka sangat miskin atau hidup di bawah garis kemiskinan. Sungguh suatu kehidupan badaniah yang memilukan dan memprihatinkan. Saya tidak akan mendramatisir karena Anda pasti telah dapat membayangkannya. Jadi bila diwajibkan membawa persepuluhan maka jangankan membiayai misi penginjilan para Penginjil dan Rasul; untuk persediaan makanan seorang Gembala jemaat – yang belum menikah atau memiliki anggota keluarga – saja pun sudah sangat menyedihkan. Namun sesuatu yang luar biasa telah mengubah cara pandang dan kebiasaan dogmatis mereka mengenai persembahan persepuluhan. Sesuatu itu adalah pelayanan dan persembahan kasih. Suatu bentuk pelayanan totalitas yang keluar dari hati nurani yang benar-benar mengasihi Tuhan dan pekerjaan-Nya. Pelayanan seperti ini tak dapat ditekan, dibendung atau pun dihalangi sebab mereka memiliki gudang kemurahan hati yang melimpah. Jauh melampaui kemampuan suatu produk hukum yang diwajibkan dan lebih banyak dari sekedar sepersepuluh yang diterapkan.

Marilah kita semua – termasuk Anda yang sedang membaca buku ini – memahami dengan benar pola hidup dan keterlibatan dalam pelayanan penginjilan jemaat mula-mula dan dengan kejujuran nurani juga ketulusan hati mau meneladani kehidupan mereka.

Firman Allah memberitahukan pada Anda :

👉“… pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang.” – 2 Korintus 9:12-13 –

Teladan dari suatu kebersamaan yang ditunjukkan oleh jemaat mula-mula patut dijadikan pelajaran untuk memotivasi kita dalam hal memberi persembahan materil untuk pelebaran pekerjaan Tuhan lewat pelayan-pelayan lima jawatan. Firman Tuhan mengatakan :

👉“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.” – Kisah Para Rasul 4:32-35 –

Di dalam ikatan kebersamaan ada keterbebanan moril untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Mereka bukan saja memperoleh kehidupan kekal setelah mendengar firman Allah yang disampaikan para Rasul tetapi mereka juga ingin berkarya bagi Allah dan kerajaan-Nya. Mereka yakin dan tahu benar bahwa Kristus telah mengorbankan kehidupan-Nya sendiri untuk memulihkan dan mempersatukan kembali hubungan yang telah rusak dengan Bapa sorgawi karena dosa dan dengan demikian menghimpunkan mereka dalam misi penyelamatan orang-orang yang belum mengenal Yesus Kristus. Mereka merealisasikan ucapan syukur melalui total persembahan hati nurani berdasarkan kasih Kristus yang di bawa dan dikumpulkan di depan kaki para Rasul.

Kesepakatan mempersembahkan milik pribadi untuk kepentingan bersama – di tengah-tengah himpitan dan tekanan ekonomi, juga ancaman aniaya dan kematian – yang keluar dari ketulusan nurani bukannya tidak ada tantangan. Disinilah letak permasalahan yang sangat serius. Suatu bentuk pengorbanan yang harus mematikan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup demi kemajuan dan bertambahnya anggota kerajaan. Total persembahan kasih merupakan ujian bagi ketulusan nurani dan pendewasaan rohani. Ada yang lulus dengan nilai “suma-cumlaude”, cukup banyak yang lulus dengan nilai pas-pasan, beberapa lagi hampir gagal dan hanya satu keluarga – menjadi contoh ketidaktaatan pada hati nurani – menerima ganjaran atau hukuman langsung dari Roh Kudus.

👉Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.

👉Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

👉Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.

👉Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

👉Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

👉Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

👉Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

👉Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

👉Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

👉Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."

👉Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."

👉Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

👉Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu. – Kisah Para Rasul 4:36-37; 5:1-11 –

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah tragis suami-istri Ananias dan Safira adalah jangan mengingkari kesepakatan nurani yang telah digerakkan oleh Roh Kudus yang berdiam dalam pribadi kita.

Perhatikan jalannya persidangan kasus luar biasa dan sangat mendadak yang dipimpin oleh Rasul Petrus dalam ruangan tertutup. Mereka – Ananias dan Safira – diinterogasi, dituduh berencana melakukan tindak kejahatan dan akhirnya dieksekusi mati di tempat tanpa mendapat kesempatan untuk mengajukan pembelaan – juga tidak ada kesempatan untuk hubungi Kuasa Hukum seperti yang biasa dilakukan para penjahat zaman kita – bukan karena kasus korupsi persembahan persepuluhan seperti yang – maaf – biasa Anda dan saya lakukan selama ini. Sekali lagi, saya ingin menegaskannya dengan benar, mereka tidak divonis oleh Roh Kudus karena suka menahan dan mencuri persembahan persepuluhan. Walaupun demikian, – kalau seandainya kita bisa jujur dengan diri sendiri – beberapa di antara kita ikut nimbrung secara sepihak menambah beban hukuman yang telah dijatuhkan pada kasus Ananias dan Safira dengan mengatakan bahwa “mereka telah dihukum mati, binasa selamanya.”

Eksekusi mati yang dialami suami-istri ini semata-mata karena mengingkari kesepakatan nurani yang telah mereka buat sebelum menjual sebidang tanah milik mereka sendiri. Perjanjian hati nurani ini bukan untuk meletakkan sepersepuluhnya di bawah kaki para Rasul tetapi seratus persen dari total hasil penjualan tanah. Hal itu tidak dibuat di atas secarik kertas bermeterai yang disaksikan dan ditanda tangani oleh Notaris bahkan tidak juga di hadapan para Rasul tetapi dampak yang ditimbulkan dari apa yang sering kita sebut “ingkar janji” sangat menakutkan. Mengapa mereka berani melanggar dan mendustai Roh Kudus? Jawaban objektif yang dapat diberikan adalah “tergoda” … pada tumpukan uang dan munculnya berbagai bentuk keinginan daging, keinginan mata yang harus segera dipenuhi. Iman biji sesawi yang mereka miliki ternyata belum bertumbuh, belum bisa berbuat banyak menghadapi godaan. Mereka terjebak oleh pengaruh mamon. Iman mereka sedang bermasalah pada waktu itu.

