Halaman

Senin, 23 Maret 2026

💰PERSEPULUHAN 👉 ALKITABIAH TAPI TIDAK INJILI [PARTISI 3👉C]📕

 

C. KEMBALI PADA POLA HIDUP JEMAAT MULA-MULA

Ungkapan di atas kedengaran kurang cocok atau tidak pantas pada pendengaran gereja akhir zaman, pada detik-detik terakhir menyongsong kedatangan Kristus. Ya, nampaknya usul ini mengada-ada dan tidak logis dibicarakan. Bukankah kita harus dinamis progresif dalam pemikiran sesuai dengan perkembangan zaman? Adalah kurang waras kalau langkah kita di abad milenium ini tiba-tiba harus dihentikan – parahnya disuruh untuk melangkah mundur – dan kembali pada era purba, prasejarah.

Tidak semua peristiwa sejarah itu buruk dan harus ditinggalkan dan tidak setiap kemajuan peradaban atau teknologi modern itu selalu baik dan harus dipraktekkan. Ketahuilah bahwa zaman purba dan modern, nenek moyang dan manusia modern tidak dapat menentukan baik-buruknya sesuatu kalau Alkitab tidak mengatakannya. Mungkin dari sudut pandang sekuler, duniawi kita dapat memilahnya tetapi itu pun tidak boleh dijadikan standar-baku karena segala sesuatu dimungkinkan berubah. Namun sebagai orang percaya, kita harus sepakat dengan Alkitab,

👉 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. – Roma 7:18 –

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. – Yakobus 1:17 –

Seharusnya kita tidak perlu gengsi, jaga imej (ja’im), apa kata orang dan berbagai bentuk pemikiran untuk mempertahankan status quo. Marilah kita mengambil sikap “taat perintah” sebagai suatu bentuk penyangkalan diri dan rasa syukur atas kasih karunia yang dilimpahkanNya atas kita. Yesus berkata pada rasul Yohanes di pulau Patmos untuk disampaikan pada gereja-Nya di akhir zaman ini,

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

👉 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.

👉Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

👉Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. – Wahyu 2:2-5 –

Demikianlah seharusnya kita melihat pewahyuan ini sebagai motivasi dan kesempatan untuk kembali melakukan apa pernah diterapkan dalam kehidupan pelayanan kasih jemaat mula-mula, masa para rasul mulai menyebarkan ajaran Kristus dan membentuk gereja-gereja lokal.

Mereka – jemaat mula-mula – telah meninggalkan teladan kehidupan dilandasi kasih yang rela berkorban untuk pelebaran kerajaan Allah. Jangan lewatkan referensi berikut :

👉Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

👉Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

👉 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

👉 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

👉Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

👉Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.

👉 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. – 2 Korintus 8:1-7 –

Sekiranya mungkin, kita seharusnya lebih sportif mengakui bahwa Yesus tidak pernah memuji orang-orang Yahudi yang begitu taat memberi perpuluhan pada waktu itu, namun Ia pernah memanggil para muridNya untuk melihat suatu keteladanan yang ditunjukkan oleh seorang janda ketika ibadah telah selesai.

👉Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

👉 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

👉 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

👉 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." – Markus 12:41-44 –

Bila ini pelajarannya, maka marilah kita memeriksa diri, mungkin sudah jauh langkah kita meninggalkan pola pelayanan kasih. Jadi, jika tidak ingin kaki dian itu dipindahkan maka marilah kita sepakat untuk kembali melakukan apa yang pernah dipraktekkan oleh jemaat gereja mula-mula.


berrsambung ... PARTISI 3 👉D. BELAJAR MENERIMA

0 comments:

Posting Komentar