BERHALA
(IDOL)
(Suatu Bentuk
Penyimpangan Rohani)
“Orang yang
berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah
dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan
melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Imamat 20:6).
“Aku percaya kepada Allah”, mungkin
adalah salah satu pernyataan yang paling tidak bermakna yang bias kita buat
hari ini. Mungkin juga hanya berarti bahwa kita sedang memandang diri kita
sendiri dalam suatu cermin yang besar. Beberapa orang menganggap bahwa Allah
adalah suatu “energi fisik”, “sesuatu yang lebih kuat dari manusia”, ataupun
“sesuatu kekuatan batin untuk memimpin manusia pada kesadaran yang lebih
mendalam.
Donald McCullough mengatakan : “…. Kita
lebih menyukai ilusi tentang seorang allah yang lebih aman, sehingga kita telah
memangkas Alllah untuk mendapatkan proporsi yang lebih dapat kita kelola”.
Teolog Swiss, Karl Barth memberi tahu
kepada kita bahwa ada 2 cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan
tentang Allah : pertama, adalah memulai dengan manusia dan akal sehat
dan bergerak ke atas; yang kedua adalah memulainya dengan Allah dan
menerima wahyu-Nya kepada kita.
Ketika kita memulai dengan manusia dan
akal sehat dan bergerak ke atas, maka kita selalu menciptakan berhala.
Godaan yang kita hadapi adalah mengundang gagasan-gagasan tentang Allah untuk
masuk ke dalam benak kita yang sama sekali salah atau gagasan-gagasan yang
mengececilkan keberadaan-Nya. Penyembahan berhala lebih dari sekedar menari di
sekeliling sebuah patung yang terbuat dari perak atau emas; penyembahan berhala
membentuk suatu gagasan mental tentang allah yang tidak mirip dengan Allah yang
benar-benar ada.
Penyembahan berhala memberikan
kehormatan kepada opini-opini kita sendiri tentang Allah, yang dibentuk sesuai
dengan apa yang kita sukai. Penyembahan berhala menciptakan suatu gagasan
tentang Allah menurut kehendak dan preferensi kita. Penyembahan berhala berarti
memangkas keberadaan Allah pada “proporsi yang lebih dapat diatur”.
Berhala disebut dalam bahasa Ibrani
sebagai “terāpîm”, bahasa Greek dipakai kata “eidōlon”
dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan menggunakan beberapa
sebutan yakni “idol”=sesuatu yang dipuja; “household idol”=penghuni
rumah berhala; “cultic mask”=topeng pemujaan; “divine symbol”=sesuatu
yang disimbolkan sebagai Tuhan/simbol keagamaan (Kejadiann 31:19); “phantom”=hantu,
khalayan, bayangan, gambaran, angan-angan; “an appearance”=suatu
penampakkan; “fancy”=fantasi; “an idea”=buah pikiran, paham,
gagasan, rencana.
Pengertian dasar dari kata-kata
tersebut di atas adalah sesuatu yang mengandung/berisikan/memiliki roh
jahat/allah palsu/iblis. (I Raja2 11:5,30). Suatu imajinasi/
khayalan yang melambangkan, menggambarkan, memerankan, menyerupai, atau
dianggap sebagai dewa/allah palsu/ilah (KPR
Bertolak dari arti etimologi/studi kata
di atas, maka “berhala” dapat didefinisikan sebagai :
F
Patung dewa atau ukiran lainnya yang
dipuja sebagai “allah” (Maz. 115:3-8). Dalam PB (Perjanjian Baru), seseorang
dapat dituduh/disebut sebagai penyembah berhala bila mereka lebih mementingkan
benda-benda (misalnya uang) daripada Allah yang dikenal dalam AnakNya, Yesus
Kristus (Kolose 3:5).
F
Terafim yang berbentuk patung milik
satu keluarga tertentu (Hakim2 17:5; I Samuel
F
Sesuatu yang dianggap/dipercayai
memiliki roh supranatural melebihi kemampuan manusia yang dilambangkan sebagai
“allah/ilah” dimana manusia dapat melakukan upacara ritual keagamaan ataupun
mempercayakan/menggantungkan kehidupannya di masa yang akan datang (Imamat
20:6).
F
Segala sesuatu yang merampas kesetiaan
manusia, padahal kesetiaan itu adalah mutlak untuk TUHAN Allah (2 Tim.