Marilah kita tarik kesimpulan yang benar sesuai dengan kutipan beberapa ayat referensi ini :

👉Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. – 2 Timotius 3:1-2a –

👉Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. – Matius 6:24 –

👉Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

👉Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. – I Yohanes 2:15-16 –

👉Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. – Efesus 4:30 –

Ananias dan Safira berdusta bukan terhadap manusia saja tetapi juga terhadap Roh Kudus dan membuat-Nya berduka. Perbuatan mereka segera mendapat reaksi. Roh Kudus sangat disiplin, responsif dan bertindak tegas terhadap mereka. Mereka telah sepakat untuk berdusta dan mengingkari perjanjian hati nurani yang berisikan pemberian kasih. Tapi tunggu dulu …! Jangan terlalu jauh Anda menafsirkannya; bisa kebablasan. Hal ini tidaklah dimaksudkan pada segala sesuatu yang kita hasilkan secara materil haruslah dipersembahkan seluruhnya tanpa sisa tetapi totalitas niat hati yang telah disepakati untuk memberikan atau menyerahkan persembahan tersebut yang tidak boleh dipungkiri.

Kalau kita mau melihat kasusnya secara sportif objektif maka hukuman menakutkan ini bukanlah dikarenakan pelanggaran hukum tertulis dalam kitab Maleakhi 3:10 atau Torah Musa tetapi justru karena melanggar hukum Kasih Kristus yang tertulis dalam sanubari oleh Roh Kudus sendiri. Perhatikanlah ….,

👉“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” – Yohanes 14:26 –

👉“… Allah yang menyelidiki hati nurani, …” – Roma 8:27 –

👉“Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.

👉Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

👉Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.

👉Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.”– 2 Korintus 8:11-14 –


berrsambung ... PARTISI 3 👉C. KEMBALI PADA POLA HIDUP JEMAAT MULA-MULA

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉A.3]📕

A.3. PELAYANAN PENGINJILAN

Kalimat terakhir berbunyi, “mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari pemberitaan Injil itu” mengarahkan kita pada jawatan Penginjil dan Rasul – baca Kisah Para Rasul.

Pelayanan penginjilan adalah ujung tombak gereja yang paling dapat diandalkan untuk era penuaian akhir zaman, saat mana ladang-ladang telah menguning siap dipanen.

Walau semua jawatan lain bahkan jemaat pun dapat melakukan penginjilan namun tidak seoriginal seorang yang memang memiliki jawatan penginjil dan rasul. Kapasitas dan kualitas akan nampak bila sedang berada di atas mimbar atau medan penginjilan. Inilah keunikan masing-masing jawatan seperti yang telah ditetapkan Kristus bagi gereja. Hanya seorang penginjil atau rasul sejati yang tahu persis arti sebuah misi pelayanan penginjilan apostolik dan segala resiko yang akan dihadapinya. Dia digerakkan dan bergerak sesuai dengan dinamika visi dan misi yang diterimanya dari Roh Kudus.

Pelayan-pelayan dalam kedua jawatan ini – Penginjil dan Rasul – sangat efektif dan mampu menghimpun dan memobilisasi masa atau pun jemaat. Mereka memang diperlengkapi dengan otoritas seperti itu.

Bila kita mencermati Kisah Para Rasul, kedua jawatan ini sepertinya menyatu dalam misi perampasan jiwa-jiwa untuk ditambahkan kedalam daftar anggota keluarga Allah, seperti yang ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam I Korintus 9:17b, “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil.”

Dalam buku Kisah Para Rasul, Paulus, sang rasul selalu ditemani oleh seorang penginjil, Barnabas – walau di kemudian hari Barnabas dianggap rasul juga oleh Lukas, penulis Kisah Para Rasul. Mereka berdua saling bahu-membahu menunaikan tugas pelayanan penginjilan bahkan begitu kompak ketika berhadapan dengan orang-orang Yahudi dan ahli-ahli Taurat yang memaksa orang-orang Kristen non-Yahudi untuk tetap menjalankan Taurat Musa. Paulus dan Barnabas dengan sangat berani karena penuh dengan Roh Kudus menentang intervensi pengajaran Hukum Taurat dalam gereja.

Paulus pernah melakukan pembelaan diri terhadap kritikan pedas yang menyudutkan kerasulannya dan menegaskan bahwa ia dan Barnabas, sang penginjil sebenarnya berhak menerima upah dari segala jerih payah mereka dalam misi pekabaran injil/penginjilan. Kutipan beberapa argumentasi Paulus mengenai haknya sebagai rasul berikut ini membantu kita untuk memahami bahwa mereka – penginjil dan rasul – patut mendapat “bagian” – upah – pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

👉“Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?

👉Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.

👉Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.

👉Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?

👉Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?

👉Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?

👉Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?

👉Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?

👉Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?

👉Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

👉Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?

👉Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? – I Korintus 9:1-12a –

Pada bagian lain, Injil Yesus Kristus mengatakan bahwa :

👉“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

👉Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

👉Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

👉Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.” – Matius 10:7-10 –

👉“Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” – Galatia 6:6 –

Bila gereja ingin optimal dalam menabur dan menuai hasil maksimal bagi kemuliaan Kristus maka terapkanlah sistem pengupahan injili yang tentunya juga harus dapat dikelola/di-manage secara profesional dan proporsional oleh mereka yang terdidik dan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Gereja secara organisasi haruslah mampu memilih dan memobilisasi orang yang tepat, di tempat yang tepat pada saat yang tepat juga.

Besar kecilnya upah yang diterima para pelayan lima jawatan bergantung pada “kesepakatan nurani” jemaat atau perorangan dalam hal memberi setelah menikmati “hidangan rohani” yang memulihkan, membangkitkan, menumbuhkan dan mendewasakan iman atau dengan lain perkataan, upah mereka sangat dipengaruhi oleh kinerja, loyalitas, dedikasi serta kualitas pelayanan mereka sendiri. Tuhan Yesus pasti sanggup menggerakkan hati jemaat atau perorangan untuk memberkati pelayan-pelayan lima jawatan sesuai perbuatan atau jerih lelah mereka.


berrsambung ... PARTISI 3 👉B. DISIPLIN HATI NURANI

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉A.2]📕

A.2. PELAYANAN MEZBAH

Kalimat selanjutnya, “mereka yang melayani mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah itu”, dapat diidentifikasi sebagai tugas pelayanan para Nabi. Dalam Perjanjian Lama, aktivitas para nabi selalu berhubungan dengan mezbah. Alasan teologisnya dimulai dari nabi Nuh, seperti yang dapat ditemukan dalam Kejadian 8:20, “Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu”, kemudian Abraham, Ishak, Yakub (Kejadian 12:7,26:25,35:1), Musa (Kel. 17:15), Saul (I Sam. 14:35), Daud (2 Sam. 24:25), Salomo (I Raja-raja 9:25), Elia (I Raja-raja 18:31-39,19:10), dan lain-lain.

