Halaman

Senin, 23 Maret 2026

๐Ÿ’ฐPERSEPULUHAN ๐Ÿ‘‰ ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3๐Ÿ‘‰A.2]๐Ÿ“•

A.2. PELAYANAN MEZBAH

Kalimat selanjutnya, “mereka yang melayani mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah itu”, dapat diidentifikasi sebagai tugas pelayanan para Nabi. Dalam Perjanjian Lama, aktivitas para nabi selalu berhubungan dengan mezbah. Alasan teologisnya dimulai dari nabi Nuh, seperti yang dapat ditemukan dalam Kejadian 8:20, “Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu”, kemudian Abraham, Ishak, Yakub (Kejadian 12:7,26:25,35:1), Musa (Kel. 17:15), Saul (I Sam. 14:35), Daud (2 Sam. 24:25), Salomo (I Raja-raja 9:25), Elia (I Raja-raja 18:31-39,19:10), dan lain-lain.

Pelayanan mezbah dapat diartikan secara rohani sebagai pelayanan kepada pribadi-pribadi yang memiliki kehidupan yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Bila mezbah kehidupan rohani yang kudus ini mulai atau telah terkotori dengan kenajisan, kedagingan, pemberhalaan yang menjijikkan – seperti kisah tragis di gunung Karmel – maka bukan saja diperlukan suara kenabian (profetik) tapi seorang nabi yang sesungguhnya harus tampil untuk merubuhkannya dan membangun kembali mezbah kehidupan rohani yang berkenan kepada Allah.

Mungkin Anda masih mengingat kisah raja Daud yang berzinah dengan istri Uria – prajuritnya yang setia. Perzinahan itu telah mengorbankan nyawa Uria dan anak yang terlahir dari rahim Batsyeba hasil hubungan gelap mereka. Kisah lengkap perselingkuhan Penguasa Tunggal Israel dengan wanita cantik bersuamikan Uria dapat Anda baca lagi dalam 2 Samuel 11:1-24.

Daud, sang pemazmur telah dibutakan oleh roh perzinahan dan menjauhkannya dari hati seorang hamba yang hidup dalam penyembahan. Mezbah pujian dan penyembahan Daud telah diporak-porandakan dan diruntuhkan oleh kecantikan Batsyeba, istri Uria. Raja Daud menjadi lupa diri dan menganggap bahwa apa yang telah dilakukannya merupakan bukti bahwa ia adalah penguasa yang tidak tunduk, tak boleh diatur dan atau dibatasi oleh hukum-hukum negara juga hukum etika-moral. Tak ada seorang penasihat raja paling berwibawa yang dapat menasihati dan berani menegornya. Keadaan sangat menegangkan dan memprihatinkan. Akhlak seorang Raja pemazmur telah jauh merosot, sangat memalukan keluarga dan bangsa yang menjunjung tinggi moral kemanusiaan, bangsa pilihan, Israel.

Tetapi TUHAN tidak dapat terus berdiam diri, membiarkan tindakan-tindakan Daud menista hukum-hukumNya. Natan, sang nabi pilihan Allah, diberikan kuasa untuk menemplak, menegur Daud dengan tegas, keras penuh wibawa ilahi dan sekaligus memulihkan dan mendirikan kembali mezbah penyembahan, kehidupan rohaninya.

๐Ÿ‘‰TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya : "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.

๐Ÿ‘‰Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

๐Ÿ‘‰Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."

๐Ÿ‘‰Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.

๐Ÿ‘‰Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."

๐Ÿ‘‰Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. – 2 Samuel 12:1-7 –

๐Ÿ‘‰Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. – 2 Samuel 12:13 –

Seorang nabi datang untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang. Tugasnya adalah memanggil mereka yang memberontak untuk kembali taat! Ia tidak disukai karena ia menentang mereka yang populer dalam moralitas dan kerohanian. Dalam masa para politikus yang tidak memiliki karakter yang baik dan pengkhotbah yang tidak bersuara, tidak ada kebutuhan bangsa yang lebih mendesak dibanding seruan kita kepada Allah untuk mengirimkan seorang nabi! Fungsi seorang nabi, seperti yang pernah dikatakan oleh Austin Sparks, “Hampir selalu untuk pemulihan.”