Walaupun segala sesuatu takluk kepada
TUHAN (Maz. 95:3), toh ada daya rusak roh jahat, dan praktik keberhalaan
menjerumuskan manusia ke dalam hubungan maut dengan “dewa-dewa”. Hubungan
dengan dewa apa pun akan membutakan orang yang menghubunginya dengan kebutaan
rohani yang mamatikan hati dan akalnya (Yesaya 44:18-20). Dewa atau ilah apa
pun yang disembah – sekalipun hanya “abu”, toh itu penuh dengan bisa penipuan
rohani. Siapa menyembah berhala, ia akan sia-sia seperti berhala (Maz. 115:8;
Yeremia 2:5; Hosea
Perbedaan yang tajam antara TUHAN
dan berhala-berhala haruslah dinalar berkaitan dengan hidup, aktivitas dan
pemerintahan. Berhala mustahil meramalkan dan membuatnya menjadi kenyataan.
Berhala seperti dongeng-dongeng tercecer dalam perjalanan sejarah yang
hanya bergaung dan sirna (Yes. 41:5-7;
46:1-2), tapi Yahweh adalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu yang akan
terjadi dan membuatnya benar-benar terjadi (Yes. 41:26-27; 44:7).
Penalaran dalam PB mempertegas dan
memperjelas ajaran PL, dimana berhala-berhala adalah tidak berarti dan adalah
racun/bisa rohani yang berbahaya. Sekalipun berhala itu bukan dalam wujud benda
nyata : gabungan keberhalaan dengan dosa-dosa seks (Gal.
Jadi, hakikat penyembahan berhala
adalah menyenangkan pikiran-pikiran yang salah tentang Allah. Ketika kita
menyusun suatu gagasan tentang Allah dari imajinasi kita, penyembahan berhala
dalam hati ini sama buruknya dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh
tangan kita.. Mereka yang terlibat dalam hal-hal seperti yang disebut di atas,
secara sadar ataupun tanpa disadari telah sepakat dengan Thomas Paine yang
berkata, “Pikiran saya adalah gereja saya”. Sehingga benarlah apa yang
dikatan teolog Perancis, J. Calvin : “pikiran
manusia adalah pabrik berhala”. Dan setiap penyimpangan adalah pemberhalaan
(I Yoh.
Beberapa Referensi Ayat-ayat Alkitab Untuk Mengatasi & Mengalahkan Penyembahan Berhala
Imamat 26:1 :
"Janganlah kamu membuat berhala
bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu
berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya,
sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”
Yeremia 10:5, 8 :
Berhala itu sama
seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus
mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab
berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat."
Berhala itu semuanya bodoh dan dungu;
petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka.
I
Tawarikh
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah
berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
Patung-patung allah mereka haruslah kamu
bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan
kauambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab
hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.
Dan janganlah
engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun
ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji
terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan."
Kolose 1:21-23 :
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari
Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari
perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani
Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak
bercacat di hadapan-Nya.
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman,
tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan
Injil, yang telah kamu dengar…
Kolose 3:2-7 :
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan
yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan
Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan
diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu
percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama
dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas
orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup
di dalamnya.
I Petrus 2:1-5 :
Karena itu buanglah segala kejahatan,
segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan
jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang
murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya,
batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan
dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup
untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk
mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada
Allah.
Roma 6:11-13 :
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya:
bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus
Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang
fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu
menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata
kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang
dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota
tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan
diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang dituainya.
Yakobus 4:4-8 :
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia!
Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan
Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya
musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata:
"Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan
cemburu!"
Tetapi kasih
karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena
itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani
orang yang rendah hati."
Karena itu
tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Wahyu 21:8 :
21:8 Tetapi orang-orang penakut,
orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh,
orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua
pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala
oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
American Bible
Society, Good News Bible, The Bible
Bina Kasih,
Yayasan Komunikasi, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid I A-L, 2002.
Bulle,
Dake, Finis
Davids, Peter H., Ucapan Yang Sulit dalam Perjanjian
Baru, Departemen Literatur Saat,
Fitzpatrick,
Graham. Mimpi dan Penglihatan, Nafiri Gabriel,
Mcelrath, W.N.
dan Billy Mathias. Ensiklopedia Alkitab Praktis, Edisi kedua, Penerbit Lembaga
Literatur Baptis-Bandung, 1978.
Lutzer, Erwin W., Sepuluh Kebohongan
Tentang Allah, Gospel Press, Batam Center, Jakarta, 2002.
Sandford, Mark & John, Pelepasan dan Penyembuhan
Batiniah, Nafiri Gabriel,
The Gideons International, Holy Bible, National
Publishing Company,
Vine, W.E., Merrill F. Unger, William
White,Jr. VINE’S, Complete Expository Dictionary of Old and New Testament
Words, Thomas Nelson Publishers, Nashville Camden, New York, 1985.

0 comments:
Posting Komentar