Pelayanan mezbah dapat diartikan secara rohani sebagai pelayanan kepada pribadi-pribadi yang memiliki kehidupan yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Bila mezbah kehidupan rohani yang kudus ini mulai atau telah terkotori dengan kenajisan, kedagingan, pemberhalaan yang menjijikkan – seperti kisah tragis di gunung Karmel – maka bukan saja diperlukan suara kenabian (profetik) tapi seorang nabi yang sesungguhnya harus tampil untuk merubuhkannya dan membangun kembali mezbah kehidupan rohani yang berkenan kepada Allah.

Mungkin Anda masih mengingat kisah raja Daud yang berzinah dengan istri Uria – prajuritnya yang setia. Perzinahan itu telah mengorbankan nyawa Uria dan anak yang terlahir dari rahim Batsyeba hasil hubungan gelap mereka. Kisah lengkap perselingkuhan Penguasa Tunggal Israel dengan wanita cantik bersuamikan Uria dapat Anda baca lagi dalam 2 Samuel 11:1-24.

Daud, sang pemazmur telah dibutakan oleh roh perzinahan dan menjauhkannya dari hati seorang hamba yang hidup dalam penyembahan. Mezbah pujian dan penyembahan Daud telah diporak-porandakan dan diruntuhkan oleh kecantikan Batsyeba, istri Uria. Raja Daud menjadi lupa diri dan menganggap bahwa apa yang telah dilakukannya merupakan bukti bahwa ia adalah penguasa yang tidak tunduk, tak boleh diatur dan atau dibatasi oleh hukum-hukum negara juga hukum etika-moral. Tak ada seorang penasihat raja paling berwibawa yang dapat menasihati dan berani menegornya. Keadaan sangat menegangkan dan memprihatinkan. Akhlak seorang Raja pemazmur telah jauh merosot, sangat memalukan keluarga dan bangsa yang menjunjung tinggi moral kemanusiaan, bangsa pilihan, Israel.

Tetapi TUHAN tidak dapat terus berdiam diri, membiarkan tindakan-tindakan Daud menista hukum-hukumNya. Natan, sang nabi pilihan Allah, diberikan kuasa untuk menemplak, menegur Daud dengan tegas, keras penuh wibawa ilahi dan sekaligus memulihkan dan mendirikan kembali mezbah penyembahan, kehidupan rohaninya.

👉TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya : "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.

👉Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

👉Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."

👉Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.

👉Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."

👉Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. – 2 Samuel 12:1-7 –

👉Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. – 2 Samuel 12:13 –

Seorang nabi datang untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang. Tugasnya adalah memanggil mereka yang memberontak untuk kembali taat! Ia tidak disukai karena ia menentang mereka yang populer dalam moralitas dan kerohanian. Dalam masa para politikus yang tidak memiliki karakter yang baik dan pengkhotbah yang tidak bersuara, tidak ada kebutuhan bangsa yang lebih mendesak dibanding seruan kita kepada Allah untuk mengirimkan seorang nabi! Fungsi seorang nabi, seperti yang pernah dikatakan oleh Austin Sparks, “Hampir selalu untuk pemulihan.”

Nabi Allah adalah penyelidik-Nya yang mencari harta terpendam. Tingkat efektifitasnya ditentukan oleh ukuran ketidakpopulerannya. Kata kompromi tidak dikenalnya.

Beberapa gambaran karakteristik tentang seorang nabi :

👉 Ia tidak memasang harga.

👉 Ia sepenuhnya “hidup dalam dunia lain”.

👉 Ia sangat kontroversial dan menentang tanpa ampun.

👉 Ia bergerak menurut tuntutan yang berbeda.

👉 Ia menyampaikan wahyu yang sangat penting.

👉 Ia adalah seorang “pelihat” yang datang untuk menuntun mereka yang buta.

👉 Ia tinggal di gunung-gunung Allah yang tinggi dan turun ke dalam lembah dengan mengatakan “demikianlah Firman Tuhan.”

👉 Ia mengambil bagian dalam beberapa hal yang direncanakan Allah sehingga ia mengetahui bencana yang akan datang.

👉 Ia hidup dalam “pengasingan penuh”.

👉 Ia tulus dan terus terang, tetapi ia tidak menuntut haknya.

👉 Nubuat-nubuatnya ditentang.

👉 Kebenaran yang disampaikannya menyiksa, tetapi suaranya tidak pernah sia-sia.

👉 Ia dipandang hina pada masa sekarang dan menjadi pahlawan di masa depan.

👉 Ia dijauhi selama hidupnya dan dipuji ketika ia sudah mati.

👉 Ia adalah penuntun yang membawa kita kepada Kristus, tetapi hanya sedikit “yang berhasil” mengikuti pengajarannya.

👉 Ia menentang kedudukan dalam pelayanan; kemudian diangkat sebagai seorang kudus oleh penerusnya.

👉 Ia mengalami penderitaan setiap hari selama masa pelayanannya, tetapi ia memberikan Roti Hidup kepada mereka yang mendengarkan.

👉 Ia memberitakan, memutuskan dan mencela!

👉 Ia berbicara kepada manusia tentang Allah.

👉 Ia membawa terang kebenaran di antara orang-orang yang murtad, sementara ia dicerca oleh manusia.

👉 Ia berhadapan dengan Allah sebelum ia berhadapan dengan manusia, tetapi ia tidak meninggikan dirinya sendiri.

👉 Ia tinggal dengan Allah ditempat yang tersembunyi, tetapi tidak ada yang perlu disembunyikannya di tempat-tempat umum.

👉 Ia peka secara alami tetapi bersifat rohani secara adikodrati.

👉 Ia memiliki kerinduan, tujuan dan sikap siap tempur.

👉 Ia sabar, tetapi tidak kenal kompromi.

👉 Ia ditahbiskan Allah dan dihina manusia.

Ternyata tanggungjawab seorang Nabi dalam gereja lokal tidaklah kalah penting dan beratnya bila dibandingkan dengan mereka yang diberi karunia jawatan Gembala dan Guru. Itulah sebabnya, Alkitab bukanlah tanpa alasan mengatakan bahwa “mereka yang melayani mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah itu”.

Jemaat Tuhan pada gereja lokal yang mezbah kehidupan rohaninya telah dipulihkan untuk menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran yang sesungguhnya pasti dengan sukacita dan sukarela dalam ketulusan kasih mau memperhatikan kehidupan jasmaniah dari para Nabi yang melayani bersama Gembala dan Guru untuk pembangunan dan perkembangan tubuh Kristus supaya ada keseimbangan. 


berrsambung ... PARTISI 3 👉A.3. PELAYANAN PENGINJILAN

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉A.1]📕

PARTISI 3

MENGUSULKAN



Semua yang akan Anda baca berikut ini merupakan usulan teologis dari perspektif biblika untuk pertumbuhan, perkembangan dan pendewasaan pelayanan gereja masa kini.

