Halaman

Senin, 23 Maret 2026

🧛‍♂️BERHALA (IDOL) DALAM KRISTEN PROTESTAN🕌

 

BERHALA (IDOL)

(Suatu Bentuk Penyimpangan Rohani)

 

“Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Imamat 20:6).

 

“Aku percaya kepada Allah”, mungkin adalah salah satu pernyataan yang paling tidak bermakna yang bias kita buat hari ini. Mungkin juga hanya berarti bahwa kita sedang memandang diri kita sendiri dalam suatu cermin yang besar. Beberapa orang menganggap bahwa Allah adalah suatu “energi fisik”, “sesuatu yang lebih kuat dari manusia”, ataupun “sesuatu kekuatan batin untuk memimpin manusia pada kesadaran yang lebih mendalam.

Donald McCullough mengatakan : “…. Kita lebih menyukai ilusi tentang seorang allah yang lebih aman, sehingga kita telah memangkas Alllah untuk mendapatkan proporsi yang lebih dapat kita kelola”.

Teolog Swiss, Karl Barth memberi tahu kepada kita bahwa ada 2 cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang Allah : pertama, adalah memulai dengan manusia dan akal sehat dan bergerak ke atas; yang kedua adalah memulainya dengan Allah dan menerima wahyu-Nya kepada kita.

Ketika kita memulai dengan manusia dan akal sehat dan bergerak ke atas, maka kita selalu menciptakan berhala. Godaan yang kita hadapi adalah mengundang gagasan-gagasan tentang Allah untuk masuk ke dalam benak kita yang sama sekali salah atau gagasan-gagasan yang mengececilkan keberadaan-Nya. Penyembahan berhala lebih dari sekedar menari di sekeliling sebuah patung yang terbuat dari perak atau emas; penyembahan berhala membentuk suatu gagasan mental tentang allah yang tidak mirip dengan Allah yang benar-benar ada.

Penyembahan berhala memberikan kehormatan kepada opini-opini kita sendiri tentang Allah, yang dibentuk sesuai dengan apa yang kita sukai. Penyembahan berhala menciptakan suatu gagasan tentang Allah menurut kehendak dan preferensi kita. Penyembahan berhala berarti memangkas keberadaan Allah pada “proporsi yang lebih dapat diatur”.

Berhala disebut dalam bahasa Ibrani sebagai “terāpîm”, bahasa Greek dipakai kata “eidōlon” dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan menggunakan beberapa sebutan yakni “idol”=sesuatu yang dipuja; “household idol”=penghuni rumah berhala; “cultic mask”=topeng pemujaan; “divine symbol”=sesuatu yang disimbolkan sebagai Tuhan/simbol keagamaan (Kejadiann 31:19); “phantom”=hantu, khalayan, bayangan, gambaran, angan-angan; “an appearance”=suatu penampakkan; “fancy”=fantasi; “an idea”=buah pikiran, paham, gagasan, rencana.

Pengertian dasar dari kata-kata tersebut di atas adalah sesuatu yang mengandung/berisikan/memiliki roh jahat/allah palsu/iblis. (I Raja2 11:5,30). Suatu imajinasi/ khayalan yang melambangkan, menggambarkan, memerankan, menyerupai, atau dianggap sebagai dewa/allah palsu/ilah (KPR 7:41; I Kor. 12:2; Wahyu 9:20; KPR. 15:20; Roma 2:20; I Kor. 8:4, 7; 10:19; 2 Kor. 6:16; I Tes. 1:9; I Yoh. 5:21).

Bertolak dari arti etimologi/studi kata di atas, maka “berhala” dapat didefinisikan sebagai :

F Patung dewa atau ukiran lainnya yang dipuja sebagai “allah” (Maz. 115:3-8). Dalam PB (Perjanjian Baru), seseorang dapat dituduh/disebut sebagai penyembah berhala bila mereka lebih mementingkan benda-benda (misalnya uang) daripada Allah yang dikenal dalam AnakNya, Yesus Kristus (Kolose 3:5).