Nabi Allah adalah penyelidik-Nya yang mencari harta terpendam. Tingkat efektifitasnya ditentukan oleh ukuran ketidakpopulerannya. Kata kompromi tidak dikenalnya.

Beberapa gambaran karakteristik tentang seorang nabi :

๐Ÿ‘‰ Ia tidak memasang harga.

๐Ÿ‘‰ Ia sepenuhnya “hidup dalam dunia lain”.

๐Ÿ‘‰ Ia sangat kontroversial dan menentang tanpa ampun.

๐Ÿ‘‰ Ia bergerak menurut tuntutan yang berbeda.

๐Ÿ‘‰ Ia menyampaikan wahyu yang sangat penting.

๐Ÿ‘‰ Ia adalah seorang “pelihat” yang datang untuk menuntun mereka yang buta.

๐Ÿ‘‰ Ia tinggal di gunung-gunung Allah yang tinggi dan turun ke dalam lembah dengan mengatakan “demikianlah Firman Tuhan.”

๐Ÿ‘‰ Ia mengambil bagian dalam beberapa hal yang direncanakan Allah sehingga ia mengetahui bencana yang akan datang.

๐Ÿ‘‰ Ia hidup dalam “pengasingan penuh”.

๐Ÿ‘‰ Ia tulus dan terus terang, tetapi ia tidak menuntut haknya.

๐Ÿ‘‰ Nubuat-nubuatnya ditentang.

๐Ÿ‘‰ Kebenaran yang disampaikannya menyiksa, tetapi suaranya tidak pernah sia-sia.

๐Ÿ‘‰ Ia dipandang hina pada masa sekarang dan menjadi pahlawan di masa depan.

๐Ÿ‘‰ Ia dijauhi selama hidupnya dan dipuji ketika ia sudah mati.

๐Ÿ‘‰ Ia adalah penuntun yang membawa kita kepada Kristus, tetapi hanya sedikit “yang berhasil” mengikuti pengajarannya.

๐Ÿ‘‰ Ia menentang kedudukan dalam pelayanan; kemudian diangkat sebagai seorang kudus oleh penerusnya.

๐Ÿ‘‰ Ia mengalami penderitaan setiap hari selama masa pelayanannya, tetapi ia memberikan Roti Hidup kepada mereka yang mendengarkan.

๐Ÿ‘‰ Ia memberitakan, memutuskan dan mencela!

๐Ÿ‘‰ Ia berbicara kepada manusia tentang Allah.

๐Ÿ‘‰ Ia membawa terang kebenaran di antara orang-orang yang murtad, sementara ia dicerca oleh manusia.

๐Ÿ‘‰ Ia berhadapan dengan Allah sebelum ia berhadapan dengan manusia, tetapi ia tidak meninggikan dirinya sendiri.

๐Ÿ‘‰ Ia tinggal dengan Allah ditempat yang tersembunyi, tetapi tidak ada yang perlu disembunyikannya di tempat-tempat umum.

๐Ÿ‘‰ Ia peka secara alami tetapi bersifat rohani secara adikodrati.

๐Ÿ‘‰ Ia memiliki kerinduan, tujuan dan sikap siap tempur.

๐Ÿ‘‰ Ia sabar, tetapi tidak kenal kompromi.

๐Ÿ‘‰ Ia ditahbiskan Allah dan dihina manusia.

Ternyata tanggungjawab seorang Nabi dalam gereja lokal tidaklah kalah penting dan beratnya bila dibandingkan dengan mereka yang diberi karunia jawatan Gembala dan Guru. Itulah sebabnya, Alkitab bukanlah tanpa alasan mengatakan bahwa “mereka yang melayani mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah itu”.

Jemaat Tuhan pada gereja lokal yang mezbah kehidupan rohaninya telah dipulihkan untuk menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran yang sesungguhnya pasti dengan sukacita dan sukarela dalam ketulusan kasih mau memperhatikan kehidupan jasmaniah dari para Nabi yang melayani bersama Gembala dan Guru untuk pembangunan dan perkembangan tubuh Kristus supaya ada keseimbangan. 


berrsambung ... PARTISI 3 ๐Ÿ‘‰A.3. PELAYANAN PENGINJILAN

0 comments:

Posting Komentar