Seharusnya kita lebih bisa membuka diri terhadap penyingkapan rahasia-rahasia firman TUHAN saat ini dan bukannya mengambil sikap mempertahankan status quo yang primordialis. Orientasi pelayanan pekerjaan TUHAN yang mengglobal dan terus-menerus menerobos dan meruntuhkan tembok-tembok keangkuhan manusia seharusnya mendapat dukungan material atau dana lewat pelayanan kasih anak-anak Tuhan atau orang-orang percaya yang bernaung dalam organisasi gereja.

Beranjak dari analisa fakta lapangan dan beberapa referensi kepustakaan yang diangkat menjadi bahan pertimbangan tersebut di atas maka sebaiknya gereja – secara organisasi – dan juga para praktisi dapat secara proaktif melebarkan sayap pelayanan lewat penerapan pelayanan kasih berdasarkan kerelaan dan kemurahan hati orang-orang kudus (baca 2 Korintus 9:5,7,11-12) – yaitu mereka yang dipanggil dan dipilih secara khusus untuk menerima pelayanan jawatan – yang secara hirarkis lebih tinggi tingkatnya dari persembahan persepuluhan.


A. MENERAPKAN SISTEM “PENGUPAHAN” INJILI

Setiap pekerja patut mendapat upahnya. Ini adalah prinsip Alkitabiah. Ini juga adalah hak dari setiap orang yang telah melakukan kewajiban atau tugasnya sesuai kesepakatan dengan tuan atau majikannya. Upah adalah hasil atas akibat dari suatu perbuatan, entah itu bersifat materil maupun yang imateril.

Perhitungan upah telah dimulai pada masa Abraham, Bapa segala orang beriman, seperti yang tercatat dalam Kejadian 15:1, “Janganlah takut Abram. Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar”.

Kita tahu bahwa Abraham dipanggil Allah untuk menjadi suatu bangsa yang diberkati dan memberkati bangsa-bangsa lain. Panggilan istimewa ini tidak didasarkan pada perbuatan Abraham tetapi berdasarkan kerelaan keputusan kehendak bebas absolut Allah. Allah yang kaya dengan rahmat dan sumber segala berkat tidak hanya sekedar memanggil untuk mengangkat martabat atau harga diri Abraham, tetapi Ia juga menghargai tiap usaha Abraham dalam mematuhi perintah-perintahNya. Loyalitas, dedikasi dan kinerja Abram dicatat dan diberi nilai atau dihargai dalam bentuk upah yang pantas – duniawi dan sorgawi. Allah tidak mau berlaku curang dengan mengatas namakan panggilan kudusNya atas Abraham kemudian menyuruh Abraham melakukan segala perintahNya tanpa imbalan. Hal ini tidak mungkin terjadi pada Allah yang Maha adil.

Allah yang menghargai dan memberi upah atas pekerjaan dan kesetiaan pelayanan Abraham hingga para Lewi dan Imam yang bekerja dengan total pengabdian diri dalam Tabernakel adalah juga Allah yang sama yang telah memilih, menetapkan, melantik dan memberi tugas secara khusus kepada mereka yang mengemban pelayanan Lima Jawatan melalui Yesus Kristus.

Alkitab, Perjanjian Baru, memberi indikasi kuat tentang “upah lahiriah” pelayanan para hamba Kristus seperti yang tercatat dalam I Korintus 9:13-14 :

“Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?

Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”

Referensi ayat firman Allah tersebut di atas memberitahukan pada kita bahwa Tuhan telah “memplotkan” atau menetapkan upah kerja para hamba-Nya tanpa menentukan persentasi atau pun nominalnya.

Terbetiklah sebuah pertanyaan logis pada benak Anda, “mengapa hanya ada tiga bagian, klasifikasi upah yang dirancangkan dan disodorkan sedangkan yang terlibat dalam memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus ada lima jawatan – Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru – yang kesemuanya pasti mengharapkan upah? Pengelompokkan ini kurang tepat dan bisa saja kurang adil.” Marilah kita telusuri penjelasannya.


A.1. PELAYANAN DI TEMPAT KUDUS

Pada kalimat pertama dari I Korintus 9:13-14 tertulis, “mereka yang melayani tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus”. Siapakah “mereka” itu? Marilah sejenak kita melihat sedikit referensi sejarah pelayanan dalam Tabernakel oleh para Imam dan kaum Lewi.

Alkitab Perjanjian Lama mengatakan bahwa TUHAN mengangkat Imam dari kaum Lewi untuk pelayanan di tempat kudus – Keluaran 25:8-9, 28:1, 29, 29:29-30.

👉“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.

👉Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

👉Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. Pakaian kudus kepunyaan Harun itu haruslah turun kepada anak-anaknya yang kemudian, supaya mereka memakainya apabila mereka diurapi dan ditahbiskan.

👉Tujuh hari lamanya haruslah pakaian itu dikenakan oleh imam penggantinya dari antara anak-anaknya, yang akan masuk ke dalam Kemah Pertemuan untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus.”

Para Imam bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya kebaktian umat Israel dalam Kemah Pertemuan yang dibantu oleh para Lewi. Mereka juga bertindak sebagai juru-damai antara umat pilihan (Israel) dengan Allah, pemimpin, perawat yang sakit, pemelihara, penuntun pertumbuhan rohani, bahkan bertanggungjawab atas kekudusan umat di hadapan Allah. Pada prinsipnya, mereka – para Imam dan kaum Lewi – melaksanakan tugas “penggembalaan dan juga pengajaran/pendidikan” seperti yang tercatat berikut :

👉Ia menetapkan tugas para imam, dan mendorong mereka menunaikan tugas jabatannya dalam rumah TUHAN.

👉Berkatalah ia kepada orang-orang Lewi yang adalah pengajar seluruh Israel dan orang-orang kudus TUHAN: "Tempatkanlah tabut kudus itu di dalam rumah yang telah didirikan Salomo bin Daud, raja Israel. Tidak usah lagi kamu mengusungnya. Sekarang layanilah TUHAN, Allahmu, dan Israel, umat-Nya! – 2 Tawarikh 35:2-3 –

👉Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya, dan sesudah itu ia harus menyembelih korban bakaran.

👉Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus.