F Terafim yang berbentuk patung milik satu keluarga tertentu (Hakim2 17:5; I Samuel 19:13) dan dianggap sakral oleh pemiliknya sehingga ia (berhala) tersebut harus disembah. Orang Kristen/umat Tuhan dilarang untuk menyembah benda-benda tersebut (I Samuel 15:23).

F Sesuatu yang dianggap/dipercayai memiliki roh supranatural melebihi kemampuan manusia yang dilambangkan sebagai “allah/ilah” dimana manusia dapat melakukan upacara ritual keagamaan ataupun mempercayakan/menggantungkan kehidupannya di masa yang akan datang (Imamat 20:6).

F Segala sesuatu yang merampas kesetiaan manusia, padahal kesetiaan itu adalah mutlak untuk TUHAN Allah (2 Tim. 2:11-13; I Tim. 5:12; 6:10-11).

Polemik PL menentang keberhalaan, kebanyakannya dilancarkan oleh para nabi dan para pemazmur. Dalam rangka penentangan itu dikemudian hari Paulus menegaskan : “berhala adalah omong kosong, namun demikian punya daya rusak rohani dari setan-setan yang harus diperhitungkan, justru berhala adalah ancaman rohani yang sangat berbahaya (I Kor. 8:4; 10:19-20). Jelas, berhala pada dirinya adalah lompong hampa – buatan tangan manusia (Yesaya 2:8); susunan dan tampangnya menyatakan kesia-siaannya (Yesaya 40:18-20; 41:6-7; 44:9-20); kebesarannya yang tanpa daya mengundang cemoohan (Yesaya 46:1-2); hanya mempunyai penampilan luar kehidupan (Maz. 115:4-7). Para nabi menyebut “mereka” (berhala) secara mengolok-ngolok dengan sebutan gillulim=butir-butir tahi dan elilim=dewa-dewa cilik (Kamus Koehler).

Walaupun segala sesuatu takluk kepada TUHAN (Maz. 95:3), toh ada daya rusak roh jahat, dan praktik keberhalaan menjerumuskan manusia ke dalam hubungan maut dengan “dewa-dewa”. Hubungan dengan dewa apa pun akan membutakan orang yang menghubunginya dengan kebutaan rohani yang mamatikan hati dan akalnya (Yesaya 44:18-20). Dewa atau ilah apa pun yang disembah – sekalipun hanya “abu”, toh itu penuh dengan bisa penipuan rohani. Siapa menyembah berhala, ia akan sia-sia seperti berhala (Maz. 115:8; Yeremia 2:5; Hosea 9:10). Karena realita kuasa kejahatan di belakang berhala itu, maka dia adalah kekejian bagi Yahweh (Ul. 7:25), suatu hal yang menjijikkan (Ul. 29:17) dan adalah dosa paling berat, yakni perzinahan rohani, mengikuti berhala-berhala (Ul. 31:16; Hakim-hakim 2:17; Hosea 1:2).

Perbedaan yang tajam antara TUHAN dan berhala-berhala haruslah dinalar berkaitan dengan hidup, aktivitas dan pemerintahan. Berhala mustahil meramalkan dan membuatnya menjadi kenyataan. Berhala seperti dongeng-dongeng tercecer dalam perjalanan sejarah yang hanya  bergaung dan sirna (Yes. 41:5-7; 46:1-2), tapi Yahweh adalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dan membuatnya benar-benar terjadi (Yes. 41:26-27; 44:7).

Penalaran dalam PB mempertegas dan memperjelas ajaran PL, dimana berhala-berhala adalah tidak berarti dan adalah racun/bisa rohani yang berbahaya. Sekalipun berhala itu bukan dalam wujud benda nyata : gabungan keberhalaan dengan dosa-dosa seks (Gal. 5:19-20; Ef. 4:19; 5:3; I Tes. 4:6; I Kor. 10:7,14) hendaknya dikaitkan dengan keserakahan (I Kor. 5:11; Ef. 5:5; Kol. 3:5).

