
METERAI ITU BUKTI ABADI
Saya
bisa pastikan, Anda tahu benar kata ini, fungsinya, cara pakainya dan kekuatan
hukum yang melekat padanya. Namun izinkan saya menulisnya kembali untuk mengingatkan dan menegaskannya.
Menurut
kamus Bahasa Indonesia Kontemporer karangan Drs. Peter Salim, MA dan Yenny
Salim, B.Sc, meterai adalah tanda penguat (cap) berupa gambar yang ditempelkan,
diukirkan atau dicapkan pada suatu benda sebagai tanda kepemilikkan atau
dinyatakan sah dan mempunyai kekuatan hukum. Tentunya meterai ini tidak asal
tempel tapi haruslah melewati prosedur yang benar sesuai aturan pakainya. Masa
berlakunya tergantung kesepakatan; seperti meterai yang ditempelkan pada
Sertifikat Hak Milik atas tanah, berlaku seumur hidup. Meterai untuk bisnis perkreditan
berlaku bila kedua pihak telah melaksanakan hak dan kewajiban yang termaktub
dalam perjanjian atau akan terus berlaku bila terjadi pemungkiran atau
penyelewengan terhadapnya – biasanya digunakan sebagai barang bukti perkara.
Dalam
setiap kasus istilah dimeteraikan
membawa kesan perlindungan dan jaminan. Bila kita memeterai sesuatu, apakah itu
dokumen atau kubur sekalipun, itu menunjukkan dan selalu berarti bahwa sesuatu
itu dinyatakan dilindungi, dipagari, ditutupi dari pengaruh dan campur tangan pihak luar.
Alkitab
telah lama mencatatnya untuk kenyamanan kehidupan spiritual kita yang telah
terhisap ke dalam penebusan Kristus. Darah-Nya yang tercurah menunjukkan
pelaksanaan kesepakatan penebusan – kewajiban yang telah dilaksanakan – dengan Bapa di sorga sehingga untuk
selanjutnya Ia bebas melakukan apa saja terhadap mereka yang telah ditebusNya.
Tetapi Yesus tidak gegabah; Ia mengokohkan, meneguhkannya dengan melakukan
pemeteraian Roh Kudus atas segala kepunyaan-Nya – sudah tentu termasuk Anda dan
saya. Dan ini adalah cap abadi, tidak kenal istilah “expired date”, tidak dapat
dibatalkan atau dicabut dan ditarik kembali meterainya – karena Bapa, Yesus dan
Roh Kudus tidak pernah berkeinginan untuk itu. Tanda kepemilikan itu dibubuhkan
sekali untuk selamanya. Pemeteraian itu merupakan bukti kasih karunia yang
tidak akan pernah disesali-Nya.
Meterai Roh
Kudus menunjukkan bahwa setiap orang yang telah memilikinya adalah keluarga
Allah, warga kerajaan Allah, anak-anak Allah dan ahli waris yang berhak menerima
janji-janji Allah.
Alkitab
memberikan cukup banyak referensi mengenai hal ini :
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,
melainkan kawan sewarga dari
orang-orang kudus dan anggota-anggota
keluarga Allah. – Efesus 2:19 –
Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana
orang harus hidup sebagai keluarga Allah,
yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. – I
Timotius 3:15 –
Karena kewargaan
kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan TUHAN Yesus
Kristus sebagai Juruselamat. – Filipi 3:20 –
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita
adalah anak-anak Allah. – Roma 8:16 –
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu
mereka yang percaya dalam nama-Nya.
– Yohanes 1:12 –
Sebab kamu semua adalah anak-anak
Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. –
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa
kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak
Allah, dan memang kita adalah anak-anak
Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal
Dia.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa
keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan
diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam
keadaan-Nya yang sebenarnya.
– I Yohanes 3:1-2 –
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang
berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan
Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. – Roma 8:17 –
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu
anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli
waris, oleh Allah. –
Istilah
dimeteraikan dipakai dengan berbagai
cara di Perjanjian Baru. Dalam Matius 27:66, kubur Yesus dimeteraikan oleh serdadu Roma. Dalam Wahyu dikatakan bahwa Iblis
akan dimeteraikan (ditutup) dalam
jurang selama seribu tahun. Kitab Wahyu juga beberapa kali menyebutkan tentang
buku yang dimeteraikan (pasal 6) dan 144.000 orang
Sebagai
pemercaya sejati, Anda telah dimeteraikan saat untuk pertama kalinya mengaku
Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat secara pribadi. Firman Allah
mengatakan :
Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu
telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia
kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang
dijanjikan-Nya itu. – Efesus 1:13 –
Sebab Dia yang telah meneguhkan kami
bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam
hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
– 2
Korintus 1:21-22 –
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu
teguh dan meterainya ialah: "TUHAN mengenal siapa kepunyaan-Nya". – 2
Timotius 2:19 –
Sebab Allah tidak menyesali kasih
karunia dan panggilan-Nya.
– Roma 11:29 –
Kalau demikian, apa lagi yang
dirisaukan? Rasul Paulus menegaskannya dalam
“Selanjutnya janganlah ada orang yang
menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus”.
Paulus mengetahuinya dengan pasti bahwa
seluruh hidupnya bahkan tubuh jasmaninya pun telah diukir tanda milik Kristus,
penebusnya. Tidak dapat diganggu-gugat, sekalipun oleh penghulu setan, si
Lucifer.
Pastikanlah
kebenaran-kebenaran TUHAN itu dalam pikiran dan hatimu. Setiap kita yang telah
benar-benar menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan juruselamat, telah dengan
sempurna pula menerima pemeteraian Roh Kudus. Jangan bergeser sedikitpun dari
pemahaman Alkitabiah ini. Anda pasti menang bahkan lebih dari pemenang (baca
Roma 8:37).
Mendekati finish; perbaiki posisi baca Anda dan tetaplah bersemangat.
[lanjut... Part-1️⃣8️⃣]✋Salam Hyper Grace dalam Bapa Yesus
0 comments:
Posting Komentar