👉Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu. – Imamat 14:19; 16:32-33 –

👉Imam-imam tidak boleh minum anggur, kalau mereka hendak masuk dalam pelataran dalam.

👉Mereka harus mengajar umat-Ku tentang perbedaan antara yang kudus dengan yang tidak kudus dan memberitahukan kepada mereka perbedaan antara yang najis dengan yang tahir. – Yehezkiel 44:21,23 –

👉Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. – Maleakhi 2:7 –

Sehingga dapatlah disimpulkan berdasarkan “benang merah” yang nampak pada Perjanjian Lama untuk “mereka yang melayani tempat kudus” adalah para Gembala dan Guru/Pengajar jemaat.

Pelayanan Imam dan Lewi dalam Tabernakel dapat disamakan dengan jawatan Gembala dan Guru pada masa gereja bila dilihat dari fungsi pemeliharaan/ penggembalan dan pendidikan yang diembannya. Imam dan orang-orang Lewi harus selalu berada di tengah-tengah umat dalam berbagai keadaan dan kondisi, baik waktu senang maupun ketika umat diperhadapkan dengan berbagai permasalahan atau penderitaan. Imam harus dapat membimbing umat menuju kedewasaan rohani dan memberi mereka pengetahuan secara teologis, juga memberi teladan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa referensi ayat-ayat firman Tuhan yang melatarkan-belakangi kesimpulan di atas :

👉“TUHAN berfirman kepada Harun :

…haruslah kamu dapat mengajarkan kepada orang Israel segala ketetapan yang telah difirmankan TUHAN kepada mereka dengan perantaraan Musa.” – Imamat 10:8,11 –

👉Salah seorang imam yang telah mereka angkut dari Samaria ke dalam pembuangan pergi dan diam di Betel. Ia mengajarkan kepada mereka bagaimana seharusnya berbakti kepada TUHAN. – 2 Raja-raja 17:28 –

👉Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram.

👉Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat”. – 2 Tawarikh 17:8-9 –

👉Dengan demikian jemaat Tuhan diberi tugas untuk memperhatikan kebutuhan atau keperluan para Gembala dan Guru/Pengajar Jemaat yang ada dalam tempat kudus seperti yang terkutip berikut ini :

👉Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

👉Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu. – Ibrani 13:16-17 –

👉Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.

👉Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

👉Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.

👉Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. – 2 Korintus 8:11-14 –


berrsambung ... PARTISI 3 👉A.2. PELAYANAN MEZBAH

Senin, 16 Februari 2026

PAULUS : KRISTEN TAURAT MUSA TERKUTUK

5  kitab Musa (Pentateukh) sebagai dasar Yudaisme,

       Adapun latarbelakang penulisan saya yang memang harus matang saya persiapkan adalah  masih dengan isu kontemporer umat Kristen yang berpijak padaTaurat Musa,  dinamika dunia perapologetikan yang sebagian dipenuhi semangat cheerleaders membeo untuk apa yang tidak dipahami , refleksi theologi kebablasan, alih alih ingin berakar ke Yahudi, jatuh pada penghinaan Salib Kristus , efek domino lainnya jatuh pada keraguan tulisan Paulus. Salah satu narasi yang membuat dahi saya  berkerut adalah : " kita tidak pakai hukum ceremonial lagi, tapi hukum moral "

Pertanyaan : Siapa yang ketuk palu itu? 

       Salah satu hukum moral dalam Taurat Musa adalah : Kuduskan hari Sabat, yaitu : Jangan menyalakan api, jangan memasak, jangan berdagang, tak boleh memegang uang , di zaman now memegang HP pun tak boleh.

Apakah sebenarnya mereka benar benar paham  yang mereka pertahankan ?       

Larangan bekerja di hari sabat

https://www.myjewishlearning.com/article/shabbats-work-prohibition/

Beberapa point yang harus diperhatikan :

1.Bangsa Israel adalah bangsa pilihan /DIPILIH dari bangsa bangsa (ulangan 7:6 ; Keluaran 19:5)

2. Bangsa yang di bentuk untuk Adonay dan untuk memuji Adonay (Yesaya 43:20-21)

3. Israel adalah bangsa yang dipisahkan, dikhususkan, Di kadoshkan dari bangsa bangsa lain,  (Imamat 20:24)


Untuk Israel 👇

1 Petrus 2:9 Tetapi kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri, supaya kamu memberitakan kemuliaan Dia yang telah memanggil  kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib;

👇

 TAURAT diberikan pada bangsa Israel sebagai Identitas dan fungsi  Taurat adalah  sebagai  Pedoman Hidup atau Aturan. Dan dikenal dengan Taurat Musa.

Pertanyaan : Yang bukan bangsa Israel, apa  relevansi dan urgensinya ke Taurat?

Taurat tidak bertujuan untuk menyelamatkan, hanya sebagai panduan, pedoman untuk bangsa Israel ,mengatur kehidupan moral dan sosial bangsa Israel.  Itu adalah HUKUM /PERATURAN untuk bangsa israel bukan untuk keselamtan.Seperti Indonesia yang memiliki Hukumnya sendiri, yaitu UUD 1945.

👇

Yohanes 5:39—[Yesus berkata] “Kamu mempelajari Kitab Suci karena kamu mengira kamu mempunyai 👉hidup  kekal di dalamnya, padahal Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” 

Taurat adalah paketan utuh yang tak bisa dipilah - pilah atau  korting mengkorting, jadi kegagalan 1 adalah kegagalan semua.

 Yakobus 2:10

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya." 


Garis besar kronologis Taurat turun 

1.Digunung Sinai YHVH memberikan 10 Perintah /Ucapan (Aseret Hadibrot ) kepada Musa (keluaran 34:1-35)

2. Estafet pewarisan :  Musa ke  Yosua ke Tua-tua ke nabi lalu ke orang-orang sinagoge agung. 

3. Karena Dosa umatNya ( berhala) dan Nama Tuhan dibuat tercemar ,Tuhan menghukum bangsa itu masuk dalam pembuangan . Dari masa pembuangan Babel ini Ahli ahli taurat mengembangkannya menjadi hukum lisan dan banyak aturan aturan tambahan.

4.Melalui Reformasi Nehemia, bangsa Yahudi dibawa ke Bait Allah Yerusalem dan kembali mempelajari Taurat, menemukan kembali Identitas mereka sebagai umat sejati, dan jabatan ahli Taurat yang berperan penting saat itu adalah Imam Ezra  (ezra 7:10)

5. Sinagoge yang merupakan tempat ibadah bangsa Yahudi , adalah tempat para agamawan mengajarkan kitab suci dan menambahkan banyak peraturan peraturan LAHIRIAH.