Ada beberapa alasan mengapa orang Kristen secara sadar ataupun tidak, telah melibatkan diri dalam penyembahan berhala karena mempunyai begitu banyak gagasan yang sesat tentang Allah pada masa kini. Pertama, kita tidak sabar dengan kebungkaman-Nya dalam zaman yang serba membingungkan ini. Kita berpikir bahwa jika Alah itu mahakuasa, maka Ia akan mengakhiri penderitaan dunia ini, jadi kita membentuk seorang allah yang sabar terhadap kejahatan karena alasan-alasan yang sama dengan kita; ia tidak dapat berbuat banyak dalam hal ini. Atau kita berpaling dari kenyataan dan berkata bahwa iblis itu tidak ada. Hal kedua dalam penyembahan berhala adalah bahwa kita menginginkan Allah yang lebih toleran kepada kita, kurang menuntut, lebih tidak “menghakimi”. Suatu komitmen terhadap individualisme mendorong sifat alami kita yang ingin menyembah berhala. Alasan ketiga, sifat konsumerisme yang mendominasi kehidupan orang Kristen, berusaha menemukan allah yang paling sesuai dengan selera manusia.

Jadi, hakikat penyembahan berhala adalah menyenangkan pikiran-pikiran yang salah tentang Allah. Ketika kita menyusun suatu gagasan tentang Allah dari imajinasi kita, penyembahan berhala dalam hati ini sama buruknya dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh tangan kita.. Mereka yang terlibat dalam hal-hal seperti yang disebut di atas, secara sadar ataupun tanpa disadari telah sepakat dengan Thomas Paine yang berkata, “Pikiran saya adalah gereja saya”. Sehingga benarlah apa yang dikatan  teolog Perancis, J. Calvin : “pikiran manusia adalah pabrik berhala”. Dan setiap penyimpangan adalah pemberhalaan (I Yoh. 5:19-21).

 

Beberapa Referensi Ayat-ayat Alkitab Untuk Mengatasi &  Mengalahkan Penyembahan Berhala

 

Imamat  26:1 :

"Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”

Yeremia  10:5, 8 :

Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat."

Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. 

I Tawarikh  16:26 :

Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.

 Ulangan 7:25-26 :

Patung-patung allah mereka haruslah kamu bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan kauambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan."

Kolose 1:21-23 :

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar…

Kolose 3:2-7 :

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

I Petrus 2:1-5 :

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Roma 6:11-13 :

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Galatia 6:7 :

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang dituainya.

Yakobus 4:4-8 :

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 

Wahyu  21:8 :

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

 

 

 


 REFERENSI

 

 

American Bible Society, Good News Bible, The Bible Society, Australia,1988.

Bina Kasih, Yayasan Komunikasi, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid I A-L, 2002.

Bulle, Florence. Berbagai Tipuan Dalam Pelayanan, Gandum Mas, Malang, 2000.

Dake, Finis Jennings. Dake’s Annotated Reference Bible, Dake Bible Sales, Inc. Georgia, USA, 1998.

Davids, Peter H., Ucapan Yang Sulit dalam Perjanjian Baru, Departemen Literatur Saat, Malang, 2001.

Fitzpatrick, Graham. Mimpi dan Penglihatan, Nafiri Gabriel, Jakarta, 2001.

Mcelrath, W.N. dan Billy Mathias. Ensiklopedia Alkitab Praktis, Edisi kedua, Penerbit Lembaga Literatur Baptis-Bandung, 1978.

Lutzer, Erwin W., Sepuluh Kebohongan Tentang Allah, Gospel Press, Batam Center, Jakarta, 2002.

Salim,MA, Drs. Peter, The Contemporary English-Indonesian Dictionary, Modern English Press, Jakarta, 1996.

Sandford, Mark & John, Pelepasan dan Penyembuhan Batiniah, Nafiri Gabriel, Jakarta, 1999.

The Gideons International, Holy Bible, National Publishing Company, USA, 1978.

Vine, W.E., Merrill F. Unger, William White,Jr. VINE’S, Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, Thomas Nelson Publishers, Nashville Camden, New York, 1985.

 

0 comments:

Posting Komentar