6. Yahudi membentuk Mahkamah Agama 

" Sanhedrin"  di Yerusalem yang menyusun undang-undang dan peraturan untuk menerapkan Taurat , yang kemudian dikumpulkan disebut Mishnah dan Talmud.


Selama 400 tahun masa intertestamental ( dari Maleakhi ke Yohanes Pembabtis, masa silent/hening. Dimana Tuhan tak lagi berbicara pada bangsa itu ), Kegigihan umat itu dalam menjalankan Taurat adalah proyeksi dari trauma pengalaman juga sebagai ketaatan mereka pada Adonay , mereka memegang :

- TARGUM : Terjemahan dan penjelasan Kitab Ibrani (TANAKH/PL ke bahasa Aram) yang sering kali rabbi rabbi menambahkan 👉tafsiran-tafsiran di tulisan asli.

- MIDRASH : ( Penafsiran dan Pengaplikasian moral dalam Taurat oleh HILLEL atau cendekiawan yahudi, menemukan makna tersembunyi/terdalam dari taurat)

Contoh bisa lihat disini :

https://www.sefaria.org/topics/moses-at-the-bush?sort=Relevance&tab=notable-sources

---

Ketika bangsa itu gagal melakukan, pun ada doa doa Tesuvah ( pertobatan)  yang harus dilakukan. Kristen taurat musa, sudahkah anda melakukannya?

Di saat bangsa itu begitu kelelahan menjalankan Taurat,  Yesus berkata "Marilah kepada ku yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan padamu"

👉Yesus mengajak untuk datang padaNya, 

Lalu Mengapa justru  Kristen mencari penyakit, putar balik dalam beban berat itu, mundur ke zaman flingstone mendayung mobil memakai kaki ?

Taurat adalah Kuk Perhambaan untuk Israel.

Galatia 5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." 


Apa itu KUK?

Kayu yang di pasang dileher sepasang hewan(misalnya kerbau) untuk membajak sawah, Agar kedua hewan tersebut saling menanggung beban.

Perhatikan ini : 

Kata 'BEBAN ' dalam Matius 11:28 dalam bahasa Yunani nya : PHORTIZO ( Kata kerja) yaitu MEMBEBANI atau Menaruh beban pada seseorang secara berlebihan.


Lukas 11:46 

" celakalah kamu juga Hai ahli ahli TAURAT, Sebab kamu meletakkan beban - beban yang tak terpikul pada Orang , tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban beban itu dengan satu Jari pun " 

✍️ Berbeda Dengan PHORTION (Kata benda) : BEBAN  (sesuatu yang dibawa) yang bersifat tanggung jawab pribadi ,yang tidak bisa dipindahkan.


Didalam Matius 11:30 Yesus berkata :t

" Sebab Kuk yang kupasang itu enak dan beban (PHORTION) ku ringan."

Galatia 6:5

"Sebab setiap orang akan memikul tanggungan (PHORTION nya) sendiri. Ini mengarah ke TANGGUNG JAWAB , yaitu pekerjaan yang diberikan Kristus.

---

Menurut sejarawan , ada 6000 orang Farisi di zaman Yesus dan merekalah yang paling gemar menambahi Taurat dengan pikiran, gagasan mereka sendiri , jatuh pada kemunafikan dengan aturan yang berbelit-belit, yang semakin sukar dan membebani , jatuh pada hal hal bersifat lahiriah .Selain itu ada juga kaum esseni  "biarawan yahudi"  seperti yohanes, -/+ 4000 orang, kelompok paling mistik dan asketik, taat pada Sabat, Hidup selibat, membentuk komunitas sendiri agar Terlepas dari dunia jahat , dan sedikit berlebihan dalam keyahudian ,menganggap Kemiskinan adalah penghormatan tertinggi ke Tuhan. Theologi mereka dalam gulungan laut mati , banyak mempengaruhi Kristen dan Islam. Kaum ini mengganggap merekalah "Israel sejati",

Mereka adalah orang orang 'saleh' yang satu sisi bingung melihat Yesus bersentuhan dengan orang najis seperti makan dengan pemungut cukai ,karena mereka sangat menekankan kemurnian ritual sementara Yesus menekankan Kasih. Baik farisi dan esseni tetap masuk dalam kritikan Yesus.

       Awalnya ahli Taurat adalah pembela keutuhan Taurat, mereka menentang berhala, menjelaskan kitab suci, tapi kemudian semakin lama semakin menyimpang dari ahli Taurat yang awal, merusak arti, disibukkan dengan perkara tetek bengek ,hal hal lahiriah yang merumitkan.

Misalnya perkara mencuci tangan : air harus mengalir dari atas, tangan kanan dan kiri bergantian dll

Bagi Yesus kenajisan /kecemaran bicara sesuatu yang lebih dalam menyentuh sanubari, yaitu apa yang keluar dari mulut kita.

Yesus masuk dalam situasi kepolemikan  Tauratism, bersentuhan dengan sekte sekte dan strata sosial yang berbeda juga pemimpin agama yang sarat akan politik. Taurat  akhirnya jadi begitu membebani.Di abad 3 Masehi, Daftar lengkap Taurat secara sistematis tersusun , yaitu 613 Mitsvot :365 larangan, 248 perintah , dibagi 3 :

1.Hukum Moral : jangan membunuh, berzinah, dll

2. Hukum ceremonial : ritual ibadah, kurban dll

3. Hukum Yudisial : berhubungan dengan pengadilan, hukum.

Daftar 613 mitsvot 

https://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/756399/jewish/The-613-Commandments-Mitzvot.htm

Kutuk akan dilimpahkan padamu jika 👉melanggar Taurat (daniel 9:11), pelanggaran Taurat menyebabkan kesengsaraan bahkan bangsa bangsa lain memerangi israel dan mengalami pengasingan.


 Elaborasi Tulisan Paulus dalam Galatia 

Galatia 1 :6 👉 Keheranan Paulus ke jemaat yang cepat berpaling ke Injil lain ,notabene mereka telah dipanggil dalam Anugerah Kristus

Galatia 1:10👉Mau menyukakan manusia apa Theos? Paulus tegas menyampaikan ajaran sehat.

Galatia 1:11👉Paulus yang langsung bertemu Yesus menyatakan Injilnya bukan Injil manusia.

Galatia 1:14 👉 Kebanggaan Paulus dulu, karena didalam  Agama Yahudi dirinya lebih maju dari kawan sebayanya diantara bangsa itu

Galatia 2:4 👉 Ada desakan saudara palsu, penyusup yang ingin memperhambakan Orang percaya ke Taurat lagi

Galatia 2:13 👉 Barnabas terseret kemunafikan Yahudi

Galatia 2:16 👉Tak ada yang dibenarkan karena Taurat, melainkan Karena Kasih Karunia

Galatia 2:21 👉Jika ada Kebenaran dalam Taurat, sia sia Kematian Kristus

Galatia 3:1 👉Hai Orang bodoh, siapa yang sudah mempesonamu?

Galatia 3:7 👉 Orang Orang beriman adalah anak anak abraham.


_____

SETELAH SALIB, TAURAT SUDAH DIBATALKAN

Teliti dengan point-point dibawah ini :

1. Paulus lebih maju daripada teman sebayanya di antara bangsanya menjalankan Taurat (galatia 1:14)

2. Dan Paulus berkata Taurat itu penuntun sampai Kristus datang. Sekali lagi : sampai Kristus datang , supaya dibenarkan oleh Iman

3. Paulus telah melepaskan Taurat dan menganggap segala ketaatannya, kebanggaan,kedudukan statusnya sebagai Yahudi pada Taurat dulu adalah sampah ( filipi 3:7-8)

3. Yesus sudah membatalkan taurat dengan segala perintah dan ketentuan ( efesus 2:15)

Membatalkan ( yunani : katargeo) : Di non aktifkan ; berhenti ; menghilangkan kekuatan/pengaruh , memgakhiri hubungan.


Jadi, TAURAT MUSA PL  itu adalah 'mantan' /  hubungan yang sudah berakhir. Segala kuasa dan pengaruh dari 'mantan' tidak efektif lagi.

Hubungan Israel dengan Taurat (harusnya) sudah BERAKHIR ketika menerima Kristus. Kembali pada Taurat Musa adalah PENGHINAAN bagi Kristus. BEBAN Taurat telah diangkat dari pundak,  digantikan dengan KUK dari Kristus.

Seperti 2 kerbau yang dipasangkan Kuk diantara kedua pundak kerbau untuk saling menanggung bersama, begitupun ketika Kuk dari Kristus dipasangkan ke kita,  Kristus membantu kita  menanggung beban kehidupan , kelemahan untuk melakukan  tugas /pekerjaanNya.

(Yesaya 53:4) ; (Ibrani 4:15)


✍️ Katakan "Penyusup"  dan " Nabi palsu"  pada mereka yang ingin memperhambakan Pengikut Kristus kembali pada Taurat Musa ( galatia 2:4)

ya...mereka adalah nabi palsu yang menyusup sebagai saudara  bahkan kejijikan bagiNya.

4.  Yesus berkata  diriNya datang bukan untuk meniadakan Taurat dan kitab nabi nabi sering dijadikan pembenaran seolah Yesus kontradiksi dengan Paulus. Lihat konteks waktu, Yesus berkata itu sebelum penyaliban dan kalimat "TETELESTAI" 


Ini adalah PERJANJIAN BARU ( Brit Hadshah ) yang dinyatakan dalam Yeremia 31:31-40Perjanjian yang baru ( Brit Hadashah )


"Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu..... "

👇

Tetelestai : Final ; Kemenangan ; Lunas ; Pembayaran penuh . Didalam bahasa Ibrani Nishlam ( lengkap/ sempurna ) dan  Gmar (menyelesaikan, mengakhiri, penyegelan akhir yang baik ), dalam konteks ibrani kuno ini menunjuk pada kuitansi utang yang sudah lunas atau dibayar penuh.

Tanggung jawab utang dosa sudah DIBAYAR YESUS. Tanggung jawab Perhambaan Taurat yang begitu menyesakkan dengan segala aturan aturannya  sudah DISELESAIKAN YESUS.

Luar biasa bukan? Tapi bangsa itu adalah umat yang tegar tengkuk. 


Lalu hukum apa dalam Brit Hadshah itu yang harusnya sekarang dipakai Israel ? 1 korintus 9:21 ;Matius 22:37-40  yaitu : 

"HUKUM KRISTUS " yang telah dirangkum dalam 2 :

1. Kasihi Tuhan Allah dengan segenap hati

2. Kasihi sesama manusia


Yeremia 31:31-40 

Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 


TAURAT KRISTUS DALAM  HATI ( ibrani : Qereb yaitu Batin /pikiran / emosi) 

Jadi tidak perlu lagi melihat - lihat Point dari Taurat Musa dan mutlak Rabbi rabbi yang mengajari apa yang harus dilakukan.

Roh Kebenaran yang membantu untuk memproaktifkan 2 Hukum itu.


Interpretasi keliru Yahudi, Kristen, Muslim .

Perhatikan : 

1. Awalnya Tuhan memberikan 10 perintah di 2 Loh batu (keluaran 31:18, 34:1  ) termasuk loh batu kedua.

 Dikemudian hari aturan aturan tambahan ke Torah itu semakin banyak dan merumitkan yang mungkin interpretasainya bukan dari Tuhan sendiri oleh Farisi dan Ahli Taurat , yang menjadi sebab Torah tak murni lagi,  Bukan lagi seperti di awal dan dari 613 mitsvot masih ada lagi 'anak-anak' dari setiap point.

Mungkinkah ini yang dimaksud dalam Quran, menambah nambahi,mengubah kitab ?

" Sesungguhnya di antara mereka (Ahli Kitab) ada sekelompok orang yang menggunakan lisan-lisan mereka untuk mengubah-ubah Al-Kitab (Taurat dan Injil) supaya kamu menyangka itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab, dan mereka mengatakan, ‘Itu dari Allah,’ padahal itu bukan dari Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 78)

-------------------

Pertanyaan tambahan dari penggiat taurat Musa dari Kristen dan yahudi oplosan (yang mengaku dirinya yahudi) : 

" Yesus pelaku torah, mengapa Kristen tidak?"

Kerapkali mereka mengangkat Matius 5:17 bahwa  Yesus tidak menghapus Taurat tapi untuk menggenapi. 

Kunci Mengapa Yesus melakukan Taurat ,baca  dalam ibrani 2:14 

"karena anak anak itu adalah anak anak dari darah dan daging , maka ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka...."

👉 bagian dalam keadaan mereka bahasa yunaninya " PARAPLESIOS METESCHEN " :

Kebiasaan atau Manner. Pernah dengar table manner?

Selama hidup ,melayani 3 tahun Yesus hanya ikut / masuk dalam kebiasaan, adat istiadat yahudi sama seperti missionaris kontekstual yang menginjili dengan memahami budaya, dan menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat.

Pertanyaan  : Yesus sudah menggenapi atau belum??

Setelah penyaliban, Yesus katakan "TETELESTAI " (sudah selesai) , Dia adalah Tuhan Allah , Yesus sudah membayar penuh tanggung jawab yang harusnya bangsa itu lakukan (Torah). Yesus juga adalah Tuan atas hari sabat. Tidak ada kontradiksi dengan Paulus

Once again ,Yesus sudah membuat Perjanjian yang Baru. Brit Hadashah.

Brit.            : IKATAN, JANJI

Hadashah : BARU /DIPERBAHARUI

sekarang ,Kita mau mengikat diri pada Taurat Musa  atau Kristus?

Kesimpulan :

Rabbi Rabbi Yahudi memiliki interpretasi akan Taurat, mengembangkan penafsiran hukum , merincikan yang tidak spesifik (misalnya tentang pekerjaan yang tidak boleh dilakukan hari Sabat dan ini disebut Torah Sheba'al Peh /hukum lisan ) dan Yesus adalah RABBI yang tertinggi, YHVH Ellohim sebagai Sumber dan Hukum tertinggi  (Lex Aeterna ) dan dengan Kematian Rabbi dan TUHAN Yesus , Dia menggenapi sekaligus membatalkan.  Yesus / Yeshua /Yahusha / Yehoshua adalah Rabbi TERTINGGI maka PERINTAHNYA lah yang terutama , bukan rabbi rabbi lain. 

Dan makna Tetelestai disalib, lebih dalam adalah :  penyegelan Terakhir, Tutup permanen.

 Jika masuk ke tempat yang sudah disegel, itu akan menjadi Pelanggaran .Maka Kembali pada Taurat Musa adalah Penghinaan pada KASIH KARUNIA YANG BERLIMPAH,  SALIB dan DARAH KRISTUS yang begitu Mahal,dan Paulus rasul Kristus yang langsung mendapat supranatural experience (perjumpaan pribadi secara ajaib dengan Kristus yang telah bangkit) pun menegaskan TERKUTUK siapapun yang menambahkan INJIL KASIH KARUNIA dengan TAURAT (Musa)


Amin...Yesus Kristus Adonai memberkati 





Jumat, 13 Februari 2026

APA ITU KASIH MENURUT ALKITAB?

Apa itu kasih menurut Alkitab?

Apakah kasih sudah ada sebelum manusia ada?

Ataukah kasih baru muncul ketika Tuhan memberikan hukum kepada manusia?

Hari ini kita akan menjawabnya secara sistematis dan berdasarkan Alkitab saja.


1. Kasih adalah Natur Tuhan, Bukan Produk Dunia

Alkitab berkata:

“Tuhan adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8)

Dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai adalah agapē.

Secara morfologi, agapē adalah bentuk nomina—kata benda—yang menunjuk pada kualitas atau hakikat, bukan sekadar tindakan sesaat.


Dan kalimatnya bukan berbunyi “Tuhan memiliki kasih”, tetapi “Tuhan adalah kasih.”

Secara logika Alkitab:

  • Mazmur 90:2 menyatakan Tuhan itu kekal.
  • 1 Yohanes 4:8 menyatakan Tuhan adalah kasih.

Jika Tuhan itu kekal, dan kasih adalah natur-Nya, maka kasih juga bersifat kekal.


Artinya:

Kasih tidak dimulai saat manusia diciptakan.

Kasih sudah ada sebelum penciptaan.


2. Kasih Sudah Ada Sebelum Dunia Dijadikan

Yesus berkata:

“Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” (Yohanes 17:24)

Frasa “sebelum dunia dijadikan” menunjukkan waktu pra-penciptaan.

Artinya, sebelum ada bumi, manusia, dan sejarah, kasih sudah aktif.

  • Kasih bukan reaksi terhadap dosa.
  • Kasih bukan solusi darurat.
  • Kasih adalah realitas kekal.

Secara filosofis:

Kasih bukan muncul karena kebutuhan manusia, melainkan karena natur Tuhan sendiri.


3. Dalam Budaya Israel, Kasih Bukan Sekadar Emosi

Dalam Perjanjian Lama, kata yang sering dipakai adalah “hesed.”

Hesed bukan sekadar perasaan.

Ia menunjuk pada kesetiaan perjanjian, loyalitas yang aktif, dan komitmen yang teguh.

Dalam budaya Israel, kasih selalu terkait dengan perjanjian.

Kasih bukan sentimental, tetapi relasional dan setia.


Contohnya:

“TUHAN, TUHAN, Tuhan penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Keluaran 34:6)

Kata “kasih setia” di sini adalah hesed.

Artinya:

Kasih Tuhan bukan hanya perasaan, tetapi kesetiaan yang konsisten terhadap janji-Nya.


4. Apakah Hukum Menciptakan Kasih?

Yesus berkata:

“Kasihilah Tuhan, Tuhanmu… dan kasihilah sesamamu manusia.” (Matius 22:37–39)

Di sini kata “kasihilah” adalah bentuk imperatif dari kata kerja Yunani agapaō.

Secara morfologi, ini bentuk perintah aktif.

Namun perintah tidak berarti menciptakan sesuatu yang belum ada.

Perintah menyatakan prinsip yang sudah menjadi dasar relasi.


Yesus berkata:

“Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (ayat 40)

Artinya:

Taurat tidak menciptakan kasih.

Taurat menggantung pada kasih.

Kasih adalah fondasi, bukan hasil hukum.


5. Ilustrasi Logis

Bayangkan matahari dan cahaya.

Cahaya tidak muncul karena bumi ada.

Cahaya ada karena matahari ada.


Demikian juga kasih.

Kasih tidak muncul karena manusia ada.

Kasih ada karena Tuhan ada.

Penciptaan hanya menjadi tempat di mana kasih itu dinyatakan.


6. Urutan Logika Alkitab

Mari kita simpulkan secara sistematis:

Tuhan itu kekal (Mazmur 90:2)

Tuhan adalah kasih (1 Yohanes 4:8)

Maka kasih bersifat kekal

Yohanes 17:24 menunjukkan kasih sudah ada sebelum dunia

Taurat bergantung pada kasih (Matius 22:40)

Maka kasih mendahului hukum dan mendahului manusia


Kesimpulannya:

Kasih bukan produk dunia.

Kasih bukan reaksi terhadap dosa.

Kasih bukan hukum yang baru dibuat.

Kasih adalah natur kekal Tuhan,

yang kemudian dinyatakan di dalam sejarah manusia.


Haleluyah, Puji Bapa Yesus

—Ps. Christian Moses